Archive for July, 2008

all i am

July 28, 2008

Who do you think you see
When you look at me
Is it somebody strong
Somebody you could admire

And who do you think I am
when I take your hand
Are you counting on me
To fill your dreams and your desires

Chorus

Well all I am
is lonely just like you
All I wanna do
is have one dream comes true
All I am
is handing you my heart
hoping to be part of you

Who do you think you are
Standing in the dark
Are you waiting for me
Why can’t I reach you from here

oh, how do I get to you
won’t you let me through
don’t you think that may
we have something special to be shared

(chorus)

by: heatwave

Salah satu lagu favoritku, sebelum nikah kadang kalo lagi melow pasti langsung dengerin,  ketahuan deh istriku lsg bisa nebak perangaiku, katanya aku termasuk cowok yang melow (melankolis) jauh sebelum itu dia juga ternyata juga udah bisa nebak (dari foto di CV), aku kira ia akan kecewa dapet cowok tipe kyk gini ternyata malah kebalikannya, dia suka… kebeneran :) .

Ngedengerin lagu ini bikin hati gemetar sekaligus merinding, sebab mimpi sekarang sudah menjadi kenyataan, aku telah menikah, dan aku berusaha semampu mungkin untuk merealisasikan mimpi2 bersama menjadi kenyataan, insyaallah.

aku takkan pernah lelah berusaha mengenali dirimu

July 25, 2008

Menikah itu sebuah pilihan hidup, fitrah manusia untuk hidup berpasangan, sebuah proses pendewasaan diri kedua insan yang sebelumnya tak mengenal satu sama lain, disatukan oleh ikatan yang suci, disatukan oleh sebuah perjanjian yang berat. Menikah adalah kegiatan mengenal siapa pasangannya, memaklumi kekurangan dan kelebihan orang yang disayanginya, menurunkan ego masing2 menuju sebuah cita2 bersama untuk mewujudkan impian yang telah dicanangkan. Menikah bukanlah perkara mudah, dari nasihat pernikahan yang kami terima, menikah ibarat memasuki sebuah goa gelap yang kita tidak pernah masuk kedalamnya, akan ada halangan dan rintangan dalam perjalanan menuju tujuan. Oleh karenanya diperlukan keberanian dan kebulatan tekad dalam mengambil keputusan untuk menikah, sebelum pada saat dan setelah pernikahan, sehingga kerikil2 cobaan dalam pernikahan bukan menjadi penyebab tenggelamnya biduk rumah tangga melainkan menjadi bumbu2 manis sebuah pernikahan.

Setiap hari, kugunakan waktu yang cukup untuk mengenalmu, walau sekarang kita jauh secara jarak, ribuan mil jauhnya tetapi hati kita satu, hati kita dekat, karena dengan ikatan suci itu Allah menghimpun hati diantara kita dalam sakinah, cinta dan rahmat. Dan hari2 itu akan kulalui tuk berusaha mengenalimu , mencintaimu, menyayangimu, seumur hidupku sampai sepenggalan nafas terakhir. Apapun kulakukan agar diri ini terus berada dalam relung hatimu, sampai mengakar kedalam urat nadimu. Dan suatu saat ruh ini terhempas lepas dari raga, kuberharap suatu saat bertemu denganmu, dikumpulkan kembali dalam kebahagiaan yang abadi dinegeri sana, negeri tiada berujung, negeri orang-orang yang mencintai Tuhannnya. Istriku… aku sayang kamu, aku cinta kamu… karena Allah, sampai kapanpun.

Ya Allah sampaikanlah salamku pada rasulMu dan orang2 yang beriman, limpahkanlah bagi hambaMu ini Rahmat dan ampunanMu kepada istriku dan juga keturunanku kelak.

Dedicated to someone so special to me, my soulmate, my beloved wife, cahayamataku Nur’aini Muslich. Sayang aku enggak melow khan? hehehehhe :) miss u much.

mbak ecy

July 24, 2008

Dari kiri ke kanan: Kakak ipar, atikah, aku, istriku, aisyah dan mbak ecy.

Tebak siapa orang lain yang jasanya begitu besar kepada lancarnya proses pernikahan kami? taklain adalah mbakku sendiri. Mbak Elsy Rahajeng, mbak ecy, umi atau ngengeng biasa aku panggil dia, kakakku satu2nya, umurnya 5 tahun lebih tua dariku, tingginya 164cm, lumayan tinggi untuk perempuan seumurannya. Dari menjaga, memomong, ngajarin makan, ngajak jalan2 saat emak dan bapak tak ada dirumah, telah ia lakukan, sampai sekarangpun ia sangat tulus membantuku dalam segala hal.

Mbak ecy yang sangat mobile, enerjik dan seneng keluyuran membuat kami, orang rumah, menyebutnya raja jalanan :) . Walau berbalut jilbab rapat kerudung sampai kebawah dada, dulu malah pake gamis, yg gombrong2, sekarang lumayan modis, bukan berarti mobilitasnya terbatasi, malah semenjak punya 2 anak dan ada motor dirumah mungkin hampir separuh jalanan jakarta sudah ia taklukkan. Orangnya lumayan rame, kadang kalo lagi bicara aku males dengerinnya, soalnya ceritanya ituuu melulu. Saat aku pulang kerumah setelah kami 5 tahun tidak bersua, ia menangis terisak2 menanyakan kamu kemana aja sih yo.. kok gak pernah pulang2. Sorry sis, tapi aku khan udah pulang kemaren menjenguk dikau. Ia bilang padaku bahwa semenjak aku pergi, ia suka teringat padaku, terutama tentang makanan2 kesukaanku.

Dia yang telah menjembatani hububungan dengan seorang gadis yang sekarang menjadi istriku, mulai dari mengontaknya, bertemu dengannnya membawa proposalku, bersilaturahim dengan orangtuanya, berperanjuga sebagai penasihat pribadiku tentang masalah2 kewanitaan. Jujur aku bangga punya kakak perempuan yang shalihah, luar biasa andilnya terhadap keluarga, walau dilain hal banyak sekali kekurangan yang dimilikinya, tapi tanpa melalui dia bisa jadi tak ada pernikahan diantara kami.

Selamat untuk mbak yang minggu lalu telah menyelesaikan studi magister di universitas indonesia dalam bidang teknologi informasi, semoga semua ilmu yang telah engkau dapatkan dapat bermanfaat bagi dirimu juga orang lain. Terima kasih mbak ku atas semua pengorbanan yang telah engkau lakukan untukku, hanya Allah SWT yang dapat membalas semua kebaikanmu.

TONIGHT I CELEBRATE MY LOVE

July 22, 2008

TONIGHT I CELEBRATE MY LOVE (Peabo Bryson and Roberta Flack)

Tonight I celebrate my love for you
It seems the natural thing to do
Tonight no one’s gonna find us
We’ll leave the world behind us
When I make love to you
Tonight I celebrate my love for you
And hope that deep inside you feel it too
Tonight our spirits will be climbing
To the sky lit up with diamonds
When I make love to you tonight

Tonight I celebrate my love for you (ooh)
And that midnight song is gonna come shining through
Tonight there’ll be no distance between us
What I want most to do
Is to get close to you tonight

Tonight I celebrate my love for you
And soon this old world will seem brand new
Tonight we will both discover
How friends turn into lovers
When I make love to you

Tonight I celebrate my love for you (ooh)
And that midnight song is gonna come shining through
Tonight there’ll be no distance between us
What I want most to do
Is to get close to you

Tonight I celebrate my love for you

aku dan dia (bagian 1)

July 22, 2008

Tak disangka pertemuan sepuluh tahun itu berlanjut ke sebuah pernikahan atau perjanjian yang sangat berat (Mitsaaqan Ghalizha). Berawal dari sebuah kampus hijau nan asri di kawasan depok, jawa barat, kami pun di pertemukan secara tidak disengaja. Ya, kami adalah kollega, alias teman sekelas. Sesosok perempuan dengan tubuh ramping tinggi semampai berbalut jilbab putih yang menutupi tubuhnya sampai kebawah dadanya kecuali tangan dan muka tentunya, menarik perhatianku. Sosoknya yang sederhana dan agak menjaga jarak dari pria2 yang berusaha mendekatinya membuatku bertanya2 siapa gerangan perempuan ini. Lamunan pendekku segera bunyar takkala Teguh, seorang sahabat teman bertukar pikiran juga teman sekelas kita, menegurku “assalamualaikum… ehhh ente kok bengong sih?” “ahhh.. enggak, cuman.. cuma itu, eh anu.. “, ujarku. ah kok jadi nervous gini seh, dalam hatiku. “Ente ngelihatin dia yach?” ujarnya. “Ah enggak kok, cuma ngelihat doang khan gak apa2 asal jangan kelamaan”:), selorohku.

Aku tidak banyak mengenalnya seperti teman2 wanitaku yang lain, maklum dengan kuliah di dua tempat aku pun harus sering mengejar kereta ke kota untuk menghadiri kelas di kampus lain, ku hanya punya kawan baik, yaitu teguh, ya… seorang yang telah jasanya luar biasa terhadap kami khususnya aku, karena dialah yang memberikan nomor telfon rumah orang yang kelak akan menjadi istriku. Thanks God you are the man.

Singkat cerita gak ada obrolah yang dalem diantara kita, hanya sebatas hai, apa kabar. Hari-hari berlalu begitu cepat sampai suatu saat aku dihadapkan oleh sebuah keputusan bahwa aku harus memilih satu diantara 2 kampus. Akhirnya aku memilih meninggalkan kampus yang asri dan sejuk di kawasan depok tersebut, ku bertahan disana hanya setahun. Akupun berpisah dengannya, namun aku dikejutkan bahwa dia juga memutuskan untuk keluar dari kampus kami. Aku gak ngerti kenapa dia bisa memutuskan untuk mengambil keputusan seperti itu (belakangan setelah kami menikah aku ngerti alasan menagapa ia resign dari kampus di depok itu heheheh :) ).

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, kesendirian itu pun menggelayuti diriku, tepatnya di tahun 2006 takkala akhir2 masa kuliah selesai sebelum thesisku mulai, aku sedang iseng2 membuka buku telfon mini yang aku bawa dari tanah air. Dibuku itu tertera sebuah nama yang asing bagiku, kemudian aku ingat2 ternyata dia kawan sekelasku. “Apa kabar ya dirinya? apakah dia masih sendiri? apakah dia sudah menikah?” pertanyaan itu segera muncul dalam benakku. Saat itu bertepatan dengan bulan ramadhan, ku tengadahkan tanganku sambil berdoa selepas shalat, dan meminta kepada penciptaku agar mengirimkan salamku padanya. Selepas shalat aku telfon mbak dijakarta, ku minta agar menghubunginya, kebetulan no telfon ada diselehah namanya, minta mencari tahu apa dia masih “kosong” apa enggak. Selang beberapa hari aku telfon kerumah dan berita gembira menyerebak, dia masih “kosong”, mbak ecy begitu kakakku disebut, segera memberiku tips agar aku membuat CV, halah…. kyk lamaran kerja aja pake buat CV segala. Ya sudah, segera aku buat. Setelah itu CV pun aku buat, dengan mengubah CV lama, gak banyak yg diubah, maklum soalnya aku punya CV multiguna.

Aku enggak tahu dapet energi dari mana untuk buat CV itu, yang jelas Allah telah memudahkan jalanku untuk berhubungan dengannya melalui CV itu. Taklama kemudian CV siap dan langsung ku kirim via mail ke mbak, dan mbak  menyerahkan lsg kepadanya. Mbakku memberikan tenggat waktu apakah dia setuju apa tidak dengan proposal itu. Setelah menunggu beberapa minggu akhirnya aku dapat jawabannya, tereng..teng teng… Disela2 waktu itu aku terus berdoa kepada Allah dimalam bulan ramadhan agar aku dipertemukannya dalam mimpiku yang indah, dan alhamdulillah aku bertemu dengannya. Diapun ternyata demikian halnya, ia beristikharah dan bertemu denganku dalam mimpinya (“mas! doaku ternyata di ijabah Allah,” ini diutarakan nya padaku setelah kami menikah :) ). Alhamduliilah, dan jawabannya ia menerima niat baikku.

Aku agak bingung setelah menerima kabar itu “what am i gonna do?” was soll ich dann machen?” bingung sendiri. Akhirnya setelah 1,5 tahun aku datang kepadanya menunaikan janji dan niat baik itu. Setelah nikah aku bertanya kepadanya, “kamu kemana aja sih???” “Kamu tuh yang kemana aja… lama banget sih pulangnya” sambil ia bersungut2. Ya udah lah sayang, aku khan udah pulang dan telah ‘menjemputmu’ walau aku harus balik lagi karena urusan yg belum selesai. Yang jelas dan pasti kau sekarang resmi menjadi istriku, there is no distance between us anymore. (bersambung ke artikel 30 hari mencari cinta)

selamat tinggal kampung halaman

July 22, 2008

Alhamdulillah, aku telah mengunjungi hampir semua kerabatku di jakarta khususnya orang tua dan seorang kakak perempuan dan keluarganya. Rasanya luar biasa, tidak bertemu selama 5 tahun, ketika aku memasuki rumah, segera pecah isak tangis dan haru menggelayuti rumah itu, rumah dimana aku telah dibesarkan. Rumah yang tadinya lapang kini terasa sempit dan gelap, ada bagian2 yang sudah rapuh bahkan rusak. Kukecup kening emak dan kupeluk ia erat seakan tak mau berpisah lagi, kemudian kakak perempuanku, ia menangis terisak2,mereka adalah orang2 yang sangat aku sayangi, orang2 yang telah berjasa pada hidupku. Tak berapa lama bapak muncul selepas shalat maghrib di mushalah dekat rumah kami, aku kecup tangannya dan aku cium kedua belah pipinya serta tak lupa aku peluk dia erat2.

Banyak sekali yang telah berubah, generasi pun telah berganti. Kulihat disamping rumah pohon nangka yang tadinya kecil, sekarang telah berbuah lebat siap untuk disantap :) . Got pun yang tadinya menganga sekarang telah ditutup agar jalan terasa lapang dan tentunya menambah bersih lingkungan. Orang2 tua yang dulu ada kni lambat laun telah tiada, beberapa kawan kecilku telah meninggalkan desa, pergi bersama istri pilihannya.

Keesokkan harinya, tetangga2 segera mengenaliku bak seorang pahlawan aku dikerumuni, seolah tak sabar menanti cerita dan petualanganku hidup di negeri orang. Ya, bapak adalah salah tokoh masyarakat di rukun warga 05, hampir semua orang mengenalnya, sehingga tak heran kalo ada anaknya yang ‘tak terlihat’ sekian lama waktu mereka semua akan mengetahuinya. Kumulai bercerita ttg sifat dan watak orang jerman, kebiasaan budaya dan adat mereka, studi dan hidup disana, mereka menyimak dengan sangat antusias. Aku pun pamit karena ada keperluan. Kejadian itu berlanjut setiap kali aku melewati gang, atau jalan yang aku pernah lewati, berulang2 kadang aku tertahan bisa 10-15 menit. Sungguh aku senang bisa besar dan pernah hidup dilingkungan itu.

Setelah menikah, kini aku resmi meninggalkan kampung halaman, mampang prapatan, dimana semua kenangan masa kecil dan remaja menyatu semua dalam kalbu, otak dan pikiranku. Setelah akad nikah aku hidup dengan istriku dikampung lain, kampung yang belum sama sekali aku hidup didalamnya, dimana suatu saat disana kami akan merajut kasih, merealisasikan impian bersama, membentuk keluarga baru, membesarkan anak2 kami yang manis, insyaallah.

Jakarta…brutal, sumpek, tapi kok asik yach…..

July 21, 2008

30 hari berada dijakarta sebenarnya membuatku gak mau balik lagi ke jerman, dengan segala kekurangan yang ada pada kota ini, jakarta tetap menjadi pilihan bagi para kaum pendatang dari seluruh penjuru tanah air, tapi karena amanah yang belum rampung aku pun harus segera kembali, orang bilang back to reality tapi aku kok gak setuju yach, justru realitasnya ada di jakarta.

Jakarta yang semakin menua, menyempit, padat dan kumuh, bukan berarti tidak asyik untuk ditinggali, walaupun macet-cet justru orang berlomba2 untung mengais rejeki di jakarta ini. Entah sampai kapan orang akan berduyun2 ke jakarta. Secara pribadi gua lahir dan dibesarkan dijakarta sehingga takkala pulang ke jkt segera dapat beradaptasi dengan mudah, walaupun macet dan bertambah sumpek tetap saja aku enjoy, malah aku merasa berada dikomunitasku, merasa welcome banget ketika aku menginjakkan kakiku di tanah kelahiranku ini.

Adanya busway, yang disinyalir menambah macet jalan2 yang dilaluinya, bukan berarti sebuah kegagalan sutiyoso sebagai penggagas transportasi masal tersebut. Jumlah bus yang menurutku sangat sedikit untuk ukuran jakarta, dan jalan2 yang sempit menjadikan model transportasi ini agak kurang handal bila dibandingkan angkutan sejenis di negara lain. Tapi dengan adanya busway masyarakat paling tidak dapat memilih model transportasi yang mereka ingini, perkara kenyamanan itu nomor kesekian, yang jelas secara pribadi gua cukup terbantu dengan adanya transportasi ini, jalan2 ke mangga dua dan dusit menjadi semakin cepat dan murah.

Bicara kuliner, wah ini yang paling asik. Hampir di setiap sudut jalan, perempatan, pertokoan, mall menyediakan jajanan yang tentunya membuat perutku semakin buncit. Pasalnya di jerman jadwal makanku sangat teratur, saking teraturnya bisa dibilang kurang makan, makannya kurus-rus. Nah di jkt waktunya menambah gizi, walau sebenarnya bukan gizi yg didapat tapi bisa jadi penyakit setelah beberapa tahun kedepan. Sebut saja bubur ayam, tinggal dapetng ke iwan, penjual bubur ayam yang mangkal dekat rumah, mpok uyeh si penjual nasi udk, mpok juul penjual nasi ulam, ada lagi penjual lontoong sayur, semua itu jajanan untuk sarapan. Setelah agak sing sedikit, muncul tukang ketoprak, asinan, kueh rangi, bubur sumsum, pokoknya jajanan tersebut semua lewat depan rumah. Apalagi…. mas slamet penjual bakso langgananku, luarbiasa baksonya mantaf dech, plus es campurnya lumayan lah untuk ungkuran kampung, semuanya itu gak jauh dari rumah. Agak malem sedikit lewat sate ayam, yang baisa cuma 1 kali sekarang bsia 3-4 kali lewat depan rumah, belum lagi tukang nasi goreng mau, dulu aku harus nungguin sampe malem baru nongol, kadang kalo kelaperan harus kedepan gang cari2 apa masih ada yg jual, sekarang banyak tersedia, yang mangkal sekarang juga ada.

Untuk komunikasi, tukang2 fotokopi wah sudah menjamur, gerai penjual pulsa dan vocer telfon sudah banyak sekali gak perlu repot kalo pulsa habis tinggal kedepan saja, atau minggir sedikit ada toko yg jual vocer, sekalian beli makan/jajan.

Namun hal itu semua merupakan imbas dari naiknya harga BBM 2005 lalu, orang dikampung menjadi susah hidupnya sehingga banyak yang memutuskan untuk ke jakarta mengadu nasib, apa saja dilakukan asalkan bisa berpenghasilan, sehingga bisa dilihat makin banyaknya orang yang bekerja di sektor informal. Naiknya harga BBM 2005 lalu menurutku menjadikan inflasi makin tinggi, sebut saja 2003 lalu aku beli nasi goreng 3000 perak, sekarang harganya 6000 perak, padahal itu baru 5 tahun, sudah 2 kali lipat atau inflasi 100 persen, padahal kalo inflasi 10 persen aja dalam kurun waktu 5 tahun harga nasi goreng gak perlu naik jadi sampe 6000. Paling cuma 4500 atau 5000 paling mahal.

Hidup patut disyukuri, walaupun sulit, sesulit apapun, masih banyak orang dinegara lain yang memimpikan kedamaian karena negaranya berkecamuk perang. Di jakarta ternyata orang masih bisa hidup dan mencari sesuap nasi.

indonesia yang makin gila (bagian 2, selesai)

July 20, 2008

Setelah ngurus berkas ke KUA, pulang kerumah, kasih tahu orang rumah berkas sudah jadi. Kontak juga ke calon istri apakah kita bisa mendaftarkan permohonan nikah besok. hehehe ternyata berkas calonku juga sudah selesai, sehingga kita bisa pergi besok ke KUA kebayoran lama untuk memberikan berkas yang sudah lengkap.

Kembali ke proses permohonan di KUA, sebenarnya proses normal untuk pernikahan yang dicatatkan oleh negara adalah 21 hari kerja, namun karena waktunya sedikit dan saya juga harus kembali ke jerman maka, kami melalui jalur khusus, sebenarnya ini hal yang tidak bisa dibenarkan, dalam aturan agamapun maupun negara, namun lagi2 uang berbicara banyak. Terkadang proses pemberkasan rencana pernikahan sengaja mereka ulur2 bahkan bisa jadi tidak di catatkan sama sekali sehingga untuk mempercepat proses atau membuat mereka bisa bekerja dengan nyaman kita harus “meyumpel” mereka dengan sejumlah uang pelicin (astaghfirullah) yah mau bijimana lagi, biar kata kita mau yang lurus tapi kultur yang sudah membumi di masyarakat kita membuat kitapun yang ingin pola yang ideal akan mengelus dada terhadap kenyataaan ini.

Akhirnya proses pemberkasan pun lancar gak sampai 1 minggu sudah jadi dan kita pun bertemu penghulu untuk proses administrasi lanjut, ya iyalah secara gw ngeluarin 1 juta gitu loh…. Siap2 deh untuk acara akad 13 juli nanti.

indonesia yang makin gila (bagian 1)…..

July 1, 2008

Persis hari ini 2 minggu berada di jakarta, minggu pertama asik banget, walau jetlek ya masih bisa jalan2 sambil benerin kacamata yang 1 bulan lalu pecah, sekaligus beli fame bagu model sekarang yang model setengah frame, frame model sejuta umat. Bus trans jakarta udah gue tunggangin, enak cepet, cuma bisnya terlalu sedikit untuk ukuran jakarta, harusnya di perbanyak armadanya jadi tidak ada antrian penumpang yang membludak di halte.\

Yang buat surprise lagi adalah banyaknya kendaraan roda dua, salip kanan kiri, pade kagak pake aturan, untung aja 2 minggu terakhir naik bis umum terus jadi gak terlalu banyak konsentrasi dalam perjalanan. Sebenanya yang lebih suprise lagi adalah kondisi di sekitar rumah yang sudah sangat berubah ketimbang 5 tahun yang lalu, sempat hampir nyasar, padahal mau pulang ke rumah sendiri, hehehehhe untungnya masih ada tanda2 unik di jalan tersebut sehingga mudah dikenali. Kondisi rumah yang makin terasa sempit dan berantakan, dikarenakan bertambahnya anggota keluarga dirumah, kakak punya anak lagi, sehingga rumah semakin rame. Dilingkungan sekitar juga sudah semakin padat ini ditengarai akibat adanya stasiun tv baru trans tv di dekat rumah yang membuat bisnis kos2an sangat marak, menambah sumpeknya tinggal disini.

Tentang kependudukan aku pun harus membuat KTP baru, dikarenakan mati dan juga hilang, padahal seingatku udah di taru di kardus kontainer tersimpan baik dan rapih, eh sampe rumah gak ada… akhirnya harus ke polres, harusnya gratis, akhirnya kasih amplop juga 10 rebu perak, suatu perbuatan yang tak pernah aku lakukan semenjak limatahun yang lalu, kini terpaksa aku lakukan (sedih…….., kecewaaaa) :( (. Belum lagi di kelurahan aku harus mengurus dokumen dari meja ke meja, untung aja babe mau nemenin ke kelurahan, secara dulu babe pejabat di pemda, jadi pas ke kelurahan pade cium tangan sama babe. Diobrak abrik tuh kelurahan, pokoknya bantu anak saya ini agar KTPnya cepat jadi. Emang sih gak berapa lama, sekitar 1 jam KTP langsung jadi. Tapi keluar duit juga 10 rebu resmi 20 rebu sukarela……

Abis beres urus KTP, langsung deh ke KUA… (bersambung)