Sebentar lagi pemilu, gonjang ganjing dunia politik semakin meninggi intensitasnya. Masing2 partai politik berusaha sedemikian rupa menarik simpati rakyat dengan berbagai macam cara agar rakyat memilih salah satu diantara mereka. Dari presiden, wapres, mentri anggota DPR pun tidak ketinggalan kaum independen turut serta. Tak ayal muncur pertanyaan, kemana aja mereka selama ini? “kemaren kemane aje bang! ” orang betawi bilang.
Ada yang mengusung dirinya lewat iklan2 bermiliyar ongkosnya, ada yang menjual ideologi bahwa harapan itu masih ada, yang mengaku peduli pada wong cilik pada hal kita tahu mereka adalah orang2 licik juga tidak ketinggalan. Lain lagi dengan incumbent yang gemar tebar pesona, wakilnya yang gemar tuduh sana tuduh sini, komentar sana-komentar sini, beberapa mantan petinggi angkatan yang bermetaformosis menjadi politikus mengklaim dirinya peduli pada petani, orang miskin di pesisir pantai atau bahkan membuat partai baru karena kendarakan politiknya dimasa lalu sudah penuh “sewa”.
Hohohoh kasihan benar rakyat indonesia ini hidupnya selalu diombangambingkan dan diperdagangkan……
. Para cendikia sibuk akan urusan kampus, proyek dan nyambi sebagai konsultan, “biar dapur tetep ngebul”, katanya. Pelajar makin gemar tawuran, anehnya kakaknya yang mahasiswa gak mau kalah. Para pekerja professional sibuk cari2 lowongan di LN biar cepat2 minggat dari kapal negeri yang hampir karam ini, yang sudah di LN ogah pulang. Apa lagi yang sedang belajar, berusaha agar setelah lulus tidak segera pulang. Yang lagi thesis makin stress karena tak jelas masa depan setelah lulus dan pulang nanti. TKW tanpa skill memadahi makin banyak di ekspor guna mempergemuk devisa negara. dan lain2. Yang tersisa hanya mbok2 penjual daun pisang dipasar yang hanya berusaha agar bisa makan hari ini, anak2 kecil yang putus sekolah, gadis2 ingusan yang dijual dan diperdagangkan, bocah2 di perempatan lampu lalin. Dan saya tak ketinggalan…siapa yang peduli!
Akankah pemilu 09 menyimpan secerca harapan, atau hanya pengulangan pesta demokrasi lima tahunan?
Akankah pemilu 09 menghasilkan anggota dewan bijak atau semakin bejat?
Akankah pemilu 09 saya nyoblos atau bolos?
Saya yakin secerca harapan itu masih ada, tapi biarlah rakyat yang menentukan akan masa depannya, sedangkan saya masih ada mengembara, berkutat dengan keseharian yang biasa saja dan sepertinya akan alpa.

