Waktu berlalu bagaikan aliran debu
menerjang badai menggumpal nan kelabu
andaikan ku bersujud lebih dihadapanMu
Rabbi sungguh betapa beruntungnya diriku
Ingat-ingatlah wahai hamba yang congkak
perangai buruk hendaklah ditindak
coba-cobalah pejam kelopak mata
laksana ajal mendekat menerjang sukma
Wahai seonggok jiwa yang sunyi
ingatlah akan kehidupan yang hakiki
seolah tak kuasa menggendalikan diri
terjerembab akan kemilauan duniawi
Sabar-sabarlah wahai pejuang
niscaya waktumu ‘kan menjelang
berbuat budi amalkan perbuatan
hingga hayat meninggalkan badan


December 26, 2008 at 9:29 am
Kangen?
Sabaar……hanya itu yang penting…
December 26, 2008 at 9:42 am
sabar dan terus bersyukur dan menyukuri segala apapun yang telah diberikan Tuhan pada kita
December 26, 2008 at 11:38 am
hmm…..semangat dan sangat bersemangat postinganmu,sahabat. blue suka banget!
salam hangat selalu
December 26, 2008 at 1:59 pm
Memang tak ada kekalan kehidupan sahabatku
Kecuali jiwa2 yang nantinya juga akan kembali padaNYA
Sementara wujud fisik ini memang hanya mendapat tugas sementara.. dalam sebuah periode kehidupan yang sempit. Hanya beberapa tahun saja..
Lalu, akankah kita sia-siakan waktu yang terbatas itu?
Bulatkan tekatmu sahabat.. Semua energi positifmu yang terbatas itu kita perlukan untuk bekal perjalanan kehidupan abadi kita kelak..
Teruslah berjuang sahabatku..
December 30, 2008 at 10:33 am
Hmm… something that bother my self too. Wish a better days in 1430H, bro.