Author Archive
November 12, 2009
Semakin parah saja, begitulah bisa dibilang. Pemadaman listrik bergilir tidak hanya terjadi di daerah di seluruh indonesia, tapi telah menyentuh wilayah yang sangat vital yakni jakarta dan sekitarnya. Kota dimana nadi perekonomian bangsa berdenyut. Tak ayal pemadaman ini membuat warga kesal, salah seorang warga berang pasalnya ketika ia telat sehari saja membayar listrik, langsung kena denda bahkan yang ekstrimnya sambungan listrik dari PLN bisa diputus. “eh gilirah udha bayar, PLNnya yang matiin lampu, lah pan bijimane kalo kite lagi kerja”.
Itulah sekelumit kisah sebuah negeri yang kaya akan sumber energi, dengan presiden baru, kabinet baru tetapi masih mengusung semangat lama, tak terlihat perubahan mendasar yang berarti, namun kita lihat dalam 100 hari. Apakah proyek 2 energi akan terus berjalan walaupun sang penggagasnya telah lengser? atau sebaliknya, proyek2 bagus akan mati seiring dengan lengsernya pejabat yg berwenang. Kita nantikan saja…
Posted in politik | 3 Comments »
Tags: listrik
October 7, 2009
Ternyata setelah dihitung2 sudah hampir setengah tahun aku tidak mengupdate blog ini, blog yang telah membuat persepsiku tentang dunia maya berubah, blog yang telah menghubungkan aku dengan manusia diberbagai bagian bumi melintasi batas negara, gender, keyakinan dan sosial.
Ada yang hilang ketika blog ditinggalkan, sebuah ikatan persaudaraan yang mulai mengendur, bagaikan ikatan tali yang terlepas dari simpulnya, sungguh memilukan. Harapan itu kan segera kembali, akibat sebuah kerinduan yang memuncak, bertemu dengan saudara2 lama, bertukar perjalanan hidup dan emosi, sebuah keniscayaan akan hadir disini, diblog ini.
Posted in 1 | 7 Comments »
Tags: kembali, ngblog
June 3, 2009
Kemacetan yang terus menggelayuti jakarta takakan bisa teratasi jika tidak dipayungi solusi satu atap, maksudnya tidak bisa hanya institusi lokal seperti pemda DKI dalam mengurai masalah kemacetan yang sudah komples ini. Sehari2 saya menggunakan moda transportasi umum, saya pilih trans jakarta untuk ke kantor. Ternyata lumayan cepat, walaupun masih kurang nyaman tetapi lumayan lah. Dari pintu rumah ke pintu kantor menghabiskan waktu kurang lebih 1,5 jam, pulangnya lebih lama sekitar 2 jam. Not bad lah. Soalnya naik trans jakarta, kadang2 dapet duduk, dan bisa terukur waktunya.
Saya kadang masih memimpikan transportasi yang nyaman, tepat waktu dan murah, seperti pengalaman2 saya dahulu. Namun memang kita harus realistis, sebagai warganegara harus selalu mendorong pemerintah untuk menyediakan transportasi yang baik, yakni dengan solusi konkrit dengan membangun sistem transportasi masal yang baik. Paling tidak dari diri kita yang memulai dengan mentaati peraturan lalulintas sehingga bukan hanya kita yang merasakan nikmatnya berkendara, juga orang lain.
Posted in kehidupan | 10 Comments »
June 1, 2009
Setelah 2 bulan satu minggu saya vakum, saya memulainya kembali. Alhamdulillah setelah 5 minggu pulang ke tanah air, saya mendapatkan pekerjaan, interview pertama begitu bermakna, langsung diterima. dan langsung saya jawab job offer dari direktur perusahaan dimana saya bekerja.
Dan setelah 3 minggu bekerja, saya dikirim ke singapore dimana kantor pusat perusahaan kami berada, technical dan sales training, lumayan berat tapi ilmunya sangat berbobot. Gak nyangka bakal naik pesawat lagi setelah 2 bulan tiba di jakarta. kali ini gratis.
Kesibukan setelah tiba di jakarta adalah mencari pekerjaan, ini sangat dulit mengingat saya kehilangan banyak koneksi di jakarta, mulai dari teman kuliah yang sudah tak acuh lagi dsb. Banyak faktor lah yang membuat dunia pekerjaan di idnonesia semakin tidak ramah. tapi alhamdulillah berkat rahmat Sang pencipta aku bisa melewati semua ini, cukup dengan 5 minggu. sedangkan teman2 yang lain, setelah pulang ke indo bahkan sampai saat ini belum mendapat pekerjaan, hitung2 kebih dari 1 tahun.
Mudah2an tulisan pertama ini setelah pulang ke tanah air bisa diikuti dengan tulisan2 selanjutnya, dan mudah2an tidak ada lasan untuk sibuk sehingga meninggalkan kegiatan baca-menulis.
Posted in kehidupan | 11 Comments »
Tags: first job, interview, new life
February 23, 2009
Sudah ada busway jalan masih macet? Busway malah memperparah kemacetan? “mendingan gak usah ada busway sekalian”, ujar salah satu pengguna kendaraan pribadi. Secara statistik pertambahan jumlah kendaraan pribadi jauh melampaui kendaraan umum, mengapa? Karena masyarakat kecewa atas moda transportasi masal yang ada di tanah air khususnya di DKI, sehingga masyarakat beralih ke kendaraan pribada baik itu motor maupun mobil. Bagaimana gak kecewa, kalo bekerja harus berdesak2an, kondisi kendaraan yang kumuh, kotor, orang merokok semaunya, ditambah masyarakat harus menambah ongkos lebih banyak dikarenakan perpindahan angkutan umum diperparah lagi oleh maraknya tindakan asusila yang terjadi, sehingga jalan tumpah akan kendaraan pribadi.
Dari jaman saya kuliah akhir 90-an samai awal 2000-an, namanya jakarta sudah macet, lumayan parah, dengar2 sekarang tambah gila. Ya iya lah orang pemerintah daerahnya tdak punya visi pembangunan transportasi, gak usah jauh2 membandingkan dengan jepang dan eropa, tengoklah tahiland dan malaysia. Pemerintah telah menyebabkan masyarakat meninggalkan kendaraan2 pribadinya dirumah untuk menaiki urban train. Atau malaysia yang membangun kereta2 komuter dan jalur monorail. Saya yakin jika pemda dibantu pemerintah pusat ada kemauan, negara ini mampu mengatasi kemacetan yang kalo ditotal setahun kerugian mencapai triliunan rupiah, bayangkan!
Tapi kalo dirunut masalahnya dimana, memang jakarta sudah tidak layak lagi untuk ditinggali kalo manajemen pemerintahannya spt ini. Jumlah penduduk 9 juta, total jabotabek 25 juta, yakin beberapa tahun kedepan jakarta bakal lumpuh, jika masalah ini tidak ditanggulangi. Jakarta butuh solusi komprehensif, yakni pembagian kue pembangunan yang harus merata ke setiap daerah, jadi orang tidak berduyun2 datang ke jakarta yang menyebabkan jakarta dan kota sekitarnya sangat sumpek. Pengendalian banjir, melarang pembangunan pemukiman di puncak bogor, penghijauan. Pengembangan mass rapid transport, seperti penambahan jumlah bus yang layak pakai (baru), kereta2 komuter, monorail, subway (syarat tidak banjir), bla bla bla… dan masih banyak yang lain.. dah ah bukan urusan gw pusing….. mending mikirin yg lain aja.
pic taken from indahnesia.com
Posted in macam2 | 19 Comments »
Tags: busway, macet, trans jakarta
February 21, 2009
Wah.. politik semakin menghangat sebelum pemilu leglislatif, yang kemarin calon presiden hanya berasal dari 2 partai yakni SBY dan Megawati atau biasa disebut dengan blok M dan blok S, sekarang muncul capres baru dari kalangan internal golkar yakni ketumnya sendiri Daeng Ucu alias Jusuf Kalla. Walau JK sebutan Jusuf Kalla belum resmi dicalonkan golkar sbg capres, naganya2 doi lah yang akan diusung partai pohon beringin ini untuk bertarung dengan capres lain. Selama ini bursa capres masih didominasi oleh capres tua (diatas 60 tahun), dan sampai saat ini belum terlihat capres dari generasi muda menunjukkan kelebihannya, ada sih tapi kok sya aya melihatnya ada yang kurang sreg gitu, memang semuanya masih tergantung pemilu leglislatif 9 april nanti.
Agak membosankan memang jika bursa capres hanya diisi oleh orang yang itu2 saja, bisa dibilang (walaupun masih prematur) partai2 gagal melahirkan seorang calon pemimpin yang memiliki kemampuan dan kapabilitas yang memadai, partai2 sibuk mengusung gerobak butut hasil perintahan lalu yang telah terbukti gagal untuk mensejahterakan rakyat, kalaupun ada partai yang berusaha melakukan pengkaderan dengan baik paling hanya 1, 2 partai saja selebihnya adalah partai yang didirikan akibat suara mereka tidak terakomodasi dengan baik ketika mereka masih bergabung di parpol premiere league.
Dari sejarah bangsa indonesia yang telah melahirkan putra2 “terbaik” dalam memimpin negeri ini, ada salah satu capres yang menurut saya menarik untuk kita ulas. Sukarno yang seorang pemikir, teknokrat, pejuang dan nasionalis, kapabilitas yang seperti itu memang sangat dibutuhkan bangsa ini yang waktu itu baru merdeka. Suharto, SBY yang seorang militer, habibie seorang teknokrat dan birokrat ulung, megawati seorang ibu rumah tangga dan Gusdur seorang aktivis. Nah Daeng Ucu ini adalah seorang pedagang. Politikus yang memiliki kekayaan triliunan rupiah ini telah sukses melanjutkan bisnis orangtuanya, haji Kalla. Tak heran beliau didapuk sebagai orang terkaya di indonesia timur, yang memiliki jaringan bisnis yang menggurita, dari sektor jasa, perkebunan, perdagangan, konstruksi de el el.
Saya kok berfikir simpel aja, sekali2 indonesia dipimpin seorang pebisnis, coba kayak apa jadinya, mudah2an bukan menjadikan kerajaan bisnisnya semakin menggurita tapi bisa mengangkat ekonomi rakyat miskin dan sukur2 bisa mensejahterakan rakyat. Jadi kira2 bagaimana peluang politikus lulusan INSEAD ini, sekolah bisnis ternama di eropa, yang kampusnya terletak di prancis, dalam pemilihan presiden yang akan datang? semuanya tergantung pada pemilu leglislatif dan suara rakyat, ini politik bos!. Kenyataannya indonesia masih menghadapi jalan yang sangat panjang untuk menjadi negara demokrasi yang sejahtera.
pic. taken from indragunadisantosa.wordpress.com
Posted in politik | 6 Comments »
Tags: JK, leglislatif, megawati, partai, pemilu, pemimpin tua, politik, SBY
February 20, 2009

Beberapa hari terakhir media massa tanah air tampak sibuk, mengapa? ya karena indonesia kedatangan seorang tamu yang “special”, seorang mantan ibu negara AS adalah hillary clinton menteri luar negeri negara paman sam. Dari media cetak maupun televisi, dari offline maupun online, setiap detik berhari2 melaporkan kegiatan beliau diindonesia. Mulai dari persiapan kedatangan pada saat kunjungan sampai kepergian, semua dipersiapkan secara khusus dan ekstra. Terlihat pasukan pengamanan yang berjaga begitu ketatnya, seakan2 menunjukan kepada dunia bahwa negara kita tercinta adalah negara yang tidak aman, boleh2 saja pengamanan dilakukan, tapi ya “mbok jangan segitu2 amat knapa”.
Saya yakin Mrs. Clinton datang dengan segudang misi, misi yang dibawa pemerintah presiden Obama mantan anak menteng dalem. Sangat terlihat bahwa pemerintah benar2 bermuka manis dihadapan negara adidaya tsb, layaknya kucing yang malu tapi mau, walau hanya dihidangkan nasi rasa ikan asin (ikan asinnya sih gak ada cuma rasanya doank), berusaha menjadi tua rumah yang baik. Welah dhalah… ketika rakyat berbondong2 menuntuk haknya agar dipenuhi (baca: korban lumpur lapindo), tapi disayangkan tangan mereka hampa, hampa dari bantuan pemerintah. Sungguh aneh, rakyat tidak merasa welcome dinegaranya sendiri. Kali ini pemerintah mengulangi sepakterjangnya yang membosankan, lagu lama yang sering diputar sampai akhirnya suatu saat rakyat tutup telinga bahkan bukan tidak mungkin membakarlagu tersebut.
Pic. taken from swin.edu.au
Posted in politik | 2 Comments »
Tags: hillary clinton, kekuatan asing, kunjungan menlu as, pemerintah, tunduk
February 18, 2009

Buat cowok, kadang memasak adalah hal yang menakutkan, padahal gampang loh, banget lagi. Apalagi kalo bahan2nya sudah dalam satu paket seperti wortel, kolrabi, kentang, daun bawang dan bawang merah. Tinggal potong2 semuanya, bawang merah di masukkan kedalam wajan yang sudah dipanaskan sebelumnya, langsung di gongso alias digoreng, sreng2. Masukkan bahan2 yang telah di potong2 tadi, masukkan pula, garam, gula, micin sedikit aja, potongan cabai (jika suka pedas) merica dah… aduk2 setengah matang, trus masukkan air putih secukupnya.
Sebelum masak tambahi bawang goreng kedalam sop dan daun bawang, tambahkan sop dengan daging atau telur puyuh jika perlu. Mudah kok, bagi cowok gak perlu bingung dan takut kedapur, semua bisa dilakukan kok. Selamat mencoba.
Posted in kuliner | 6 Comments »
Tags: sayur sop, wortel
February 17, 2009
Sudah hampir sebulan aku tidak meng-update blog, apalagi mampir ke blog temen2 sekalian, kayaknya hidup ada yang hilang gitu. Ya karena dengan nge-blog, informasi dan wawasan akan bertambah, ditandai dengan tukar-menukar informasi diantara pengguna blog. Yah namanya juga lagi males nulis, tentu sangat berpengaruh dengan kondisi aktual blog yang bersangkutan, yakni tak terurus kontennya, bersyukur ada aksimet shg tidak dibanjiri SPAM spt FS-ku. Ada hal lain yang menjadikan WP agak ku abaikan dahulu, biasa gara2 FACEBOOK. Ya nuwun sewu para sedulur bukanya mau memutuskan silaturahim, tapi FB ini memang telah merajut kembali silaturahim dengan kawan2 yang elah belasan tahun tidak bertemu, paling tidak kontak pertama telah terjalin, suit-suit… Ketemu MA*T*N donk? kontak apa kontak? Inget loh udah merit, jgn macem2 wakakakak.

Sampai detik ini pukul 10 pagi, 17 February 09 telah terkumpul 1500 komentar, 22.000 pengunjung blog sederhana ini. Terima kasih kawan, om, tante, mbak, mas, abang, kakak, adik, bro, fren atas kunjungan dan apresiasinya thdp blog ini, semoga dengan blog ini kita bisa saling berbagi (info donk….).

Posted in macam2 | 4 Comments »
Tags: berbagi, blog, pengunjung, sharing
January 23, 2009

Ku hanya ingin tahu, apa kabar kawan, semoga kamu baik2 saja, dan selalu dalam lindungan-Nya. Aku kangen berbincang dengan mu sobatku, lama kita tak bersua dan bercakap2, tentang masa lalu kita, kenangan dimasa kecil, masa yang paling indah dalam hidup kita. Mungkin engkau sudah lupa akan diriku, semenjak itu kita tak pernah berkumpul kembali, ya kita telah menentukan masa depan masing2, cita2 yang dulu ingin kita capai dan impikan. Selamat sobat atas segala jerih payahmu, doa dan usaha yang telah kau lakukan, tuk membahagiakan orang tuamu. Ah.. sobat kapan kita kan bertemu, kutunggu engkau di ujung jalan sana, jalan perjuangan.
Posted in kehidupan | 15 Comments »
Tags: perjuangan
January 21, 2009
Banyak sekali yach orang indonesia dimalaysia, pikirku setelah membaca berita dan artikel mengenai orang indonesia di malaysia. Baik yang telah bermukim puluhan tahun, baru datang atau hanya sekedar melancong. Dari tenaga kasar sampai tenaga terdidik, dari buruh sampe dosen ada di malaysia. Sebenarnya apa sih yang mereka cari di malaysia? Yang jelas bukan rupiah atuh… bukan pula monas… tapi ringgit dan petronas. Saya sendiri belum pernah mengunjungi malaysia, apalagi tinggal bermukim disana, pandangan saya, negeri tsb sudah sangat maju ketimbang saudara tuanya, siapa lagi kalau bukan indonesia.
Tuhan memang menggilirkan “kejayaan” suatu kaum, kalau dilandasi dari segi etnis, dulu… dulu nich katanya, indonesia jauh lebih maju daripada malaysia, sempat bisa buat design kapal terbang, sampai bisa terbang, de… el.. el… Pernah sangat bangga sebagai pengirim tenaga terdidik pengganti dosen dan guru2 mereka yang sedang sekolah di luar negeri. Tapi setelah beberapa dasawarsa lupa diri, tak berbenah malah tenggelam akan sebutan macan asia. Tak disangka setelah puluhan tahun kemudian keadaan berbalik, dan kita lihat sekarang bagaimana malaysia jauh meninggalkan indonesia.
Dari sini, negeri michael ballack, mudah sekali mengenali budak2 malay, model jilbabnya yang “melayu” banget, dan sikap2 mereka yang rada2 “sepa`” (apa ya bahasa indonesianya, mirip dengan “berlagu”), ada memang yg respek sama kita, tapi itu anak2 dulu, anak2 yang belakangan datang ya gitu deh, tahu sendiri lah. Dari sini pula orang lain mudah sekali menebak diriku sebagai orang malaysia ketimbang indonesia, karena mereka banyak tahu ttg malaysia. Tanya kenapa?
Stigma masyarakat indonesia di malaysia sebagai pekerja kasar sangat melekat pada mereka jadi jangan heran kalo kita nanti berkunjung ke malaysia maka mereka akan men-jeneralisir dari ujung rambut sampai kaki, sampai kita dandan rapih, bersolek bagi yang wanita, pakai kacamata ala paris hilton dan jangan lupa berbahasa inggris, kemana2 selalu membawa paspor/identitas pribadi, karena malaysia bukan indonesia bos…
Posted in jalan-jalan | 8 Comments »
Tags: buruh, kuli, malaysia, melancong, petronas, stigma
January 16, 2009
Salju telah mencair, suhu udara pun lambat laun naik, tanda2 musim dingin akan segera berakhir, mmmm… belum tentu juga sih, bisa aja bulan februari masih turun salju, kadang sampe juni?… lagu kale. Nah lagi dingin enaknya makan yang anget2. Seperti dibawah ini..
Nikmatnya tiada terkira, alhamdulillah masih bisa mencicipi hidangan khas tanah air. Dan enaknya emang ditemeni nasi, gak pas kalo pake roti atau mie, nasi emang uhuy….

Oh iya tidak lupa sambal terasi, plus bawang merah dan tomat, makin ngeces dan goyang aja ni lidah.
Posted in kuliner | 15 Comments »
Tags: dingin, sambal, tempe
January 13, 2009
Karena banyak bergaul dengan mahasiswa dari berbagai negara, aku jadi tahu waktu mereka mengenyam pendidikan dasar sd-sma pada gratis semua, tak terkecuali negara2 miskin, bukan monopoli negara maju aja loh pendidikan gratis. Ambil contoh, maroko yang negaranya miskin punya. Negara2 teluk, udha pasti gratis jangan tanya wongjuragan minyak. Eropa? lah iya lah khan pusat science dan technology. Afrika wah barusan di bahas kemaren, seluruh jazirah arfika gratis kali, yang pasti afrika utara gratis, mesir yg dulu anak indo ampe sekarang buanyak banget menimba ilmu disana. Cina, india, iran, aku tanya langsung dari temanku yang dari sono, ya gratis juga, bahkan di iran kuliah juga gratis, weleh….
Kalo kuliah gak semua negara daratan eropa gratis, jerman aja udah bayar hampir semua negara bagian, gak besar sih buat orang sana, lah udah kaya. 500€ satu semester mah just a piece of cake! Prancis bayar kyknya… cuma gak mahal, belanda bayar udah mulai mahal. Inggris jangan tanya cuma orang indo kaya aja yg bisa sekolah disana. Dan kualitasnya jangan tanya, top2 semua dari politekniknya sampe universitas, khusus jerman ya. Kalo prancis tanya mas adhiguna aja. Herannya ada negara di anatar 2 benua dan samudra biaya kuliahnya selangiiiiiiiiit, tapi kualitasnya termehek2. Gaji profesornya setara dengan gaji IT helpdesk, apa kata dunia! Jadi 2009, kalo mau dipilih, jangan cuma janji2 kosong buktikan dengan amal nyata, kalo pendidikan SD-SMU bisa gratis. Kalo enggak, ya sampai kapanpun bakal gini2 aja, keadaan negara tsb gak akan pernah berubah.
Posted in pendidikan | 17 Comments »
Tags: kuliah, mahal, sekolah
January 13, 2009
Sering kita dengar dimasyarakat kita ungkapan tersebut. “Belum makan, kalo belum makan nasi, atau belum sarapan kalo belum makan nasi”. Makannya jadi republik nasi, alias pagi, singa, sore, malem kudu’ makan nasi. Yang menarik beras sebagai bahan pangan hanya subur jika ditanam di pulau jawa dan di pulau lain yang terdapat gunung berapi. Mengapa? karena memang tanah disekitar gunung berapi sangatlah subur. Jadi gimana orang indonesia di pulau lain? ya harus impr lah nasi dari pulau jawa, kalo gak cukup ya impor dari LN.
Padahal tanah indonesia itu luas, luas sekali, kalo ditanam padi gak numbuh pasti ada cari lain supaya ubi, singkong, sagu bisa numbuh. Atau memang tanaman tsb memang benar2 cocok di lahan setempat seperti, sagu, ubi di papua dan kepulauan maluku. Jagung di sumatra, jawa juga bisa. Singkong, dimana2 bisa kyknya samping rumah juga tancep singkong numbuh. Oh iya kedele dan cereal juga bisa ditanam.
Cuma masyarakat sudah terbiasa di nina bobokan oleh keputusan politik pemerintah yang mengelu2kan beras, kesannya beras adalah makanan orang makmur, kalo makan tanpa beras dibilang kere. Wadoooh…. Akhirnya karena udah kebiasaan ya apa boleh buat, beras lagi beras lagi. Padahal singkong, kentang kalo di goreng/kukus bisa mengenyangkan kok. Makan sagu juga kenyang, karena nilai karbohidratnya tinggi, jagung juga. Jadi ungkapan belum makan nasi belum sarapan/kenyang adalah berlebihan, mimpi disiang bolong kyknya, atau karen abelum biasa kali. Sebab saya kalo pagi makan roti, siang makan ketang, malem kadang2 nasi/mie/spageti, kenyang2 aja kok malah saya merasa kalo makan nasi/sarapan pagi2, baru jam 10 udah laper lagi, beda kalo makan roti, bisa kuat sampe makan siang.
Nah biar ga nasi lagi nasi lagi, ya pola pikir harus diubah, kemauan politik pemerintah harus ada, kreatifitas/defersifikasi pangan harus ditingkatkan, sehingga pangan melimpah dan kita tidak kekurangan. Cuma emang sulit sih kalo diindo, terkadang masalah pangan suka dipolitisir, becek deh
Posted in macam2 | 8 Comments »
January 12, 2009
Sudah 1,5 bulan saya pindah dari asrama mahasiswa ke appartement, kebetulan saya tinggal di lantai 6. Tiap lantai memiliki 14 kamar, yang berarti 14 orang hidup bersama, berbagi 2 kamar mandi, 2 toilet dan 1 buat dapur berikut ruang makan. Bisa dibayangkan betapa sumpeknya, yang jelas antara laki perempuan campur
heheheh… hus jangan ngeres dulu. Kalo diindonesia kyknya tidak dimungkinkan, berhubung disini bebas2 aja karena bukan merupakan hal yang tabu. Awalnya enjoy ajah, buktinya aku sampai 4 tahun bisa betah tinggal diasrama, sekaligus bisa melatih kelancaran bahasa jermanku, khan semakin berlatih akan semakin nyrocos kaya aer. Ya melatih berarguman dan juga keberanian menghadapi bule.
Tapi setelah menikah kok aku merasakan hal yang berbeda, kyknya aku harus pindah, dan ternyata memang aku sudah tinggal di apartemen bersama 1 anak indo dan 2 anak maroko. Singkat cerita karena satu appertement dengan 4 kamar untuk masing2 dari kita, jelas tidak sesumpek waktu diasrama, cuma itu loh, karakter orang arab lumayan keras, dan anehnya anak2 indo suka berantem heheheh. Namun karena aku telah banyak berkenalan dan belajar budaya orang arab bagiku semua beres, apalagi bisa speak arab, qolil qolil lah…. mayan biar arab tunduk dikit gitu. Singkat cerita suatu waktu aku berbincang dengan salah satu dari mereka, ttg kebudayaan maroko, adat istiadat kebiasaan , juga ttg pendidikan.
Yang menarik dari maroko, lebih dari 25 persen warganya berada di LN, alias maroko diaspora, dikarenakan situasi ekonomi yang kurang baik (miskin), menyebabkan mereka hengkang dari negara asalnya, biasanya mereka pergi ke eropa dengan tujuan studi agar mereka dapat merubah asadepan yang lebih baik. Aku berkata padanya bahwa diindo sekolah mahal, bahkan bisa dikatakan sekolah hanya untuk orang kaya saja. Lalu ku bertanya padanya, “di maroko gmn?”. Dia jawab, wah kita mah di maroko sekolah dari SD sampe kuliah GRATIS!, namun ya itu karena kurangnya investasi asing dan SDA yang ada menyebabkan negara ini kurang maju, ya tipikal negara2 arab yg gak punya minyak lah. Cuma ya itu salutnya, negara miskin gak punya minyak (sedikit) alamnya kering kerontang, kok bisa2nya sekolah gratis.. tis?. Lah indo gimana nih, yang katanya tongkat dilempar jadi pohon, saking suburnya, kok bisa2nya sekolah mahal? Yang jelas untuk negara miskin kyk maroko pemimpinnya punya kemauan, walaupun miskin yang penting sekolah gratis, shg bisa mencari peruntungan ke nagara lain.
Posted in bahasa dan budaya | 11 Comments »