Sejak maret 2004 aku tinggal di Karlsruhe, kotanya cukup indah, kecil karena cuma berpenduduk lebih kurang 300ribu orang. Dahulu kota ini adalah ibukota negara bagian Baden, tapi semenjak digabung dengan Würtemberg, ibukota dipindah ke stuttgart. Sebagai gantinya Mahkamah Agung dan Peradilan tertinggi jerman di tempatkan dikota ini.
Sejarah
![]()
Fig. kiri, Grossherzog (raja besar) Karl Friedrich dan kanan daerah kekuasaannya.
Karlsruhe tidak lepas dari sejarah kota kecil disisi timur kota tersebut, yakni Durlach. Raja durlach memiliki seorang anak bernama pangeran Carl dan ia membuatkan istana untuknya sebagai tempat peristirahatan. Tempat peristirahatan tersebut sangat hening dan tenang. Setelah beberapa tahun kemudian berkembanglah daerah tersebut menjadi sebuat kota kecil dan diabadikan dengan nama Karlsruhe, Karl diambil dari nama Carl sang pangeran tadi dan ruhe dari kata ruhig artinya tenang.
Fig. kiri istana jadul, tengah dan kanan istana zaman sekarang.
Wilayah Kota
Luas kota karlsruhe sekitar 17.346 hektar terdiri atas 26 % hutan, 21% persawahan, 27% wilayah pemukiman dan perkantoran, 12,3% ruas jalan, 4 % air (danau), 4,5 % taman, 4,3 % lain2. Dikota ini juga terdapat 5 wilayah suaka alam (641 ha) dan 17 taman kota (5.694 ha). Dari data diatas bisa dilihat seimbangnya perencanaan kota Karlsruhe, dimana keseimbangan tatakota sangat dijaga, lalu bagaimana dengan kota jakarta?
Iklim
Dari pengalaman saya kurang lebih 3 tahun, rata2 suhunya berkisar 10 derajat celcius, maklum letaknya kan di eropa, tapi hebatnya kota ini adalah salah satu kota terpanas di jerman, jika musim panas datang suhu bisa mencapai 36 derajat dengan kelembaban tinggi, mirip banget sama di jakarta, bedanya jakarta penuh dengan polusi dan asap. Sepanjang musim dingin, jarang sekali salju turun seperti layaknya di kota munich misalnya, kalo dihitung paling cuma 1 minggu turun salju.
Kependudukan
Disini anak kecil lebih sedikit dari orangtua, bisa dilihat diatas, ini disebabkan keengganan anak muda jerman untuk menikah, apa lagi punya anak mereka pikir punya anak itu repot sekali, tidak heran ketika masa tua mereka kesepian karena tidak ada memilika sanak saudara. Lebih lagi akan terjadi masalah dimana datang, diakbatkan jumlah penduduk yang menurun.
Transportasi
Dikarenakan letaknya di oberrheine, maka kontur tanahnya sangat datar sehingga sangat cocok untuk bersepeda, kemana2 dekat dan pemerintah kota menyediakan predestrian untuk pejalan kaki dan pemakai sepeda. Bahkan dipusat kota tepatnya di jalan kaiserstrasse ada kawasan pejalan kaku, jadi hanya diperbolehkan untuk perjalan kaki dan tram/s-bahn. Kendaraan pribadi dilarang melewati kawasan ini. Lebih jelasnya bisa lihat digambar bawah-kanan.
Fig. kiri halte Kolpingplatz, kanan adalah zona pejalan kaki.
Cerdasnya sistem transportasi masal disini harus kita acungi jempol karena yang terbaik di eropa. Sebut saja ada Tram, S-Bahn(Sub-urban Train) dan tidak ketinggalan bis. S-bahn melayani penduduk yang tinggal di sub-urban, bahkan kereta ini bisa masuk ke sistim jalur kereta api jarak jauh, menyebabkan angkutan ini sangat ramai digunakan terutama di jam sibuk. KVV (Karlsruhe Verkehrsverbund) adalah operator dari sistem layanan transportasi di wilayah karlsruhe dan sekitarnya. Dari website KVV kita dapat mengetahui secara online jadwal Bis, Tram dan S-Bahn secara aktual, bahkan jika dalam perjalanan kita bisa mengakses jadwal dengan cara mengirim SMS.
![]()
![]()
![]()
Fig. kiri ke kanan S-Bahn, Tram, Bus.
![]()
Fig. kiri jadwal elektronik, kanan jadwal manual.
Kita pun dapat leluasa mengetahui jadwal kapan kereta datang serta waktu tempuh dari suatu halte ke halte yang dituju sehingga perjalanan kita pun sangat nyaman, efektif dan efisien.
Pendidikan
Ini yang harus kita garisbawahi (sayang gak ada garis bawah) , bahwa pendidikan di jerman gratis dari sekolah dasar hingga level S3, bahkan S3 dibayar. Namun karena keputusan politik mulai tahun 2006, sebagian seluruh negara bagian menerapkan kebijakan retribusi pendidikan sebesar 500 euro. Di karlsruhe sendiri, setiap siswa yang terdaftar mulai tahun 2006 harus membayar retribusi pendidikan sejumlah tersebut. Alhamdulillah saya gak kena, hehehe…
Pendidikan dasar
- Grundschule (Sekolah Dasar), sekolah dasar berlangsung dari tahun (1 sampai 4), setelah itu siswa dan orangtua di bantu guru akan menetapkan apakah anak tersebut akan memilih pendidikan kejuruan atau sekolah umum.
- Realschule, Anak yang memilih sekolah ini memilih untuk cepat berpenghasilan tanpa terlalu lama mengenyam bangku sekolah. Jebolan sekolah ini dipersiapkan sebagai tenaga ahli menengah/teknisi, contohnya: ahli bangunan, ahli mode dan design, ahli listrik, pemanas, kasir, ahli taman, pegawai pelayanan publik. Pendidikan berlangsung dari tahun ke 5 sampai 10. Kemudian dilanjutkan magang di industri selama 3 tahun.
- Hauptschule, kurang lebih sama dengan realschule, tapi anak yang nilainya kurang baik masuk sekolah ini karena untuk masuk realschule dan gymnasium butuh nilai dengan rata2 baik.
- Gymnasium (Sekolah Menengah Umum), dipersiapkan untuk anak yang ingin melanjutkan kuliah baik ke sekolah guru, politeknik atau universitas, berlangsung dari tahun ke 5 sampai ke 13. Diakhir sekolah, akan diadakan ujian akhir (abitur) kalo di indonesia mirip EBTANAS kali yah.
Di Karlsruhe sendiri terdapat 47 SD, 27 Hauptschule, 11 Realschule dan 13 Gymnasium dengan total 28.691 siswa.
Pendidikan tinggi
- Hochschule Karlsruhe (Karlsruhe university of applied sciences)
Hochschule Karlsruhe merupakan sekolah Ingineur terbesar dinegara bagian Baden-Würtemberg, memiliki sekitar 6000 student. Didirikan pada tahun 1878, sekolah ini telah menghasilkan ribuan Ingineur yang tersebar dan berkarir diberbagai bidang industri di jerman sebut saja raksasa automotive dunia Daimler-Benz AG.
Sekedar informasi, pemerintah kerajaan Malaysia mengirimkan tiap tahunnya 50 10 student untuk bersekolah di kota ini saja, belum ke kota2 yang lain di jerman. Mereka mendapat beasiswa dari negara bagian Baden-Würtemberg dan Kerajaan malaysia, ini merupakan program G to G yang telah berlangsung beberapa tahun yang lalu. Dimana pemerintah indonesia………….oiii pemerintah jangan tidur bantu student indonesia???
Bagi rekan-rekan yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya, HS-Karlsruhe menyediakan program (S2) / International Graduate Program (M.Sc), antara lain:
- Sensor System Technology, pendidikan dapat ditempuh dalam 4 semester termasuk thesis. Kuliah berlangsung penuh dalam bahasa inggris.
- Geomatics (geo-informatic), bisa ditempuh dalam 4 semester termasuk thesis. Tahun pertama kuliah berlangsung dalam bahasa inggris, kemudian tahun kedua dalam bahasa jerman, (50-50).
- Universität Karlsruhe (Karlsruhe University)
Mendapat predikat sebagai satu dari 3 universitas elit se-jerman, menjadikan Uni-Karlsruhe semakin atraktif menarik minat pelajar dari seluruh penjuru dunia. Ditambah biaya hidup dikota ini yang sangat jauh lebih murah ketimbang kota munich yang memiliki universitas elit (TU-München), karlsruhe dalam kurun waktu 2 tahun telah diinvasi ratusan mahasiswa khususnya dari RRC. Mereka diberi kelonggaran untuk kuliah di jerman dikarenakan banyak sekali proyek-proyek di negara tersebut yang diberlikan kepada pemerintah dan kalangan industri jerman. Bisa dibayangkan RRC setelah 10-20 tahun lagi? nah sekarang dimana pelajar dari indonesia yang tiap tahunnya menyusut! adakah perhatian dari pemerintah?
- Pedagogische Hochschule (Sekolah Guru/IKIP)
- Staatl. Hochschule für Gestaltung (Sekolah Disain)
- Hochschule für Musik (Sekolah Musik)
- Akademi der Bildenden Künste (Akademi Senirupa)
- Berufsakademie für Tecknik und Wirtschaft (Politeknik)
~bersambung~


boss… garis bawah pake <u>some text</u>
btw nice profile about Karlsruhe
ooOooooOoo…
di Jerman toh mas??!
hhm, apaan yah yg khas sono..?? *mikir*
eh iyah.. mobil mercy asli pabrikan sana kan??!
kirimin dt satu yah mas..
btw, sukses deh mas..
Mas Ario…
Thank a lot… atas cerita tentang kota Karlsruhe yang penuh pesona. Terus terang jadi kepengen kesana nich hehehe….
Ceritanya tetap dilanjut terus ok ???
Sebagai bahan sharing buat kita disini (Indonesia).
Best Regard,
Bintang
http://elindasari.wordpress.com
mas bagaimana dengan program spesialisasi dokter? ada gak? thx atas infonya..
Hiks Hiks ….
Kenangan indah tak terlupakan….
Kangen ama Karlsruhe…
Boss Ario … tuntaskan perjuangan!! Salam buat Gruenhaupt
Regards,
Doni
enak bisa ke jerman
jd pingin nih mas
Kapan-kapan diajak dong… Biar langsung ngerasain kenyataannya seperti apa…
mas iyo,,, keren juga tulisanmu…
makasih ya… bisa jadi menambah wawasan!!
sama222, ayo makannya buat blog, sehingga bisa berbagi
Beginilah kalo kita punya Pemerintah yg ga perhatian ama pendidikan. Tapi saya masih yakin Indo akan maju di masa depan. Org2 kita terlatih utk hidup mandiri tanpa disuapi oleh negaranya. Indonesia banyak memiliki org2 yg pantang menyerah dan punya kemauan kuat. Insya Allah kita bisa maju.
Luthfi-
bener boss, kita harus mandiri dan punya kemauan kuat, sukses selalu boss.
wah bosss, ternyata karlsruhe keren juga kalo baca referensinya gini.. kalo ditinggalin perasaan biasa aja hehehehehe sukses bos!!!
yaoi boss, makannya diharapkan bergabung dengan komunitas blogger, biar banyak temen lagi.
Tulisan yang menarik. jadi tergelitik buat menulis.
Sebuah perbandingan sistem antar negara. Jika bisa dikumpul foto2 lebih banyak beserta data2 yang penting. Nanti di Indonesia bisa ditulis kembali dimasukkan ke salah satu koran.
Cuma harus diperhatikan sampel yang diambil, jangan dibandingkan antara Jakarta dan Karlsruhe, karena jakarta ibukota negara.
Schön… Tulisan yang begini mungkin berguna buat orang2 yang kelak membutuhkan.
Makasih atas kunjungannya boss, ttg kliping itu asik juga tuh bisa jadi kenang2 an. Makasih boss atas masukannya ntar di bandingkan dengan kota lain yang lebih sepadan.
Kayaknya nyaman ya tinggal disana?…
nyaman banget boss…. kemana2 gampang transportasi bagus, gak macet. hidup efektif disini.
Karlsruhe rules! hahahahahaha, kapan ni bos main volley pante lg kita
iy anich ji, berhubung kurang orang jadi min basket aja….
Tinggal di Karlsruhe nih, sayah waktu ke jerman ga sempat main ke Karlsruhe
(karena ga ada waktu luang dan ga punya banyak duit
, maklum urusan study,hehehe…
Semoga sukses disana
Salam..
wah sayang sekali gak sempet mampir kesiti, ditunggu kedatangan selanjutnya. makasih sudah mampir ke blog saya.
Assalamu’alaikum wr. wb.
Salam kenal mas…
kunjungan pertama ke blog ini
cerita yg menarik…
Jadi pengen kesana
Masih bersambung ya…
Cerita ttg Islam di sana gmn mas?
wassalamualaikum wr wb
terima kasih sudah mampir, pengen kesini? boleh atuh, iya ntar disempetin nulis ttg islam di karlsruhe dech.
[...] kota Karlsruhe [...]
wah wah… seperti membaca “Tatsachen ueber Deutschland” nih… ulasannya lengkap!
kapan pulang mas? saya juga mau ke sana… suatu hari nanti!!! mau nungguin? he he…
pemginnya sih tahun ini insyaallah mudah2an bisa pulang. Kesini aja, nambah pengalaman hidup. Nungguin enggak kali yach, udah homesick berat nich.
nambah pertanyaan… di uni karlsruhe ada Fach untuk Linguistik ga? maaf ga langsung klik linknya… lagi males jalan-jalan… makasih lho sebelumnya
Wah saya belum cek tuh, lihat lsg aja mbak, soalnya khan saya gak tahu persis linguistik yg dimaksud apa. O.K.
halo resi,
saya mungki saya juga pernah tinggal di karsruhe selama 6 bulan saya tinggal di morgenstrasse,resi tinggal di mana?
regards
sayang kita tidak pernah bertemu! saya tinggal di klosterweg dekat durlacer tor. Kira2 tahun berapa mas pernah di KA?
Hmm…
Ceritanya Ok bgt boss, gw yang tinggal brg2 elo aja ga tau kalo sejarah kota KA spt ini…
Kangen eh sama KA… Kota penuh kenangan..
Boss.. Masih inget ga pas summer, kita jalan2 naek sepeda ama om Ttg sampe ke hutan.. di pinggir sungai Rhein..
Kpn lagi ya boss?
Hiks..
Salam,
Febrya
uwh, tau gitu waktu taun lalu gue ke berlin, gue sempetin ke karlsruhe!
Enggan nikah, penduduk menurun, moga gak menjangkiti pemudah “lain” yg berada di sana hihihih…..
Suasana, tata lingkungannya, ruang udaranya pasti lebih bersih dan sejuk ya…. Hmmm mengundang bgt tuk di kunjungi ya….tapi…. kudu nabung dulu hehehe….
Mengenai sekolah, Indo mengutamakan nilai UN yg ada 4 mata pelajarn (sd smp smu), hrs dpt nilai 5,25. Skill, interest siswa/i mah urusan blakangan….