Mahalnya biaya penguburan disini…

November 19, 2007

Hari ini seperti biasanya aku datang ke institut, agak terlambat maklum lah hari senin. Tapi enggak juga sih karena hari ini aku harus menemani mas bambang untuk lapor diri ke Kantor kecamatan dan membuka konto tabungan, soalnya dia khan pendatang baru, jadi harus segera lapor.

Minggu lalu Diplomvater-ku Dr. Goschnick passed away, gak nyangka begitu cepat, kabar dukapun segera tersebar ke seluruh working group di institut kami. Dari info kolega disini mereka sangat kehilangan ilmuan idealis dan cerdas ini, karena beberapa dari mereka adalah murid bimbingan beliau baik S3 dan S2 seperti aku ini. Waktu makan siang di dapur aku bertemu dengan beberapa kolega dan berbincang2 tentang beliau dan seluk beluk ttg perayaan kematian (Traurigfeiern) serta hal2 yang berkaitan ttg birokrasi jika orang telah meninggal.

Perlu diketahui ketika seorang meninggal, maka pihak keluarga menghubungi pihak kepolisian setempat apa penyebab kematian seseorang, kemudian dapat mengontak pengelola kuburan untuk dibuatkan termin/waktu kapan sang jenazah akan dikuburkan, jadi tidak semudah di tanah air. Pada tahun 2003 ketika gelombang panas melanda eropa, di negara perancis banyak sekali manula yang meninggal dunia diakibatkan gelombang panas tesebut. Pihak pegelola pemakaman pun mengalami kesulitan untuk menguburkan jenazah karena semua jenazah sebelumnya harus diverifikasi dan diatur apakah ada lahan kosong untuk penguburan. Kembali ke soal pemakaman tadi, bahwa sebelum pemakaman diadakan Traurigfeier/pesta kesedihan, pihak keluarga mengundang para sahabat dan handai taulan untuk hadir pada pemakaman jenazah pesta tersebut untuk sekedar hadir. Anehnya jika dibandingkan dengan kultur ditanah air, setiap orang baik itu keluarga dekat ataupun handai taulan, kolega/rekan sejawat dapat menghadiri upacara pemakaman. Tetapi di negeri ini hanya pihak keluarga dan kerabat dekat yang dapat menghadiri penguburan jenazah. Posesi pemakaman berikut segala administrasinya dapat menelan biaya kurang lebih 3000-4000 euro. Mahal sekali yah… pantes kolega diinstitut, jika ia meninggal, berharap dirinya dikramasin di kremasi saja, agar dapat menghemat biaya. Jadi, kalo kita boleh memilih agar jangan sampe meninggal di jerman, karena urusannya bakal repot. Cape deeehhh….

2 Responses to “Mahalnya biaya penguburan disini…”

  1. athar Says:

    Boss.. sedih banget denger beritanya… turut berduka cita deh. Emang berapa sih biaya penguburannya? Salam.

  2. elindasari Says:

    Mas Ario,

    Wah..wah…ternyata walau sudah meninggal tetap bikin repot & urusannya panjangggg…. yach ???

    Jadi ingat kata-kata….yang cukup familier di Indonesia…
    “Gitu Aza Kok repot….”
    hehehe…

    Best Regard,
    Bintang
    http://elindasari.wordpress.com


Leave a Reply