Archive for January, 2008
tips berlibur
January 29, 2008Haji Muhammad “the smilling general” Soeharto
January 27, 2008Hari ini 27 Januari 2008 tepat pukul 13.10 WIB H. Muhamamd Soeharto berpulang keharibaanNya. Mantan presiden tersebut wafat dikarenakan organ tubuhnya yang tidak berfungsi kembali (baca: penyakit tua). 32 tahun memerintah (1966-1998) soeharto telah membawa bangsa ini ke era baru, dimana sejarah mencatat berbagai keberhasilan yang telah dicapai bangsa ini pada kurun waktu pemerintahan beliau beserta segala kekurangannya.
Sebagai anak bangsa yang dibesarkan pada masa orde baru, ingatan tentang beliau lekat sekali membekas di kepala. Sejak Sekolah Dasar sampai perguruan tinggi saya ditanamkan apa itu pancasila P4 (punya ijasahnya loh), trilogi pembangunan yakni stabilitas ekonomi, politik dan keamanan, rencana pembangunan lima tahun (REPELITA), swasembada pangan (beras), klompencapir
hehehehe, kesemuanya menjadi bukti sejarah pemerintahan soeharto. Patut disayangkan kronisme dan konglomerasi yang dilakukan anak dan kroninya berbuah malapetaka, wabah penyakit korupsi dan nepostisme telah memarginalkan rakyat bahkan menularinya, sehingga bangsa ini kehilangan jatidirinya. Lebih lagi takkala krisis ekonomi menerpa tahun 1997 memperparah keadaan, layaknya kemarau berpuluh2 tahun diterpa hujan sehari atau istana pasir terterjang ombak lalu runtuh, rekamjejak gemilang yang telah dibangun selama puluhan tahun hilang tak berbekas.
Akhirnya biarlah semua itu menjadi kenangan bangsa ini, jangan ulangi sejarah kelabu, mulai detik ini tataplah masa depan, tataplah hari esok, marilah kita berbenah mulai dari diri sendiri mulailah kebaikan dari hal2 yang kecil untuk kemajuan bangsa ini.
Selamat tinggal eyang suharto, selamat tinggal pemimpinku, semoga Allah SWT mengampunimu.
kemarin paman datang
January 22, 2008Lagu ini mengingatkanku pada kampung nenek moyang dimana aku berasal, karena orangtuaku bermigrasi ke jakarta sehingga ketika musim libur sekolah aku senang sekali dapat mengunjugi paman di kampung, bermain kesawah dengan sepupuku sembari memancing belut, ini merupakan pengalamanku yang pertama dan yang terakhir, maklum lah anak jakarte, dan semenjak saat itu aku tidak pernah kembali lagi ke kampung untuk bermain disawah bersama sepupuku. Biarlah bait lagu dibawah ini menjadi kenangan….
kemarin paman datang
pamanku dari desa
dibawakannya rambutan pisang
dan sayur mayur segala rupa
bercrita paman tentang ternaknya
berkembang biak semua…
padaku paman berjanji
mengajak libur di desa
hatiku riang tidak terkira
terbayang sudah aku di sana
mandi di sungai
turun ke sawah
menggiring ternak ke kandang…
Tribute to ibu Kasur and tasya
mengisi akhir pekan dengan memasak!
January 20, 2008Akhir pekan adalah sebuah waktu yang sangat membosankan bila kita tidak pandai mensiasatinya. Kali ini aku coba mengasah kepiawaanku dalam memasak tongseng, tereng teng…
Mengenai resep gak usah khawatir, tinggal goggling langsung dapat, seperti yang telah kulakukan sebelumnya. Nah sebelumnya kita membeli daging kambing di maypa, toko turki dekat durlacher tor, lumyan murah 1 kg cuma 5 euro. Bumbu pun sudah ada semua cuma ya itu….. seperti yang sudah saya ceritakan sebelum ini, bumbu yang tersedia ditoko hanya ada bumbu kering, weitss…. bukan bumbu jadi loh!. Pertama2 masukkan bawang merah, irisan tomat, semua telah di iris tipis, masak hingga agak layu kemudian masukkan bawang putih kurang lebih 3 siung, gongseng hingga layu. Kedua masukkan irisan daging kambing, aduk hingga matang. Jangan lupa bahwa danging kambiang itu baunya amis, sehingga kita tambahkan daun jeruk atau air jeruk nipis, dalam hal ini kita menggunakan daun jeruk. Ketiga kita siapkan santan dan air kaldu daging kambih, oh iya sebelumnya kita sudah persiapakan air rebusan daging kambing di wajan sebelah. Masukan air rebusan tersebut bersama bersama santan juga kecap secukupnya, aduk hingga rata, setelah itu masukkan merica, paprika bubuk garam, gula secukupnya aduk2 terus hingga baunya harum, jika kurang pas kita tambahkan kaldu, tentuknya bukan kaldu ayam atau daging sapi sebab nanti rasanya beradu dengan daging kambing. Sudah hampir selesai, bagi yang suka pedas tinggal ditambahkan sambah sesuai selera masing2. Terakhir jangan lupa menambahkan kubis ke olahan tongseng tadi, ungkep seberapa lama sehingga daun kubisnya layu. Cicipi rasanya terlebih dahulu sebelum dihidangkan, tambahkan lagi bumbu2 bila dirasa aroma dan rasanya kurang sedap, bila sudah O.K. segera hidangkan selagi hangat, tambahkan dilain piring irisan tomat dan bawang goreng.
Untuk hidangan kedua, sop kambing, sebenaranya tidak terlalu berbeda dalam bahan, hanya kita mengeliminasi kecap dan santan. Dan perlu diketahui kita memasak kedua jenis makanan tersebut sekaligus, di wajan sebelah, hehehehe. Daging kambing yang telah kita beli terdapat pula iga kambing, mudahnya masukkan potongan wortel, sedikit irisan tomat dan garam kedalam rebusan iga tadi, paprika, lada, garam gula secukupnya. Aduk hingga rata. Selesai dah… mudah sebenarnya.
Kalo sudah kepepet, namanya anak kost apa pun dilakukan guna memenuhi kebutuhan hidup, khususnya makanan tidak heran banyak student disini yang sangat mahir memasak. Hiks
( jadi inget sama emak, yang tiap hari dengan suka cita memasak untuk kita, tidak kebayang betapa pengorbanan seorang ibu, terkadang kita menyepelekan masakan beliau bahkan menghina masakannnya, nauzubillah, jangan sampe deh… Jadi yang saya dapat dari memasak, bahwa memasak adalah pembelajaran, memasak adalah sebuah eksperiment kecil dimana banyak sekali bagian2 yang tidak boleh kita luput darinya, dengan memasak kita akan melatih kesabaran, pun dengan memasak kita akan berusaha bagaimana menghormati orang lain dengan masakan yang telah kita hidangkan, selamat berakhir pekan.
nasib bangsa tempe
January 17, 2008(Foto diambil dari kondor.com)
Begitulah kira2 bangsa kita bisa dijuluki, bukan untuk ‘melaknat’ bangsa sendiri ataupun mencerca ibu pertiwi tapi kenyataan dilapangan yang menyebabkan bangsa ini disebut ‘bangsa tempe’. Baru2 ini ditanah air hingar bingar melonjaknya harga tempe menjadi headline beberapa koran publik bahkan bisa dikategorikan sebagai ‘bencana’ nasional karena makanan ini merupakan makanan pokok rakyat jelata terutama masyarakat dipulau jawa. Bisa dibayangkan akhibat naiknya harga pangan tersebut, puluhan juta orang pasti menjerit, sebab rantai makanan dari produsen, distributor sampai konsumen merupakan orang kebanyakan. Wajar kalo tempe menjadi ikon makanan orang miskin.
Sebenarnya gimana seh tempe diproduksi, saya tidak ingin cerita panjang lebar sebenarnya, cuma siapa tahu dari pembaca ada yang tidak mengetahui. Dari pengalaman saya kurang lebih 3 tahun mondar mandir melalui bantaran kali krukut kecamatan mampang, disitulah terletak salah satu sentra produksi tempe di jakarta selatan. Pertama2 biji kedelai dibersihkan untuk dibuang kulitnya, proses pencucian dilakukan dengan bantuan mesin juga dengan bantuan manusia, antara lain biji kedelai diijak-injak besamaan dengan air, yang jelas air besih tidak mungkin mengambil air langsung dari sungai. Cuma ya itu loh, masa sih diinjak2 pake kaki? ya memang kenyataannya kyk gitu nduk! Kemudian biji kedelai yg sudah bersih tersebut dikeringkan sejenak lalu dibungkus dengan plastik ukuran tertentu kemudian proses fermentasi dilakukan menggunakan bantuan ragi. Setelah beberapa hari spora telah tersebar keseluruh permukaan biji kedelai, nah jadilah yang namanya tempe. Jika kita pikir, jorok yah proses pembuatan tempe? iya emang…. wong tukang cucinya aja tidak pake baju, keringatnya ikut donk bersama biji tempe tadi? pastinya gitu! Kemudian limbah hasil proses peroduksi tempe langsung dibuang kesungai, tanpa melalui proses treatment sebelumnya (sambil urut dada
, wajar aja kalo sungai jadi kotor)
Setelah kita mengetahi proses pembuatan tempe, kita kembali ke pokok permasalahan utama, yakni kenapa bangsa ini rentan sekali dalm sektor pangan. Saya ingat sewaktu di SD kita hapal betul bahwa bangsa ini pernah berswasembada pangan, khususnya beras. Lain halnya dengan kedelai, dimana saat ini produksi kedelai nasional hanya sekitar 650ribu ton jauh sekali dengan kebutuhan masyarakat sekitar 2 juta ton, selisihnya pemerintah mengimpor dari Amerika serikat. Nah loh ketika harga kedelai Amrik melonjak 2 kali lipat, sudah pasti produsen pun tidak mampu memproduksi tempe dengan tingginya harga kedele impor tadi, bangkrut lah sentra industri rakyat ini karena masyarakat tidak mampu membeli harga tempe yang pasti akan berlipat harganya.
Dimanakah peran pemerintah selama ini? sudahkan pemerintah punya keinginan dan visi pada sektor pangan ini? jawabnya belum! Pemerintah saat ini belum memiliki grand design , visi dan misi bagaimana mensejahterakan rakyat memelalui sektor pertanian, dimana indonesia adalah negara agraris yang 120 juta rakyatnya menopang hidup dari sektor ini, bisa dibayangkan pemerintah yang tidak punya visi apakah masih kita percaya? nyatanya kita masih memilih mereka pada pemilu lalu, entah rakyat yang bodoh atau mereka yang lebih pintar membodohi rakyat. Kedua tumpang tindihnya koordinasi antar departement dan instansi terkait, ini diakibatkan lemahnya birokrasi, jelas akan sangat berdampak pada kenyataan dilapangan. Menurut saya ini lumrah, karena pemerintahan sekarang gagal untuk mereform birokrasi. Ketiga, kartel pada sektor pertanian, enggak heran kalau impor kedelai dikuasai oleh 3-4 importir besar, sudah pasti harga kedelai bisa mereka atur sedemikian rupa jika pemerintah tidak tegas mengatur mereka. Kelemahan2 tersebut menambah derita rakyat dari hari ke hari, pertumbuhan ekonomi yang didengung2kan yang terbaik pasca krimon 1997 sama sekali tidak menyentuh setor ini, bisa dibilang pertumbuhan ekonomi timbangan sayur, alias berat sebelah. Sehingga bangsa ini ibarat tempe, gampang sekali terkoyak, karena lembek (sebenarnya rakyat apa pemerintahnya yah?
).
Yang perlu dilakukan pemerintah sekarang sebenarnya tidak banyak, karena mereka telah kehilangan momentum dan sudah tidak punya muka lagi dihadapan rakyat. Apa yang terbaik yang bisa kita lakukan, lakukanlah, sesuai bidang kita, keinginan berubah haruslah kita camkan beiringan dengan pengejahwantahannya, karena Tuhan tidak akan merubah keadaan suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya, agar tidak menjadi bangsa tempe.
Selamat Tahun Baru Muharram 1429 H
January 10, 2008Risalah 2008
January 7, 2008Boss ario kali ini ingin menuliskan kembali target2 kehidupan ditahun 2008. Seperti biasanya aku selalu menuliskan impian, harapan, target hidup sehingga bisa membandingan antara target yang ditulis dan hasil yang dicapai, lalu mengambil keputusan, langkah apa yang harus diambil untuk memenuhi target yang tidak tercapai tersebut.
Sebelum menceritakan rencana2 ditahun 2008 alangkah baiknya kita kilas balik ke tahun 2007. Tahun lalu target2 pribadi boss ario banyak sekali yang tidak tercapai, salah satunya riset yang terbengkalai, maklum saja riset berjalan tanpa support finansial, tentu sangat sulit, tapi boss ario enggak mau mengeluh bagaimanapun juga riset tsb harus selesai, sebab ada progres nyata, walaupun belum bisa dikatakan sukses. Target pengembangan diri tahun ini seperti penguasaan bahasa asing jauh dari memuaskan, harus lebih intens dilatih, maklum kuliah inggris, riset dengan bahasa jerman, tentu banyak kosa kata yang tertukar. Untuk travelling sebagai salah satu hobby boss ario, bisa dikatakan sukses, silaturahim ke sahabat di negeri londo cukup menyenangkan. Selain itu bahkan boss ario sempet melancong ke beberapa negara dan kota tujuan wisata, tentunya biaya yang dikeluarkan tidaklah kecil, namun karena banyak sekali penawaran / Angebot penghematan pun dapat dilakukan, bayangkan ke barcelona naik pesawat 26€ bolak balik, lebih murah ketimbang biaya tiket jakarta-surabaya, bener gak? Banyak hal-hal baik yang bisa kita ketahui setelah mengunjungi beberapa negara tersebut, sehingga dapat mengenal kondisi tiap2 bangsa dari bahasa, adat, infrastruktur, budaya, seni, arsitektur apa lagi…… gak ketinggalan, makanan!
Contohnya waktu di Roma boss ario bingung mencari mesjid ternyata ketemu, besar lagi mesidnya, sempet berkenalan dengan orang tunisia, sulit juga berinteraksi dengannya karena dia sedikit berbahasa inggris, akhirnya boss ario mengalah, kita pake bahasa arab, jelek2 gini boss ario pernah kursus loh bahasa arab, akhirnya kepake juga tuh bahasa walaupun udah banyak yang hilang dari ingatan, wajar inggris, jerman semua ditelan, kosa kata banyak yang ketuker. Beliau pun bercerita tentang perjalanan hidupnya, sampai dia tiba disana dan menikahi penduduk setempat, ia berkata , “brother justu saya menemukan islam di italy, sebelumnya saya tidak kenal itu islam, walau saya terlahir sebagai muslim”. Kemudian kita akhirnya berpisah setelah ngobrol kurang lebih 30 menit, kami pun bersaling berangkulan dan mendoakan, uhhhhh….. alangkah indahnya persaudaraan ini. Begitulah secuplik pengalaman boss ario diroma.
Kita kembali ke rencana boss ario di tahun 2008, jelas lulus sekolah adalah tujuan utama mengapa boss ario merantau ke jeman, mudah2an segera bisa maju sidang dan pulang, itu harapanku. Kedua, menikah, siapa sih yang gak mau? insyaallah segalanya dimudahkan Allah SWT, tahun ini… Ketiga, boss ario pengen banget nempatin rumah baru, rumah yang dibeli bapak dan ibu untuk boss ario.. hihi kangen sama rumah itu. Keempat boss ario ingin segera mengamalkan ilmu2 dan pengalaman yang telah boss ario didapatkan disini, karena ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan dan itu yang akan menemani kita di hari akhir nanti.
Terakhir tidak lupa usaha dan doa haruslah benar2 menjadi bagian dari hidup kita, sehingga kalaupun target2 yang telah kita canangkan tidak terkabulkan, kita berserah diri kepada Yang Maha Kuasa bahwa kita telah berusaha, dan berprasangka baiklah bahwa Ia telah mengatur semuanya.
aku kan selalu memupuk pohon kehidupan ini
January 1, 2008Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa tahun sudah memasuki tahun baru masehi. Usia semakin berkurang, satu persatu muncul rambut putih dikepala, wajah yang dulunya lembut bersih dan asri kini lambat laun samar berkerut, pipipun merenggang tak kencang lagi seperti dahulu kala. Sedikit sekali kebaikan yang telah kulakukan dimuka bumi ini, untuk kebaikan diri sendiri saja sulit apa lagi untuk orang lain, yang tertinggal hanya tinggal kumpulan kealpaan, kekosongan bahkan kemunafikan.
Manusia itu ibarat sebuah pohon, berasal dari cikal, kemudian ditanam lalu disemai tumbuh tunas muda, berangsur besar meninggi, bercabang, dengan akar yang menghujam ketanah, dan pucuk yang menjulang tinggi, memberikan naungan, sebuah keteduhan, kesejukan. Tak hanya itu, tiap2 ruas ranting akan menghasilkan buah, yang merupakan saripati dari sebuah proses kebaikan didalam pohon tersebut.
Aduhai indahnya dunia ini apabila aku seperti pohon tersebut, bisa memberikan kontribusi bagi sesama, memberikan manfaat yang sebaik2nya, laksana buah yang manis, yang memakan tentu akan megucap, “duh, luar biasa.. ciptaan Rabbi, enak sekali buah ini manis, menyegarkan dan menyehatkan dimana aku bisa membelinya, mendapatkannya”. Kalaupun buah itu matang dan kemudian jatuh, tentu akan memberikan pupuk bagi dirinya, tak ada yang sia2. Ya, aku ingin sekali seperti buah itu…. !
Tidak…! aku tak ingin menjadi buah masam apa lagi meracuni orang lain, buah yang tumbuh dari proses yang buruk, kurangnya pupuk ruhani, rapuhnya imunitas dari virus-virus kehidupan yang mematikan. Rabbi kuatkanlah jiwa dan raga hambamu ini…, rabbi tuntunlah hambamu ini, sehingga dalam diri ini tumbuh sebuah pohon kebaikan, bagiku juga orang lain.





