Semalam aku ditelfon Kang Misno, seorang bapak guru yang sedang tugas belajar di salah satu universitas di kota ini. Beliau bertanya mengenai bagaimana cara menyusun blog yang baik, sebab bulan lau ketika berkunjung ke kostnya aku mengutak-atik blog beliau supaya tampilannya kelihatan apik. Tapi belakangan beliau kurang puas setelah melihat tampilan blog saya yang “ehem….
“. Tanpa banyak basa-basi aku pandu tahapan men-setting tampilan blognya via telfon. Nah yang menarik dari obrolan tersebut sebelumnya beliau telah membaca salah satu artikelku yang ini. Beliau tertarik karena salah satu orang yang kutulis di artikel tersebut adalah salah satu kolleganya. Tak kira aku akan di-jewer ternyata malah diberi wejangan.
Sebagai seorang pendidik tentu beliau paham benar bagaimana mendidik siswa menjadi seorang yang paripurna. Ada beberapa wejangan yang aku peroleh darinya, saya mencoba menerjemahkan apa yang beliau maksud daripadanya. Dalam sebuah kehidupan manusia dihadapkan oleh berbagai macam tantangan, cobaan, serta hambatan baik dari dalam maupun dari luar dirinya. Untuk mengolah berbagai macam tantangan tersebut maka manusia harus belajar. Kira2 point yang saya dapat ambil dari pembicaraan singkat kami adalah sebagai berikut.
- Belajar bagaimana belajar (learning how to learn)
- Belajar bagaimana melakukan sesuatu (learning how to do)
- Belajar bagaimana menjadi diri sendiri (learning how to be)
- Belajar bagaimana hidup bersama (learning how to live together)
- Belajar bagaimana hidup harmonis (learning how to live harmony)
Sambil mendengarkan apa yang beliau bicarakan saya pun manggut2, ternyata malam itu aku menjadi orang yang sangat beruntung, sebab masih ada orang seperti kang misno yang mau untuk berbagi dan saling mengingatkan. Begitulah hidup ini, bila tidak mau menjadi orang yang merugi, sudah seharusnya kita selalu memperbaruhi keyakinan hidup kita, melakukan amal kebaikan dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Terima kasih, Kang!




