Menikah itu sebuah pilihan hidup, fitrah manusia untuk hidup berpasangan, sebuah proses pendewasaan diri kedua insan yang sebelumnya tak mengenal satu sama lain, disatukan oleh ikatan yang suci, disatukan oleh sebuah perjanjian yang berat. Menikah adalah kegiatan mengenal siapa pasangannya, memaklumi kekurangan dan kelebihan orang yang disayanginya, menurunkan ego masing2 menuju sebuah cita2 bersama untuk mewujudkan impian yang telah dicanangkan. Menikah bukanlah perkara mudah, dari nasihat pernikahan yang kami terima, menikah ibarat memasuki sebuah goa gelap yang kita tidak pernah masuk kedalamnya, akan ada halangan dan rintangan dalam perjalanan menuju tujuan. Oleh karenanya diperlukan keberanian dan kebulatan tekad dalam mengambil keputusan untuk menikah, sebelum pada saat dan setelah pernikahan, sehingga kerikil2 cobaan dalam pernikahan bukan menjadi penyebab tenggelamnya biduk rumah tangga melainkan menjadi bumbu2 manis sebuah pernikahan.
Setiap hari, kugunakan waktu yang cukup untuk mengenalmu, walau sekarang kita jauh secara jarak, ribuan mil jauhnya tetapi hati kita satu, hati kita dekat, karena dengan ikatan suci itu Allah menghimpun hati diantara kita dalam sakinah, cinta dan rahmat. Dan hari2 itu akan kulalui tuk berusaha mengenalimu , mencintaimu, menyayangimu, seumur hidupku sampai sepenggalan nafas terakhir. Apapun kulakukan agar diri ini terus berada dalam relung hatimu, sampai mengakar kedalam urat nadimu. Dan suatu saat ruh ini terhempas lepas dari raga, kuberharap suatu saat bertemu denganmu, dikumpulkan kembali dalam kebahagiaan yang abadi dinegeri sana, negeri tiada berujung, negeri orang-orang yang mencintai Tuhannnya. Istriku… aku sayang kamu, aku cinta kamu… karena Allah, sampai kapanpun.
Ya Allah sampaikanlah salamku pada rasulMu dan orang2 yang beriman, limpahkanlah bagi hambaMu ini Rahmat dan ampunanMu kepada istriku dan juga keturunanku kelak.
Dedicated to someone so special to me, my soulmate, my beloved wife, cahayamataku Nur’aini Muslich. Sayang aku enggak melow khan? hehehehhe
miss u much.
Tags: fitrah, istriku, perkenalan


July 25, 2008 at 7:30 am
menikah… ia adalah proses mengenal & mengenal sepanjang nafas, bukan ?
Jadi ta’aruf terus ya, hehe
.
ta’aruf, tahabbu, tahaddu…. tasyakur ilallah ^__^
bener, dah lulus dech…. tinggal dilanjutkan ta’arufnya, hayo CVnya dipersiapkan
July 25, 2008 at 7:36 am
Jadi kapan mbak Aini menyusul ke sana?
wah belum tahu, mbak kaloa da chance diindo mending kita di jakarta saja biar dekat orang tua.
July 25, 2008 at 7:39 am
Selamat ya buat Boss Ario.. selamat menempuh lembaran baru dalam ikatan pernikahan, dengan wanita solehah yang dipilihkan Allah..
semoga bahagia selalu.. amiiin..
*btw, mbak Aini nya belum ikut ke Jerman..?*
terima kasih atas doanya, wah jawabnya idem sama diatas dech.
July 25, 2008 at 8:55 am
huwaaahhh selamat yaaa atas pernikahannya semoga menjadi pernikahan yg barokah, dikumpulkan kebaikan untuk keduanya.Amyin…
hwadooh jd critanya long distance relationship yaaa…moga cepet dipersatukan yaaa…
salam kenal buat mba ‘Aini yaaa
July 25, 2008 at 10:03 am
nikah itu kawin , kawin itu nikah apa kah kawin dan nikah sama??
July 25, 2008 at 10:50 am
Ya Allah,
aku bener2 berharap
bisa nikah dengan sepenuh hati
dengan dia siapa pun nanti
July 25, 2008 at 2:57 pm
semoga langgeng sampe ulang taun pernikahan perak dan emas (mungkin juga perunggu
)
July 25, 2008 at 4:03 pm
buru2 nikah, agar Alloh sayang pada kita…rizki pun jadi berlipat karena keberkahanNya…
July 25, 2008 at 4:47 pm
Deeply…
)
Betul. Cintai pasanganmu karena Alah SWT semata. N jangan pernah lelah untuk terus lebih mengenal pasangan. Kenali & cintai pula kekurangannya. Tak kenal maka tak sayang…
Eh…kirain diboyong ke Jerman sana. Puasa dong Ario
July 26, 2008 at 6:20 am
Hwaa….tulisan ini manis sekali…jadi terharu bacanya
July 26, 2008 at 10:42 am
amin semoga apa yang di harap kan di kabul kan oleh yang maha kuasa.
July 26, 2008 at 2:18 pm
Amien, semoga doanya dikabulkan…
Semoga jadi Keluarga yang Sakinah, Selamat Dunia dan Akhirat, amien
Salam buat mba Nur’aini Muslich
July 27, 2008 at 3:52 am
Moga-moga doa dan harapannya terkabul…
Moga-moga cepat berkumpul ya Boss…
July 27, 2008 at 7:30 am
Wowwwww so sweet…….:-)
July 27, 2008 at 8:34 am
cip cip cip
menikah merupakan bagian dari iman kpada allah swt
July 27, 2008 at 4:37 pm
Hi Mas Bismo,
Wah, rupanya kita senasib ya, terpisah ribuan mil dari orang2 yang kita cintai
Bagus sekali kata2 di posting di atas Mas…semoga cepat bersatu kembali
Salam ,
Erwin Baja S
July 28, 2008 at 12:48 am
Wah, selamat… selamat…
July 28, 2008 at 4:00 am
Sungguh sebuah ungkapan kerinduan yang menggebu-gebu.
July 28, 2008 at 7:48 am
hehehehe…mesra bgt sih mas
, mbak aini-nya diajak kesana dunk mas kan kasian di tinggal sama suami tersayang nya…:P
July 28, 2008 at 8:14 am
kok gak diajak mas? kasian ditinggalin, ihhh…
July 28, 2008 at 10:37 am
Semoga Ario bisa membangun pondasi rumah tangganya dengan cinta kasih…
dengan pilar-pilar yang kokoh, yaitu komunikasi yang positif, saling percaya, saling menerima kekurangan, saling menghargai, dan bertanggung jawab bersama agar tetap berdiri dengan atap spiritual, agar selalu dibawah lindungan Nya.
Amien
July 28, 2008 at 2:29 pm
saya ikut berdoa semoga mahligai rumah tangga yang dibangun mas ario bener2 diselimuti suasana mawahdah warahmah yang selalu dialiri kasih sayang. ttg jauhnya jarak memang masih sering menjadi masalah bagi pasutri, mas ario. tapi justru itulah tantangan yang harus ditaklukan, bagaimana caranya agar jarak tak menjadi hambatan utk menyalurkan kelembutan nilai kasih sayang. semoga mas ario sabar menjalaninya.
July 28, 2008 at 3:21 pm
pengen…
August 5, 2008 at 3:55 am
waks.. cantik…
August 6, 2008 at 2:28 pm
Alhamdulillah.. lama ga kemari ternyata dirimu sudah menikahi seorang bidadari