
Beberapa hari terakhir media massa tanah air tampak sibuk, mengapa? ya karena indonesia kedatangan seorang tamu yang “special”, seorang mantan ibu negara AS adalah hillary clinton menteri luar negeri negara paman sam. Dari media cetak maupun televisi, dari offline maupun online, setiap detik berhari2 melaporkan kegiatan beliau diindonesia. Mulai dari persiapan kedatangan pada saat kunjungan sampai kepergian, semua dipersiapkan secara khusus dan ekstra. Terlihat pasukan pengamanan yang berjaga begitu ketatnya, seakan2 menunjukan kepada dunia bahwa negara kita tercinta adalah negara yang tidak aman, boleh2 saja pengamanan dilakukan, tapi ya “mbok jangan segitu2 amat knapa”.
Saya yakin Mrs. Clinton datang dengan segudang misi, misi yang dibawa pemerintah presiden Obama mantan anak menteng dalem. Sangat terlihat bahwa pemerintah benar2 bermuka manis dihadapan negara adidaya tsb, layaknya kucing yang malu tapi mau, walau hanya dihidangkan nasi rasa ikan asin (ikan asinnya sih gak ada cuma rasanya doank), berusaha menjadi tua rumah yang baik. Welah dhalah… ketika rakyat berbondong2 menuntuk haknya agar dipenuhi (baca: korban lumpur lapindo), tapi disayangkan tangan mereka hampa, hampa dari bantuan pemerintah. Sungguh aneh, rakyat tidak merasa welcome dinegaranya sendiri. Kali ini pemerintah mengulangi sepakterjangnya yang membosankan, lagu lama yang sering diputar sampai akhirnya suatu saat rakyat tutup telinga bahkan bukan tidak mungkin membakarlagu tersebut.
Pic. taken from swin.edu.au
Tags: hillary clinton, kekuatan asing, kunjungan menlu as, pemerintah, tunduk


February 21, 2009 at 1:10 am
Bener tuh….sampai bosen ngeliat dan merasakan kondisi yang begini-begini aja…..enaknya diapain ya….?kan perubahan harus ada….! yang pasti sih…mulai dari diri sendiri insyaallah semuanya jadi lebih baik….(Apa kabarnya dengan Mas Aryo sekeluarga ?)
Salam,
Listiana Advokat
February 21, 2009 at 11:51 am
yup kayaknya jadi gak punya harga diri di dunia internasional deh klo kayak gitu, nunduk nunduk sama tamu asing buat sekedar dapet janji “pinjaman”