saatnya berbenah…
May 1, 2008 by Resi Bismo
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, siang berganti malam, musim dingin berganti semi, ku rasakan diri ini banyak kehilangan waktu dan kesempatan. Waktu untuk belajar, berusaha dan berdoa, waktu untuk berjuang meraih cita2 akhirat, seakan tenggelam ditengah hiruk pikuknya kenikmatan dunia yang menyilaukan ini. Dunia memang indah, teramat indah untuk dijadikan sebuah akhir kehidupan atau sebaliknya dunia itu kejam, teramat kejam untuk dijadikan sebuah akhir pembalasan. Berloba ria, kealpaan hidup menyergap jiwa-jiwa yang hampa ini, menyeruak bak bau bangkai dikelilingin ulat2 busuk kemunafikan diterangi cahaya kebatilan kemudian ternoda oleh sebuah kepalsuan yang tak kenal asal-usulnya. Oh…. masih adakah kesejukan yang dapat menyelimuti hati ini?
Saatnya berbenah, membereskan file-file kehidupan, menata kembali katalog duniawi, menulis kembali lembaran ukhrowi baru dan tak lupa meng-klik tombol empty pada lamunan2 duniawi agar kehidupan ini bermakna kembali dalam sentuhan rabbani.
Ooo.. Unser Herr, gib uns im Diesseits Gutes und im Jensets Gutesm und bewahre uns vor Strafe des (Höllen) feuers


dunia itu memang fana mas…
mas, itu artinya apa..
soale diriku cuma ngerti “ich heise hangga” doang
Hi! Tulisanmu yang ini sangat dalam, membuat aku teringat pertama, dengan janji pada diri sendiri untuk membuat planning hidup yang lebih baik. Kedua dengan perasaan ruwet yang selalu menyelimuti hati ini tentang kehidupan–”hiruk pikuknya” seolah tidak memberi kesempatan untuk berlama-lama terlena sampai terkadang energi ini habis terserap berlomba dengan waktu tanpa kemajuan yang berarti untuk hidup dunia akhirat. Seandainya rotasi dan revolusi bisa diperlambat tanpa merusak tatanan semesta…
ps. yang terakhir itu artinya apa Boss?
Wahh….ternyata Ario pintar membuat kata-kata indah…ini gara-gara menulis blog atau sudah punya bakat sejak dulu….
Kalau motto yang selalu didengungkan pada anak-anak adalah
“Hidup ini harus bekerja keras…”
Rescheduling Life…..
Ketika ingin duniawi adalah jemu2 yang tak berujung
maka opsi ukhrowi harus mendominasi….
sama2 Smangat ya om resi,
teruslah bergerak, karena DIAM itu meMATIkan
“Mit dem Namen Allahs, des Allerbarmers, des Barmherzigen”
aku taunya ini aja, ini pun boleh copas ^_^
mmmm…itu lah hidup terkadang kita gak sadar sebanyak apa waktu yg terbuang dan sesempit apa waktu yang diberikan
translet yang terakhir mas…ndak ngerti…
Alhamdulilah, om resi ini dah kumpul dg keluarga.. semua berjalan atas ijin Allah.
hari ini saya kontak via tilpo dengan mas ikhwan yang sedang bertugas di yogyakarta.
moga2 besok bisa ketemu dan sharing pengalaman kerja.
salam untuk semuanya.
have nice days
yups!
merevisi cetak biru kehidupan itu penting.
untuk menghargai diri sendiri.
untuk mengharai kehidupan.
semangaaatttt!