a long journey ahead

August 11, 2008

Alhamdulillah, persis hari ini 5 tahun yang lalu aku tiba disini, dinegeri yang asing, yang hanya dikenal melalui peralatan elektronik dan perkakas bangunan. 5 tahun seperti minggu lalu semua berjalan begitu cepat. Hari itu segala sesuatunya dimulai, perjalanan menuju proses kemandirian dan kedewasaan diri ditetapkan. Teringat emak dan sekeluarga melepas diriku dibandara, penuh dengan perharapan agar anaknya kelak bisa menjadi orang berguna bagi dirinya, keluarga dan masyarakat.

Penerbangan yang melelahkan itupun berakhir, 17 jam diudara ditambah harus menunggu pesawat 7 jam, untung disediakan penginapan sehingga masih bisa beristirahat dan sarapan. Tiba di frankfurt, celingak-celinguk bingung maklum lah wong ndeso, karena disini serba teratur dan rapih. Akhirnya tiketpun terbeli lumayan mahal tapi tak apalah yang penting tiba ditujuan selamat. Waktu itu sudah jam 8.30 malam, tapi herannya kok masih terang yach, matahari masih bersinar dengan cerahnya… pokoknya geleng2 kepala deh. Sesampainya di berlin kota tujuan utama, ternyata tidak mudah saya sempat ketinggalan kereta karena turun tidak pada stasiun yang tertera pada tiket. Duh….. pusing deh, akhirnya harus menunggu beberapa jam… sehingga sampai berlin keesokan harinya.

Sampai di stasiun kebun binatang berlin aku tlp sahabat agar segera menjemputku, mereka pun datang setelah beberapa menit berlalu, aku peluk erat mereka, senang rasanya dapat bertemu dengan teman seperjuangan. Gak lama sebenarnya aku diberlin, hanya 6 bulan, persiapan bahasa dan pengenalan kultur orang setempat, kemudian aku pindah ke Karlsruhe kota dimana sekarang aku tinggal, hingga kini.

Pengalaman2 hidup selama kurun waktu 5 tahun membuatku sadar akan jatidiriku, bahwa aku adalah seorang musafir, perjalanan kehidupanku masih sangat panjang, bahwa aku hidup hanya sebentar, hidup di dunia bagai seorang musafir yang berhenti sejenak dibawah pohon rindang kehidupan, sehingga aku perlu bekal yang tidak hanya cukup bahkan harus ekstra, karena aku tidak tahu seberapa besar tantangan dan cobaan yang akan ku hadapi diperjalanan kehidupan yang akan datang.

~ ———— ~

*Foto diambil dari sini: http://schoolofthepilgrim.blogspot.com

Tags: , ,

10 Responses to “a long journey ahead”

  1. yu2n Says:

    sudah 5 tahun, masih lama ya mo stay disana bos ario? :)

    teteup semangat!


  2. SEMANGAT CHAYO…….


  3. perjalanan panjang yang punya banyak cerita.
    senyum jangan mellow :)

  4. Yoga Says:

    Wah… sudah berapa km yang ditempuh tuh?

  5. Ria Says:

    hehehehe…mas…kita sama2 di perantauan ya…SEMANGAT!!!!

  6. Dino Says:

    Semoga sukses perjuangannya..

  7. edratna Says:

    Akankah masih lama di sana? Tak masalah sih, cari pengalaman kerja, mengumpulkan modal, baru kemabli ke tanah air….


  8. saya yakin
    kau adalah lelaki tangguh
    petualang kebaikan :D

  9. Rita Says:

    Kita semua butuh bekal untuk kehidupan sekarang dan dikehidupan abadi nanti :D Mudah-mudah cepat selesai segala urusan biar bisa ngumpul sama keluarga, amien :D

  10. edy Says:

    Baru kepengen kul di jerman , Udah trenyuh duluan neh baca jalan hidupmu di Deutschland… Ayo semangat bung … !:)


Leave a Reply