gambar diambil dari www.flugzeugbilder.de
Setelah kurang lebih 7 jam terbang dari frankfurt, alhamdulillah akhirnya kita tiba selamat di bandara international doha qatar. Sebelum mendarat ku sempatkan menengok kejendela, wah ternyata yang ada hanya hamparan gurun pasir yang gersang dan tandus, kalo dipikir begimana orang bisa hidup di padang gurun kering dan tandus itu. Namun dibalik tanah yang tandus dan gersang tersebut tersimpan miliaran kubik meter qas alam, yang mana dengan hasil alam tersebut telah menempatkan negara qatar menjadi salah satu negar terkaya di dunia, dimana pendapatan perkapita penduduknya mencapai kurang lebih 80k US dollar. Miliaran dollar hasil gas alam tentunya sangat mudah dibagi kepada penduduk yang hanya berjumlah 0,9 juta, dengan komposisi 40 qatari dan sisanya 60 persen Ausländer (orang asing, termasuk pekerja indo yang jadi ekspat disana).
Tak heran karena negara yang kaya membuat banyak orang asing berlomba2 untuk merauk rejeki darinya, gak heran kalo banyak sekali orang india dan pakistan disini selain berdekatan dari segi geografis juga orang india dan pakistan menguasai bahasa inggris, sehingga merekapun sangat mendominasi job market dikawasan ini, kalo untuk asia tenggara philipin masih merajai lah. Nah dimana posisi indonesia? saya pun karena belum pernah tinggal diqatar sangat awam mengenai berapa jumlah orang ataupun jenis pekerjaan mereka. Namun kiranya banyak pkerja ahli indonesia yang bekerja pada sektor MIGAS. Yang jelas dengan adanya para pekerja MIGAS indonesia, paling tidak meningkatkan harga diri bangsa ini lah, sehingga gak melulu cuma bisa ekspor tenaga kerja informal.
Selama menunggu beberapa jam di airport lumayan banyak orang indonesia yang seliweran, heheheh
saya ngelihatin aja, merekapun juga merhatiin jadi malu, makannya kalo papasan dengan mereka saya agak belaga cuek gitu, anggap aja kyk di jakarta.
Siap2 check in nich.. jangan sampe ketinggalan pesawat karena flight doha-jakarta lumayan memakan waktu lama, 15 jam bo’. Banyak berdoa supaya dalam perjalanan lancar dan selamat sampai tujuan, bismillah.
Tags: pulang kampung, transit



June 14, 2008 at 11:55 pm
Mas, bikin novel, judulnya “Kembalinya Anak Bangsa” hihih
Akhirnya pulang juga ya…..
Kalau di sana ladang minyak , kita juga punya kekayaan yg terpendam didalam sana. Di itung2, kita punya tambang aspal (bukan asli tapi palsu ya), punya tambang emas, nikel, timah dan masih banyak lagi. Selain tambang, tanah kita subur, nanam apa aja numbuh. Tetapi mengapa dengan berbagai “harta karun” yang dimiliki tetap gak membuat negara ini makmur?. ….bi-ngung-bi-ngung ku-me-mi-kir-nya….
June 15, 2008 at 12:15 am
Mereka ngeliatin ya mas, pasti dalam hati mereka mengatakan ” wah ada teman sebangsa nih, udah gitu guanteng banget lagi” hehehe
Emang gitu mas, kalo sama2 dirantau . Jangankan jauh-jauh disana mas, disini saja di Sorowako sini, kita sesama pendatang selalu ingin menjalin silaturrahmi, dan kalo ada pendatang baru, pasti segera disamperin dan akhirnya akrab satusama lainnya. Mungkin krna merasa sama2 pendatang kali ya. Ada rasa seperjuangan gitu…
June 15, 2008 at 5:49 am
Loh, katanya pulang ke Jakarta???
” kok jarang diunggah di tajuk berita ya? Kok banyak masalah TKI Malaysia ya? Jadi bingung…
Iya, berita yang seperti itu: “Pekerja Indonesia jadi tukang minyak
June 16, 2008 at 12:55 am
hmm.. perjalanan yg cukup panjang bos ario. eh pulang kampung nih ceritanya..
selamat datang lagi di tanah air..
June 16, 2008 at 1:05 am
Kira-kira sekarang udah tiba di Jakarta ya? Welcome back
June 16, 2008 at 7:19 am
so…apakah sudah di jakarta? Main2 ke duri ya mas…katanya mo kerja disini….disini juga Ladang Minyaknya buaaannnyaaakkk..pipanya aja terbentang dari ujung ke ujung gak putus2, bedanya di sini di kelilingi hutan bukan gurun
June 18, 2008 at 4:01 am
Doha-Jakarta 15 jam…lama ya?
Saya paling malas kalau bepergian jauh, sulit tidur…akhirnya sampai di tujuan badan terasa lelah, jet lag……iri rasanya melihat orang lain bisa tidur nyenyak, dan akan segar bugar saat sampai ditempat.
Wahh jangan-jangan ke Jakarta sekalian melamar nihh…mau berapa lama?
June 18, 2008 at 11:21 am
Hello, Mas Ario, bagaimana sudah sampai di Jakarta sekarang khan ?. Masih tetap ngeblog khan ? hehehe….
Best Regard,
Bintang
http://elindasari.wordpress.com
June 18, 2008 at 11:13 pm
Kalo menurut Wikipedia, Qatar memiliki PDB per kapita tertinggi di dunia
June 20, 2008 at 5:59 pm
catatan perjalanannya yang asyik nih.. skarang pasti udh sampai di rumah ya??
June 22, 2008 at 7:06 am
wah moga datang ke Jakarta dengan sehat dan selamat
selamat datang sahabat
June 25, 2008 at 3:06 am
Qatar adalan world economic global sekarang !
June 26, 2008 at 11:19 am
Hanya numpang lewat juga deh…soale pak guru lagi sibuk nih…
June 28, 2008 at 12:15 am
dah sampai jakarta Yo….
orang2 indonesia yang di qatar tuh kebanyakan TKI atau expertise di minyak Yo?…
btw… masak mereka ga kenal kamu… wah jangan2 mereka buta blog dong… hehehehe
June 30, 2008 at 3:58 pm
wah mas ario pulang ke jakarta..
oleh2 buat diriku gak lupa kan mas??
June 30, 2008 at 4:07 pm
pokoke ditagih deh oleh2nyaaa yaaah….
jangaaan lupaaa
July 2, 2008 at 7:30 am
wah asikk nya bisa jalan2 ke luar negri
kapan yahh *ngayal mode on*