Sudah ada busway jalan masih macet? Busway malah memperparah kemacetan? “mendingan gak usah ada busway sekalian”, ujar salah satu pengguna kendaraan pribadi. Secara statistik pertambahan jumlah kendaraan pribadi jauh melampaui kendaraan umum, mengapa? Karena masyarakat kecewa atas moda transportasi masal yang ada di tanah air khususnya di DKI, sehingga masyarakat beralih ke kendaraan pribada baik itu motor maupun mobil. Bagaimana gak kecewa, kalo bekerja harus berdesak2an, kondisi kendaraan yang kumuh, kotor, orang merokok semaunya, ditambah masyarakat harus menambah ongkos lebih banyak dikarenakan perpindahan angkutan umum diperparah lagi oleh maraknya tindakan asusila yang terjadi, sehingga jalan tumpah akan kendaraan pribadi.
Dari jaman saya kuliah akhir 90-an samai awal 2000-an, namanya jakarta sudah macet, lumayan parah, dengar2 sekarang tambah gila. Ya iya lah orang pemerintah daerahnya tdak punya visi pembangunan transportasi, gak usah jauh2 membandingkan dengan jepang dan eropa, tengoklah tahiland dan malaysia. Pemerintah telah menyebabkan masyarakat meninggalkan kendaraan2 pribadinya dirumah untuk menaiki urban train. Atau malaysia yang membangun kereta2 komuter dan jalur monorail. Saya yakin jika pemda dibantu pemerintah pusat ada kemauan, negara ini mampu mengatasi kemacetan yang kalo ditotal setahun kerugian mencapai triliunan rupiah, bayangkan!
Tapi kalo dirunut masalahnya dimana, memang jakarta sudah tidak layak lagi untuk ditinggali kalo manajemen pemerintahannya spt ini. Jumlah penduduk 9 juta, total jabotabek 25 juta, yakin beberapa tahun kedepan jakarta bakal lumpuh, jika masalah ini tidak ditanggulangi. Jakarta butuh solusi komprehensif, yakni pembagian kue pembangunan yang harus merata ke setiap daerah, jadi orang tidak berduyun2 datang ke jakarta yang menyebabkan jakarta dan kota sekitarnya sangat sumpek. Pengendalian banjir, melarang pembangunan pemukiman di puncak bogor, penghijauan. Pengembangan mass rapid transport, seperti penambahan jumlah bus yang layak pakai (baru), kereta2 komuter, monorail, subway (syarat tidak banjir), bla bla bla… dan masih banyak yang lain.. dah ah bukan urusan gw pusing….. mending mikirin yg lain aja.
pic taken from indahnesia.com
Tags: busway, macet, trans jakarta


February 24, 2009 at 1:16 am
Nah, betul itu Mas Ario, semestinya jangan cuma kota Jakarta yang dijadikan pusat segalanya, harus rata dong dengan kota yang lain di Indonesia, agar orang2 tidak terus-terusan datang dan bercokol di Jakarta.
(Nah lho…)
Jakarta makin hari makin sumpek (utk semua sektor) krn pemerintah tidak membenahi kota ini secara serius
Coba kalau kota lain dibangun dan menyediakan lapangan kerja yang banyak, pasti Jkt tidak sesak seperti sekarang ini, Indonesia itu khan luas bukan hanya Jkt, khan?, hahaha….bikin pusing wakakak….
Best regard,
Bintang
February 26, 2009 at 12:34 am
setidaknya busway sangat membantu saya apabila saat bepergian ke jakarta, busway lebih baik dari pada naik kopaja, murah dan nyaman serta terintegrasi satu sama lain. lebih baik daripada transjogja,,,
tapi jakarta memang membutuhkan transportasi masal yang lebih baik untuk mengurangi kemacetan, ya itu dengan MRT,,,seperti Subway, Monorel, dll.
Padahal gubernur DKI kan lulusan Tata kota di jerman,, gimane sh?
hehehe
Best Regards,
ERICK FEBRYAN
February 28, 2009 at 5:42 am
Memang pusing…tapi kalau busway diperbanyak dan disiplin agar jalan busway tak bisa dilewati kendaraan lain, maka akhirnya orang akan dipaksa naik busway.
Dulu awal kerja di Jakarta, naik bus PPD menarik, dan bersih. Tapi karena manajemen kelolaannya amburadul, sekarang tak ada (atau jarang) terlihat bis PPD.
Angkot? Lha kalau pemiliknya perorangan, tentu yang dilihat keuntungannya aja…
February 28, 2009 at 8:17 pm
Saya heran pemda dki kok kayaknya gak ada grand design untuk mengatasi masalah transportasi ini. Masing-masing gubernur punya program sendiri-sendiri. Contoh proyek banjir kanal yang dimasa Sutiyoso begitu menggelora, sekarang adem ayem.
March 5, 2009 at 6:22 am
Bener..emang macet dimana2 apalagi kalo abis ujan..wow..tar diajeng jg mau usul ke para caleg suruh bikin jalan bwh tanah dr gerbang harapan indah menuju cakung ah biar ga macet,hehe
March 5, 2009 at 6:25 am
Eh iya,salam kenal eih lupa…semoga harimu menyenangkan mas
March 6, 2009 at 1:14 am
jakarta memang sudah terlalu banyak penduduknya. sudah tidak ideal. kemacetan lalu lintas hanyalah salah satu “efek samping” dari penduduk yg sudah membludak ini.
mencari pekerjaan di daerah memang tidak mudah, jk dibandingkan dg di jkt. di jkt, orang lebih mudah cari pekerjaan dg gaji yang lumayan. bayangkan, di kota kelahiran saya, Madiun, kabarnya gaji pelayan toko masih sekitar 300-500 ribu. bandingkan dg UMR jkt, yg sudah 1 juta lebih. orang akan lebih memilih ke jkt, drpd tinggal di daerah. tp kalau ke jkt, ya mesti rela tinggal di permukiman padat yg tidak sehat, polusi di jalanan yang sudah melebihi ambang batas, transportasi yg buruk. semua orang menganggap hal2 ini biasa saja. take for granted. kalau menurutku sih, ini semua absurd!
selama jkt masih padat penduduk, jangan berharap kemacetan di jalan bakal beres…
March 6, 2009 at 1:41 am
busway memang bukanlah solusi tunggal dalam menyelesaikan masalah transportasi jakarta (meskipun kayaknya kok gubernur jakarta melihat busway sebagai obat mujarab). apalagi dengan kerumitan jakarta, masalah transportasi memang hanya satu dari sekian kepingan masalah.
pemerintah nampaknya gamang, di satu pihak ingin menyelesaikan masalah, tapi di lain pihak gak mau rugi. yang saya maksud gak mau rugi adalah tidak beraninya pemerintah merugikan industri otomotif (mobil dan motor) dengan membuat regulasi yang membatasi jumlah kendaraan. mengapa coba pemerintah tidak mau investasi dalam infrastruktur kereta api (baik monorel atau pun yang biasa) yang jelas menguntungkan untuk masyarakat dan juga lingkungan, tapi malah mau menambah jalan tol lagi. lobi industri nampaknya terlalu kuat, ditambah memang pemerintah masih mengharapkan pendapatan asli daerah atau pajak dari industri. pemerintah nampaknya memang belum berpihak pada rakyat.
kalau masih begini, solusi apa pun masih akan tanggung…
March 7, 2009 at 10:18 am
emang tetep macet mas…kemaren aku pulang ke jakarta dan asli macet banget…
apa kabarnya dirimu disana?
March 11, 2009 at 4:05 am
benar, jika manusia pengguna jalan di Indonesia ini masih berperilaku nyeleneh, seperti suka nyerobot dll maka kemacetan tetap akan terjadi.
March 19, 2009 at 9:50 am
Jakarta.. Oh, Jakarta.
Mungkin malah Buswaynya yang jadi si Komo?
Hehehe…
March 26, 2009 at 1:28 pm
Saya jadi kebayang pemkot Surabaya yang (rencananya) merealisasikan busway di Surabaya..
*humm.. jadi seperti apa ya nanti..?
March 28, 2009 at 4:04 pm
kebijakan seharusnya harus diperhitungkan untuk jangka panjang.. ga hanya pengen ngeliat hasil lansung.. yah mungkin aja busway skr bikin nambah masalah sapa tau 10 taon ke depan
March 29, 2009 at 2:10 pm
selamat malam bang
aduh blue koq tak dapar berita abang ya
semoga harinya menyenangkan ya,bang
salam hangat selalu
March 31, 2009 at 2:25 pm
anyway busway, belum di update lagi ni mas???
April 3, 2009 at 3:33 pm
Pembangunan moda transportasi berupa busway ini memang tidak umum digunakan di kota-kota lain di asia atau kota-kota negara berkembang.
Konon denger ceritanya, gara-gara sebelum bapak kumis
yg megang jakarta, nyang megangnya itu sekolah di tempat di mana busway pertama kali digunakan. So, hasil belajarnya ini diterapin deh…CMIIW lho ya.
Tapi, terlepas daripada itu semua, pemerintah sampe sekarang nggak tegas sepertinya menetapkan aturan lalu-lintas. Masih ingat dengan aturan sepeda motor yang harus ada di lajur kiri, menyalakan lampu motor (walaupun siang)? Sekarang, seperitnya aturan itu dimakan oleh jumlah sepeda motor yang semakin banyak di jakarta.
Dan yang jelas, permasalahan transportasi itu bagaikan lingkaran setan yang ga ada habisnya. Pengembangan ruas jalan baru akan membuka ‘lahan kehidupan’ baru bagi masyarakatnya, dan begitu seterusnya.
Sekarang, denger2 MRT akan dibangun…Tapi, kayaknya kolom-kolom tiang monorail masih aja nganggur tuh…hehe
April 15, 2009 at 4:57 pm
ya bener akh
lama nih ga bersua kata
indah nian melihat pto profil FB nya
April 30, 2009 at 7:05 am
klo gk mo mkir knapa nulis ttg ini??
bkannya dg anda mnulis ttg macetnya jkarta anda sudah berpikir tuh??!!
kwe..kwek..kwek..kwek…
May 25, 2009 at 5:13 pm
Mass transport memang dimana-mana masih memprihatinkan.. tak terkecuali di kota kecil seperti Jember ini..
Untungnya disini masih bisa tebilang bebas macet.. jadi masih ada pilihan pakai kendaraan pribadi..
Meski semua fasilitas disini, seperti kota-kota kecil lain, serba gak lengkap, gak ada… terutama inet..