Archive for April, 2008

Germindo

April 21, 2008

Dari asal Berasal dari German (bahasa jerman) dan Indonesia (bahasa indonesia), adalah sebuah bahasa indonesia tidak resmi yang memasukkan unsur-unsur kosakata bahasa jerman. Biasanya bahasa ini digunakan oleh komunitas masyarakat indonesia baik student maupun pemukim perantauan di negerinya Ongkel Hitler ini. Karena banyak sekali kata2 dalam bahasa jerman yang mudah sekali diselipkan ke percakapan bahasa indonesia sehingga bahasa baru ini cukup ngetrend dikalangan tadi.

Germindo juga memasukkan unsur bahasa2 gaul, jika bahasa ini digunakan diluar wilayah ini maka sang lawan bicara pasti akan kesulitan memahaminya, kecuali mereka yang pernah merantau ke negeri ini. Tentu saja secara kaidah bahasa resmi yang baik dan benar, bahasa ini sangat rusak secara gramatik bahkan dapat berimbas pada keaslian bahasa indonesia itu sendiri. Bisa kita lihat fenomena sekarang dimana artis2/anak2 lulusan amrik, UK, OZ membawa bahasa gaul (baca: indolish) ke tanah air, sehingga bahasa tersebut cukup terkenal dikalangan anak muda. Gak perlu panjang lebar deh, sekarang gue kasih contoh kalimatnya.

“Eh, kemaren elu dah terima duit Ueberweisung-an gw belom? “(ueberweisung=kiriman)

“Gue mah so wie so bakal Urlaub ke indo abis Pruefung ntar. “(so wie so=bagaimanapun juga, urlaub=liburan, prufung=ujian)

“kalo gue mah egal aja”. (egal=terserah)

Scheisse gue lupa bawa buku elu” (Scheisse=kotoran) maaf! :)

dan masih banyak sekali contoh lain yang tentunya gak perlu panjang lebar saya tuliskan disini.

Sebenarnya kalo kita ingin telusuri agak jauh, fenomena penggunaan kosa2 kata asing ke dalam bahasa indonesia ini bukan merupakan hal yang “luar biasa dan baru”, karena kakek-nenek kita dulu yang mengenyam pendidikan belanda pasti sudah pernah menggunakan bahasa model tersebut atau bisa kita lihat dalam filem2 tahun 80-an, seperti pitung, atau WARKOP DKI. Sekarang pilihan anda lah apakah akan menggunakan bahasa model tersebut atau tetap pada bahasa indonesia penutur asli, yang jelas ketika kita berusaha menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar, pada saat itulah kita telah melestarikan budaya dan jatidiri kita sebagai anak bangsa indonesia, tapi kesemuanya itu semua terserah pada anda.

bangga berbahasa

April 17, 2008

Pada akhir-akhir ini saya jarang sekali bertemu seseorang secara langsung yang baik dan benar dalam ber-bahasa (baca: bahasa indonesia), mungkin bisa dihitung dengan jari walaupun sebenarnya berbahasa yang baik dan benar itu tidaklah sulit, hanya kadang orang lebih suka menggunakan bahasa tidak resmi (baca: gaul), bahkan saat ini sangat trendi dikalangan anak muda, bahasa di campur aduk dengan kosa kata asing, sehinga kelihatan gaul, keren dan moderen, sedihnya bahkan bahasa tidak resmi tersebut telah digunakan dalam forum-forum resmi :( . Makin rusaklah keaslian bahasa nasional kita ini.

Saya sendiri dilahirkan oleh sebuah keluarga jawa, sehingga bahasa ibu saya adalah basa jawa. Namun dalam praktiknya kemampuan bahasa jawa saya tidaklah baik karena saya dibesarkan dilingkungan betawi. Sebagai jalan tengah dalam berkomunikasi akhirnya saya pun lebih suka menggunakan bahasa sebagai percakapan sehari-hari, baik dirumah maupun disekolah, sedang di sekitar lingkungan bermain saya cukup banyak menggunakan dialek betawi. Setelah melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi saya mempelajari beberapa bahasa asing, bahasa inggris adalah bahasa asing kedua saya, setelah bahasa arab yang saya telah pelajari diwaktu kanak-kanak. Kemudian saya mencoba peruntungan :D dengan mempelajari bahasa perancis, dan gagal, sekarang tidak tersisa sedikit kosa kata dalam bahasa tersebut. Sayapun mencoba mengulang kembali pelajaran bahasa arab dengan mengikuti kursus bahasa arab, 2 tahun saya mendalaminya, namun dikarenakan naik turunnya semangat, akhirnya program tersebut tidak pernah saya ikuti sampai selesai, sempat sedih dan menyesal tetapi sudahlah semua sudah berlalu. Sebenarnya sampai saat ini saya belum tahu apakan saya punya bakat berbahasa asing, karena sekarang saya sedang belajar bahasa jerman, lebih lagi sampai bisa tinggal dinegara asli dimana bahasa tersebut diucapkan, tentunya sangat membantu kelancaran belajar bahasa tersebut. Dari berbagai macam bahasa telah pelajari dalam bertuturkata seringkali saya mencampuradukkan segala kosa kata yang ada, dari bahasa, bahasa inggris, arab, jerman, ditambah bahasa betawi dan gaul semuanya jadi satu, sehingga saya bisa dikategorikan warga negara yang kurang baik dalam berbahasa :D .

Dari pengalaman-pengalaman tersebut saya dapat sedikit menyimpulkan bahwa, alangkah baiknya jika kita sebagai orang indonesia sudah sepatutnya bangga berbahasa. Bahasa yang telah kita pelajari semenjak bangku sekolah dasar hingga pendidikan lanjut tentunya menjadi modal kita untuk dapat berbahasa dengan baik dan benar. Berbahasa yang baik dan benar menunjukkan kearifan seseorang, bukti bahwa ia seorang warga negara yang paham dan menghargai bangsanya. Berbahasa baik dan benar merupakan salah satu bukti kecintaan kita pada tanah air.

berolahraga

April 14, 2008

Semenjak pindah ke kota ini (karlsruhe), sebelumnya saya tinggal di berlin selama 6 bulan, frekuensi berolahraga saya semakin meningkat. Pada musim dingin biasanya saya berolahraga (jogging) 1 minggu sekali (kalo lagi rajin :D ) menembus udara dingin yang kadang dipenuhi tumpulkkan salju. Tentunya kegiatan ini sangat beralasan karena ditopang dengan baiknya sarana umum seperti jalan yang ditata dengan apik dengan predestrian disisi kiri-kanan jalan, lapangan sepak bola, bola basket, tenis meja, tenis lapangan, semua sarana tsb disedikan pemerintah kota dengan cuma2 artinya kita tidak perlu membayar retribusi ketika berolahraga ditempat tersebut. Banyaknya fasilitas umum seperti sarana olahraga, taman kota dan tempat bermain memungkinkan penduduk untuk menghabiskan waktu luang ditempat2 yang telah disebutkan tadi.

Seperti saya bersama teman2 student disini, jika tak ada aral melintang (cuaca dingin, hujan, becek :D , becek lagi deh…) maka kami bersepakat bermain basket. 2 tahun yang lalu kami sempat mengadakan liga sepakbola satu kota, dengan beberapa jumlah tim, namun seiring dengan selesainya masa studi teman2 maka satu persatu orang2 tersebut meninggalkan kota ini, ada yang pulang habis ke tanah air ada yang menetap dikarenakan mendapat pekerjaan dikota lain. Akhirnya bermain basket pun dipilih cukup hanya dengan 3 lawan 3 pertandingan pun bisa dimulai, letaknya permainan tidak jauh dari pemukiman kami kurang lebih menempuh waktu 10 menit naik sepeda kita sampai ke tujuan, persis di sebelah kantin disisi timur kampus. Ada 3 lapangan, sepakbola, baset dan bola voli, sekali lagi favorit permainan kami adalah bola basket.

Rutinitas dan kepenatan selepas belajar atau bekerja sudah barang tentu terobati dengan berolahraga, selain menjaga kesehatan juga tetap menjaga hubungan dengan kawan2 karena sulit sekali bertemu di hari kerja. Mungkin ada yang bilang hal ini sulit untuk dilakukan dengan berbagai macam alasan, yakni sudah berkeluarga sehingga repot jika membawa anak-istri, atau malu sama tetangga, merasa risih, masa sih udah jadi boss masih main sama anak2 muda!!. Janganlah terbawa alasan2 klasik diatas, jika perlu ajaklah keluarga atau teman2 anda untuk berolah raga, tidak perlu risih, saya kadang bermain basket dengan teman2 yang usianya jauh lebih muda dari saya, mengasikkyan juga karena bisa cari tahu apa yang sedang ngetren dari ABG2 sekarang :D , bahkan tak jarang kita bisa belajar atau berbagi banyak dari anak2 ABG tsb. Lebih lagi kita bisa meredam hasrat/jiwa konsumerisme dengan menyalurkannya melalui olahraga, kunjungan2 ke pusat2 perbelanjaan/mal bisa di kurangi dengan berolahraga. Sekali lagi selamat berolahraga.

menyebalkan…

April 9, 2008

Biasanya jikalau ingin ke kota saya tinggal naik bis, didepan asrama ada halte yang kalau pagi dan sore bis datang setiap 15 menit sekali. Nah mulai bulan akhir february kemarin ada perbaikan jalan di perempatan jalan menuju pusat kota, sehingga praktis rute bis dialihkan dan tidak akan melewati asrama kami sampai pertengahan bulan apri mei. Tentunya hal ini sangat menyebalkan karena kita harus berjalan sekitar 15 menit untuk menuju pusat kota, repotnya musim semi tahun ini cuaca sangat buruk dingin dan basah, mana hujan, gak ada ojek, becek lagi :D ah pokoknya repot sekali, mobilitas kita sangat terhambat karenanya.

Aku cukup heran, mengapa? karena perbaikan hanya mencakup jalan sepanjang kurang lebih 100 meter, dikerjakan dalam jangka waktu 3 bulan. Padahal jalan yang kita lalui tersebut tidak rusak parah hanya bopeng2 kecil, paling tidak jika ditanah air cukup di poles aspal atau ditambal saja kemungkinan 1 minggu selesai sehingga bisa langsung digunakan, urusan kualitas jalan ya nomer sekian, yang penting jalan sudah diperbaiki dan pemerintah setempat dapat menunjukkan ke publik, itu loh jalan sudah kami perbaiki……..! Nah disini ternyata lain, pemerintah kecamatan mendatangkan traktor berbagai macan jenis dari yang besar hingga trakor mini, mula2 aspal jalan di ‘kerok’ semuanya hingga kedalaman kurang lebih 1 meter dibawah permukaan jalan, gorong2 diperbaiki, jaringan air minum, listrik (dibawah tanah) dan telekomunikasi diperbaharui (perawatan dan perbaikan serta pembaruan) baru setelah selesai semua, langkah berikutnya proses pengerasan badan jalan dengan beberapa lapis dan jenis batuan, rapih deh…. Setelah agak tinggi trotoar dan tempat parkir didesain ulang menngunakan cone block, baru deh terakhir pengaspalan jalan. Hasilnya ‘ciamik‘ rapih bersih dan berkualitas, badan jalan terasa sangat padat dan mungkin perbaikan selanjutnya 20-30 tahun mendatang. Ya gak apa2 deh nunggu 3 bulan hitung2 olah raga jalan cepat, dari pada jalan diperbaharui 1 minggu dengan kualitas pas2san toh akhirnya ‘bakal rusak lagi’.

Banyak sekali hal2 yang dapat dijadikan bahan pengalaman antara lain, tukang2 perbaikan jalan tersebut sangat profesional, mulai jam 8 pagi pulang jam 4 sore, 30-45 menit istirahat, sangat efektif waktunya, dan ahli menggunakan alat2 berat serta pertukangan, tentang keselamatan kerja sangat mereka perhatikan dengan menggunakan alat2 pelindung kerja serta rambu2 kerja mereka taati, sehingga jarang sekali terjadi kecelakaan, hasil pekerjaanya pun terlihat perbedaannya dari hari ke hari, rapih teratur dan sama sekali tidak terlihat ‘asal2an’. Pekerjaan pun dilakukan sekaligus karena jaringan listrik air dan telpon berada di bawah tanah sehingga proyek tersebut merupakan proyek bersama. Luar biasa deh, puas gitu melihat hasil pekerjaan orang, jadi pembayar pajakpun rela uangnya dipotong untuk biaya pembangunan.

saya kembali…

April 7, 2008

Alhamdulillah, saya bisa kembali menulis di blog ini setelah kurang lebih 10 hari tidak aktif dari dunia blog. Bukan tanpa sebab saya ‘menghilang’ adalah kondisi cuaca yang tidak menentu (hujan, panas kemudian hujan lagi) menyebabkan kondisi kesehatan menurun akhirnya gak sempet mampir deh ke blog anda sekalian. Biasaa lah… secara ofisial musim dingin sudah berlalu, sekarang memasuki musim semi, dahan2 pohon, ranting2 kayu mulai ditumbuhi bakal daun, kuncup2 bunga mulai merekah dan mekar memancarkan semerbak wewangian.. sungguh indah, walaupun demikian bukan berarti kita harus menanggalkan jaket tebal bahkan harus siap sedia jaket multi fungsi sebab belakangan ini angin kencang disertai hujan lebat selalu menghantui kita, jadi harus pintar-pintar, kalu tidak bisa kembali jatuh sakit.

Ternyata 1 hari saja enggak ngeblog itu tidak menyenangkan, apa lagi 10 hari… banyak informasi dari kawan yang terlewat, kejadian2 yang dialami tidak segera dituangkan keblog menjadi hilang dalam ingatan, tapi tak apalah hidup akan selalu berputar dan akan ada pengalam2 menarik yang dapat dikisahkan dan dibagi bersama. Terima kasih teman2 yang sudah mampir dan kasih attensi khusus ke saya agar segera aktif kembali dalam dunia per-blog-kan. Segera saya akan mampir ke blog sedulur sekalian.