Archive for March, 2008
yang mampir ke blog-ku
March 27, 2008kenapa sih harus (selalu) makan beras/nasi?
March 25, 2008Aku segera menyantap hidangan tersebut sepotong roti dan semangkuk hariroh hidangan sup asal negeri maghribi /marokko, kadang kala roti plus chorba, makanan asli aljazair wah luar biasa deh enak, kenyang dan menyehatkan maklum gratis. Semenjak merantau aku cukup banyak mencoba beragam jenis makanan khas para imigran. Kebanyakan dari makanan khas negara para imigran tersebut saya perhatikan jarang sekali menggunakan beras sebagai makanan pokoknya. Aku pikir hal itu sangat beralasan karena padi tidak dimungkinkan tumbuh di iklim yang ekstrim seperti gurun dan subtropis. Herannya mereka walaupun makanan pokoknya gandum dengan produk turunan roti, mereka tidak selalu makan roti, melainkan mensubstitusi dan meragamkan dengan jenis makanan pokok yang lain, seperti beras/nasi, kentang.
Awalnya memang sulit mengubah kebiasaan ‘harus makan nasi kalo pagi, kalau tidak berarti belum sarapan’, tapi lambat laun aku telah beradaptasi dengan kebiasaan orang di eropa benua ini, yakni mensubstitusi ragamkan pakan pokok, kalau pagi minum susu plus setangkap roti bakar selai coklat atau keju dengan itu aku mampu beraktifitas sampai waktu makan siang tiba, tanpa kelaparan! Sebab di tanah air ketika aku mengkonsumsi nasi pasti jam 9-10 perut sudah lapar lagi, perihnya tak tertahankan. Kemudian untuk makan siang biasanya aku mengkonsumsi kalo tidak pommes friets (kentang goreng) ya kentang rebus plus salad terkadang aku siang hari menjadi sesosok vegetarisch karena aku tidak mengkonsumsi daging BAB I yang biasa disediakan dikantin, itu udah cukup sampe jam 6 petang, malamnya dirumah baru kite makan N.A.S.I. Ketika masih ditanah air suatu waktu emak pernah setiap sore mengukus singkong sebagai menu makan malam kita, cuma itu tidak berlangsung lama karena kita kembali lagi ke kebiasaan lawas kita semua, makan nasi.
Wajar saja jika kebutuhan beras nasional terus meningkat, kekurangan stok pangan diatasi dengan impor beras, karena awalnya masyarakat dipaksakan untuk makan beras, jadi masyarakat ini sudah freaks sama beras! Sempat ketika sedang makan bareng dengan mahasiswa asal libanon, dia menyindir aku. “Saya heran deh dengan orang indonesia, masa pagi makan nasi, siang nasi, malem makan nasi lagi, apa gak bosen!”, ujarnya. Ya saya bilang udah kebiasaan, lagian nasi khan makanan bergengsi (mahal, prestisius) jadi orang indo kaya2, geto… mosok kudu makan singkong, gak level lah! ujarku dengan nada agak kesal. Sepertinya masyarakat sudah harus diubah kebiasaannya dengan berbekal kearifan lokal pemerintah harus memomong membantu rakyatnya untuk menggali kembali potensi pangan setempat. Pemberian kredit lunak pertanian, penyuluhan pra dan pasca panen, pengelolaan dan pemasaran hasil produksi, perbaikan pengairan/irigasi, semua itu adalah upaya yang harus dilakukan pemerintah agar kebutuhan pangan rakyat dapat terpenuhi. Ingat orang papua pernah/masih makan umbi2an, orang maluku makan sagu, orang madura makan jagung. Jadi jangan paksa/biasakan mereka untuk mengkonsumsi beras terus menerus!
hujan salju
March 23, 2008Akhirnya setelah menunggu kurang lebih 3 bulan semenjak hujan salju terakhir, malam ini hujan salju menghampiri kota ini. Memang kota tempat aku tinggal adalah salah satu kota terpanas di jerman tak ayal ketika musim dingin jarang sekali salju menghampiri kami. Semenjak beberapa tahun terakhir pergantian musim memang terlihat aneh, tak jarang ditemui bulan novermber turun salju bahkan salju bisa turun di awal2 musim semi ya kenyataannya memang begitu musim sulit sekali ditebak.
Biasanya jika salju tebal yang kita lakukan selama waktu senggang adalah bermain salju atau mengunjungi daerah yang banyak bersalju seperti di puncak2 bukit. Pemandangan dari puncak bukit ketika salju turun sangat indah yakni hamparan karpet putih yang luas sekali, subhanallah betapa indah ciptaan-Nya. Kalau punya hobbi main ski atau snow board kita bisa melampiaskan hobbi ini yang sulit sekali kita dapatkan ditanah air. Biasanya sih kita cuma datang trus lihat atau pakai alat ski yang biasa dipakai anak kecil, maklum lah diindo khan gak ada jadi kurang terbiasa, baru meluncur beberapa meter sudah jatuh, memang harus dilatih. Lebih khusus lagi jika hujan saljunya sangat lebat dan menyisakan tumpukan salju tebal kita dapat bermain lempar bola salju bersama kawan atau keluarga, tak jarang ditemui anak2 membuat boneka salju. Sungguh mengasikkan sekali.
Ada dua hal yang kurang berkenan jika salju terlalu banyak turun yakni licinnya permukaan jalan, sebab hujan salju lebat sangat mengganggu jarak pandang pengendara mobil ditambah lagi jika salju tersebut sempat cair dan kemudian mengkristal akibat turunya temperatur udara jalanan pun menjadi sangat licin dan berbahaya. Biasanya pihak berwenang segera melakukan operasi rutin dengan meluncurkan mobil pembersih salju, didepan mobil tersebut dipasang alat semacan serokan raksasa untuk menyingsingkan salju kemudian dibelakang mobil tersebut dijatuhkan kerikil2 kecil untuk menambah daya gesek antara ban dan permukaan jalan, sehingga jalan pun aman untuk dilalui. Hal terakhir adalah jauhi tempat2 gelanggang (ruangan luas dengan atap yang tinggi), tempat ini menjadi sangat berbahaya karena banyak kasus terjadi dimana gelanggang tersebut rubuh diakibatkan banyaknya salju yang hinggap di atap gelanggang, tahun lalu berpuluh2 orang meninggal tertimbun gelanggang yang rubuh. Jadi selamat berakhir pekan dan berlibur panjang, gunakan kesempatan turun salju dengan bermain bersama keluarga, anak2, teman, kerabat dan orang2 yang anda cintai.
selamat jalan Pak De’
March 17, 2008Kemarin selesai mengirim pesan pendek elektronik ke emak, aku mendapatkan balasan berupa berita duka, “Yo’ Pak De telah berpulang”, ujar emak. Aku pun tertunduk, sedih merasa kehilangan yang sangat, Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi Wa’fu’anhu. Setelah beberapa tahun merantau aku telah kehilangan beberapa kerabat terdekat dimulai dari Pak Lik yang terkena strok, kala itu usianya belum genap 50. Kemudian menyusul Pak De Dirman tak berselang satu tahun Bu De pun menyusul dan kemarin Pak De Mamo kembali keribaan-Nya.
Pak De, saudara laki2 tertua dari ibuku, adalah seorang Guru SD di Cilacap sempat menjadi kepala sekolah sebelum pensiun, beliau adalah seorang tamatan sekolah guru di Jogja. Dulu jika seorang anak kampung bisa sekolah Guru merupakan sebuah kebanggaan bagi keluarga, seorang guru kala itu adalah sebuah pekerjaan yang terhormat, sangat prestisius. Tidak sia2 eyang (kakek) menyekolahkan beliau sampai ke kota lain, walau hanya seorang Lurah miskin, dengan sebelas orang anak eyang mampu menyekolahkan seluruh anaknya, meskipun cuma sampai sekolah menengah.
Setelah krisis ekonomi kehidupan Pak De dikampung semakin sulit, sebelum krisis pun kehidupan Pak De sekeluarga sangat bersahaja (miskin) dengan memiliki rumah seluas 100 meter yang terletak persis disamping rumah eyang berlantaikan tanah dan bertembokkan anyaman bambu disitulah pak de membesarkan sepupu2ku. Memasak pun bude (istri pak De) masih menggunakan kayu bakar yang membuat atap rumah menjadi hitam kelam dan peralatan masak yang belepotan karena sisa pembakaran arang, air yang dimasak pun rasanya berbeda dengan air ledeng (PAM) rasanya rada2 gimana gitu, air rasa kayu enak juga sih diminumnya heheheh serasa kembali ke alam. Untuk MCK kondisinya tak berbeda (sensor, tak mampu digambarkan, sedih mengiris hati). Tapi dengan keadaan seperti itu Pak De terlihat tidak pernah mengeluh akan kesulitan hidup yang dialami keluarganya, ia pun tetap mengajar menunaikan baktinya untuk kecerdasan bangsa walau pemerintah kurang memperhatikan jasa2nya.
Aku beruntung sekali karena setiap kali lebaran emak pasti mengajakku bersilaturahim ke kampung, kampung emak dan bapak memang tidak begitu jauh, walau berbeda kabupaten, jaraknya hanya kurang dari 15 kilometer menembus gunung tugel (gunung ditembus) di daerah perbukitan menganti-karang jengkol kabupaten Cilacap. Sehingga aku cukup mengenal baik saudara2 dikampung, hampir seluruh warga dikampung memiliki hubungan keluarga dengan kami. Kenangan pulang ke kampung masih terngiang di benak-ku walau aku telah jauh merantau ke negara lain. Petuah2 bijak dari pak De pun sering aku dengar takkala kami menginap dikediamannya, walaupun hanya diterangi lampu petromak dan lanting (makanan khas banyumas) obrolan tidak berkurang hangatnya malah semakin bermakna. Begitulah kenanganku dengan Pak De dikampung, kini dia telah tiada, selamat jalan Pak De semoga Allah SWT mengampuni, memaafkan segala kesalahanmu dan senantiasa memberimu rahmat dialam baka, amin.
selamat ulang tahun emak
March 13, 2008Kemarin emak berulang tahun yang ke-58
Selamat ulang tahun emak semoga Allah SWT senantiasa melindungimu dan mencurahkan segala rahmatnya untukmu
Emak, aku sayang emak, aku kangen emak maafkan anakmu yang belum sempat menjenguk dirimu
Ya Rabbi ampunillah segala kesalahan orangtuaku
yang telah membesarkan dan mendidik aku mengenal Engkau sedari aku kecil
bertemu sahabat lama
March 12, 2008Sedang asik nge-blogging lalu butuh pulpen untuk menulis sesuatu akhirnya ngubek2 laci, yang ada malah paspor. Wah.. iya hampir aja lupa paspor akan habis masa berlakunya, untung aja keingatan jadi senin lalu akupun berangkat ke Konsulat Jendral RI (KJRI) di Frankfurt. Dikarenakan bukan akhir pekan, jadi terpaksa naik kereta ekonomi pake tiket normal dan aku harus turun di beberapa stasiun untuk menghemat biaya iya donk hidup dinegeri orang harus putar otak selama masih ada jalan mengirit biaya ya kita lakukan.
Sayangnya aku tidak cari tahu berita bahwa hari itu ada mogok kerja pegawai Deutsche Bahn (PT. KA nya jerman) sebab beberapa minggu ini cukup sering aksi mogok kerja karyawan jawatan kereta api, akhirnya sesampainya di kota Heidelberg aku tidak mendapatkan kereta jurusan Frankfurt. Apes deh… mana waktu sudah pukul 9.30 sementara pelayanan di KJRI sampai jam 12.30 siang (pagi amat yah tutupnya). Aku lalu tanya ke petugas stasiun yang melayani penumpang, biasanya kita harus tanya ke loket, namun karena hari ini ada mogok mereka bertugas langsung di lapangan dan kadang aktif menghampiri kita ya terlihat kebingungan karena beberapa keberangkatan kereta ditiadakan. Akhirnya dia beri saran agar aku ke kota Mannheim, “dari situ anda bisa lanjut ke Frankfurt naik ICE (kereta cepat)”, ujarnya. Walah…. gak ngelihat apa tampang student gini… naik kereta ICE sama aja pemborosan donk, itu harga tiket bolak baik. Akhirnya aku lanjut ke kota mannheim, sampai disana makin pusing, karena jadwal kereta selanjutnya pukul 10.30 dan untuk mencapai Frankfurt butuh waktu 1.30 menit, kalo naik kerete ekonomi sampai disana kira2 pukul 12.00 hiks padahal KJRI tutup 12.30, gak keburu soalnya belum foto. Akhirnya nombok deh 25€ biarin deh dibela2in daripada sampai disana tutup, soalnya aku harus foto dulu apa lagi persyaratan foto yang harus berlatar belakang merah!
Sesampainya di KJRI waw…. rasanya kyk pulang ke indonesia maklum baru pertama kali main ke KJRI Frankfurt padahal udah 4 tahun lebih dinegeri orang, seharusnya segera lapor tapi belum lapor juga setelah pindah dari berlin 4 tahun yg lalu. Biasa deh kalo masuk lingkungan indonesia dari bahasa sampai birokratnya pun mirip sama di tanah air, persyaratan memperpanjang pasport pun lumayan banyak, kita diharuskan mengisi beberapa formulir yang sebenarnya gak perlu, karena dalam formult tersebut ada isian sama yang harus ditulis kembali! mengulang2 data yang sebenarnya sudah ada, jadi mirip ujian pegawai negeri tahu nggak! Bahkan ada seorang WNI yang mengeluh dia mau pulang ke indonesia cuma transit ke malaysia dulu, semua bukti tiket harus dilampirkan padahal tiket dibeli online, kyknya prosedurnya susah banget, beda gitu kalo kita lagi ke kantor kecamatan dikota tempat kita tinggal 3 menit selesai. Ini aku hitung2 waktu bisa habis 30 menit untuk isi formulir ini dan itu. Tapi gak apa2 deh dibela2in 5 tahun sekali ini, pantes indonesia gak maju2.. ujar seorang WNI di sebelahku. Ya udah akhirnya setelah cape ngurus semua beres, sisa kekurangannya dikirim via fax karena akte kelahiran, matrikulasi dan surat lapor diri di kecamatan tidak terbawa.
Eh ndilalah.. sebelumnya pas mau sampe KJRI ketemu bos hendro di tengah jalan, sahabat lama yang sudah pindah kota. Dia pun baru saja mengurus perpanjangan paspor dia datang bersama istrinya. Wah sudah lama tidak bertemu dia kira2 2 tahun, sejak dia mendapat kerja di kota Nuernberg. Padahal janji ingin bertemu dia susah sekali terlaksana eh malah kita ketemu disini. Dia pun jalan duluan karena urusannya selesai dahulu tapi dia tunggu saya dipusat kota maklum karena sudah lama tak berjumpa jadi kita hang out dikit lah. Karena kota frankfurt awam untuk kita, maka kita minta petunjuk bang Taufiq untuk menunjukkan kepada kita wisata kuliner apa yang O.K disini, akhirnya restauran Thai Fun terpilih menjadi tempat kongko-kongko kita. Heheheh lumayan ditraktir (yang sudah kerja traktir yang belum kerja, it’s my rule), cukup lama kita ngobrol bareng yang biasanya cuma ber-YM ria, maklum kopi darat setelah 2 tahun. Obrolan tentang kota tempat kita tinggal dulu bersama sampai obrolan ttg masa depan tidak luput dari perhatian kita, hari pun beranjak sore dan diluar mendung gerimis disertai angin kencang (musim pancaroba) kita pun harus berpisah pulang ke kota masing2, mmmm… bos hendro kagum dan salut untuknya, seorang anak muda yang sangat cerdas penuh canda dan rendah hati. Sebelum naik kereta kita pun berpose dulu untuk kenang-kenangan, yang dikemudian hari hal tersebut akan menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan. Sampai jumpa sahabatku semoga kita kan bertemu kembali.
minyak..minyak…. antre minyak
March 8, 2008Waktu kecil kira2 masih disekolah dasar, emak kadang memintaku untuk belanja ke warung membeli kebutuhan pokok, kalo tidak gula telor atau minyak goreng terkadang sekalian membawa dirijen kecil untuk membeli minyak tanah. Saya heran padahal sudah sejak lama keluarga kami memakai gas untuk memasak. Lama2 gas gak keober yo, ujarnya dengan logat bahasa jawa kulonan ooooo gitu mak, aku pun mengangguk. Iya harga gas makin melambung tinggi, pertama kali kami memakai gak kalo tidak salah harganya 9500/kaleng tidak tahu harganya berapa sekarang, setelah 5 tahun kami beralih ke gas akhirnya kami kembali memakai minyak tanah. Ku bergegas ke warung dan dengan mudahnya aku mendapatkan segala kebutuhan dapur yang diminta emak berikut satu dirigen kecil minyak tanah, sama sekali tidak membayangkan bahwa 18 tahun kemudian segalanya menjadi berubah.
Iya! Jaman sekarang untuk mendapatkan minyak tanah 5 liter saja harus antri dari subuh, bahkan semua anggota keluarga pun dikerahkan. Saat tulisan ini akan dimuat, ada warga yang tewas akibat kelelahan mengantri minyak tanah. Waduh… ada apa gerangan? apakah kita kembali ke nostalgia jaman revolusi kah? pertanyaan ini tidak perlu dijawab. Lah kenapa gak dijawab, pokoknya repot deh menjawabnya, mau mulai dari mana coba?
Tapi jikalau bisa kita runut ke lembaran sejarah republik ini pasca nasionalisasi perusahaan energi asing oleh pemerintah kala itu dipimpim pemimpin besar revolusi kita Ir. Sukarno, pemerintah telah mengamankan sumber2 energi yang pada akhirnya suatu saat akan dinikmati oleh rakyat. Pemerintahan pun berganti sumber2 energi itupun dilambat laun dikuasai asing. Pemerintah tidak berupaya melakukan inovasi bagaimana mencari sumber energi baru, bahkan BUMN yang ditugasi mengelola sumber energi tersebut menjadi wahana sapi perah oleh keluarga dan kroninya bagaimana ingin melakukan riset dan pengembangan energi baru wong perusahaan saja merugi (padahal direktur dan kroninya kaya gila…).
Jadi andai kata pemerintah tidak lupa mengurusi rakyatnya (ingat loh 230 juta orang saat ini tahun 2030 bisa 300 juta) dan punya keseriusan 1 bidang aja…. please donk 1 bidang aja yang serius, gak muluk2 deh, tentunya kejadian seperti mengantri minyak tanah sudah tidak ada pada kamus indonesia baru. Eh…. sayangnya pemerintah bukannya lupa bahkan sudah buta, tuli bahkan telah membisu sehingga kejadian itu pun berulang.
musim pancaroba
March 6, 2008Memasuki bulan maret di eropa peralihan musim dingin ke musim semi mulai terasa, angin bertiup sangat kencang, suhu udara naik turun, trus biasa.. hujan. Musim pancaroba bisa dikatakan demikian, biasanya orang2 mulai terserang penyakit musiman, antara lain demam, pilek biasa lah…. Gimana gak kena penyakit kalo hari ini suhu 2 derajat lalu besok sampai 15 bahkan bisa 18 cerah lagi, eh besoknya lagi hujan turun sedikit jadi 13-14, besoknya turun lagi drastis bisa 2 derajat. Yang kayak gini kudu hati2, perlu trik khusus biar gak ambruk kenal influensa. Yang gw lakukan sih gampang aja (Gus Dur mode ON) banyakin minum susu (mahal euy sekarang), tidur yang cukup jangan banyak begadang (Bang Haji mode ON), trus sedia payung sebelum hujan. Lebih lagi sebaiknya olahraga tidak ditinggalkan walaupun cuaca diluar tidak bersahabat, ya lari2 kecil gitu deh, soalnya disamping asrama gw berhadapan langsung dengan hutan jadi ya kalo joging tinggal masuk hutan aja, jagger kale…..
Nah kalo musim pancaroba tadi bisa menyerang manusia, gawatnya gak cuma manusia yang kenah getahnya, rumah kendaraan dan fasilitas umum jadi korban. Iya lah dengan angin berkecepatan mencapai 200 km/h, semua yang dilewatin punya kemungkinan buat terbang. Kalo di USA namanya hurrikan, cuma kalo disini orang biasa sebut dengan Okan. Kalo di indonesia (betawi punya) angin puyu. Di dijawa orang sebut apa yah?….. mmmmm wedhus gembel ya? ehhh bukan kyknya! angin lisus. Beberapa hari yang lalu hampir saja ada pesawat yang jatuh akibat kencangnya angin disertai dengan badai ini buktinya.
malah sudah ada korban jiwa di sebelah utara jerman, biasa kebanyakan orang tua jompo, ada ynag meninggal gara2 terpeleset, bahkan ada rumahnya yang roboh gak sempat menyelamatkan diri ditambah lagi lokasi kejadian yang tidak jauh dari laut utara Nordsee sebab angin berhembus kencang sekali. Belum lagi kerugian yang diakibatkan badai ini, jawatan kereta api jerman merugi jutaan euro akibat rusaknya kereta akibat terhantam oleh pohon yang tumbang.
Foto-foto diambil dari www.stern.de
Mudah2an musim pancaroba ini cepat berlalu sedih kalo ada tetangga yang susah akibat bencana alam. Seperti biasanya jika ada bencana alam pemerintah negara federal jerman segera bertindak dengan mengirim regu penolong Feuerwehr (bahasa indonesianya blanwir) agar warganya segera dapat diselamatkan. Mereka punya manajemen bencana yang baik sekali, tim2 regu penolong bekerja dengan cekatan dibantu dengan alat2 berat yang moderen, sehingga memudahkan upaya penyelamatan. Hal2 ini perlu dipelajari oleh pemerintah republik indonesia, penanganan dari mulai bencana sampai pasca bencana, jangan sampai 2-3 tahun setelah bencana rakyat masih tinggal di tenda pengungsian kasihan mereka sudah menderita bantuan pun diselewengkan jadi mohon jangan sampai ditelantarkan. Sekian dulu laporan khusus…..
anak indonesia, setumpuk harapan itu ada padanya
March 2, 2008Dalam minggu ini aku membaca beberapa surat kabar elektronik, ternyata isinya kebanyakan berita kurang baik yang membuat sedih, geram, bahkan mulutku sampe komat kamit ngedumel, sebenarnya apa yang terjadi dengan bangsa indonesia? Bila anda berada di tanah air bisa jadi anda dapat merasakan langsung apa yang terjadi, bahkan mungkin tetangga, keluarga bahkan bisa jadi anda sendiri yang menjadi korban. Jika pandangan itu diambil dari negeri sebrang yang tidak merasakan langsung apa yang terjadi mungkin orang bisa bilang, situ enak di Luar Negeri (LN) gak merasakan langsung, jadi bisa kasih komentar. Masih baik mau kasih komentar, daripada masa bodo! Intinya saya ingin merasakan pula kepedihan yang dialami rakyat indonesia ditanah air.
Hal yang ingin saya kemukakan disini adalah cara berfikir bangsa ini yang kurang memposisikan anak/generasi muda indonesia sebagai investasi masa depan. Masalah2 ekonomi dan sosial yang sedang menghimpit bangsa ini berimbas langsung kepada anak-anak, dimana perhatian terhadap mereka seolah2 hilang ditelan hiruk-pikuknya berita politik, korupsi, hingar-bingar dunia selebritis dan entertaiment bahkan dari kalangan pendidik pun ada (tidak semua) yang memperparah kondisi mereka.
Hari ini ada berita mengenai siswi Sekolah Dasar sebut saja tika, di salah satu propinsi di pulau sumatra yang mutung, malu berangkat ke sekolah karena diejek teman-temannya lantaran orang tua siswi tersebut menunggak pembayaran sumbangan WC sekolah! (jaman gene masih ada sumbangan WC). Sang kepala sekolah menegur si siswi tadi beberapa kali didepan kawan2nya. Bahkan siswi tersebut telah di dikeluarkan pihak sekolah. Du gusti ko ya tega2nya gitu mereka memperlakukan anak didik seperti itu. Lebih lagi ko ya masih ada sumbangan2/pungli yang masih dibebankan oknum guru kepada anak didik. Dan masih banyak tika-tika lain yang mengalami nasib serupa bahkan lebih parah lagi.
Lain lagi dengan nasib sebut saja anto, dia kehilangan ibunya yang bunuh diri dengan cara menggantung diri. Sang ibu tak kuasa menanggung beban hidup yang semakin berat dan menghimpit kehidupan mereka, belum lagi ayah anto yang telah meninggal dunia. Sehingga praktis sang ibu bekerja membanting tulang untuk menghidupi keperluan sehari2. Hidup anto pun menjadi tak menentu karena orang yang selama ini mengasuhnya telah tiada.
Begitulah indonesia yang orang dahulu bilang mutiara katulistiwa, bangsa yang bergelut dengan berbagai persoalan. Yang terpikir dalam benak saya adalah bagaimana nasib anak2 itu 5, 10 20 tahun kedepan apakah nasib mereka akan sama dengan pendahulu2nya? jangan sampai kemiskinan melahirkan kemiskinan baru, janganlah ini terjadi.






