liburan.. garing dan sepii
26 Dec 2008 17 Comments
in jerman Tags: liburan, natal
Natal di negara yang penduduknya mayoritas beragama katholik dan kristiani, berbeda sekali dengan suasana lebaran ditanah air yang mayoritas beragama muslim. Disini sepi banget, gak tahu deh orang pada kemana, kyk hilang ditelan bumi. Kalo lebaran khan rame dan heboh, pake acara mudik pulang kampung, bawa barang2 tuk diberikan sodara si kampung. Dimari biasa2 aja tuh, the city like a death town, garing banget. Malah pas hari H (natal) tram dan bus ada yang tidak beroperasi, ada temen2 yang gak bisa keluar dari rumah karena untuk temen2 yang tinggal dipinggiran kota tak mendapat akses angkutan umum, maklum lah namanya juga libur. Lain halnya di indo, masih ada angkutan, walaupun sepi juga seh.
Bagi yang telah berkeluarga, waktu yang tepat untuk dekat dgn anak2, karena sepanjang tahun diliputi oleh kesibukan ttg pekerjaan studi dll. Nah yang gak ada keluarga, emang rada pahit.. akhirnya biar rame, kita kumpul dan masak2 lumayan deh, terobati juga rasa kangen dgn keluarga di tanah air.
Oh iya seperti biasa natal pasti jatuh pada musim dingin, dingiiin… banget, genangan air berubah menjadi es, cuma ya itu, dikota ini bisa dibilang kagak ada salju, soalnya terletak di daerah yg cukup hangat, salah satu kota terhangan di negara ini. Bisa dipastikan cuma beberapa jam salju turun, dan setelah itu hilang, kalo mo main ski ya kudu’ ke gunung, 1,5 jam dari sini. Kalo mo heboh lagi ya ke swiss, +/-4 jam, naik kereta.
Ya gitu deh… pokoknya dipuas2in aja, sebelum benar2 tiba waktunya untuk back for good.
lika-liku hidup di perantauan
07 Aug 2008 30 Comments
in jerman, kehidupan Tags: mahasiswa, perantau, tki
Siapa sih yang gak ingin tinggal dikampung halaman sendiri? ya jelas semua orang ingin tinggal dan hidup dekat dengan orang2 yang ia cintai, namun kadang orang punya pilihan lain, pilihan berpisah dengan keluarganya disebabkan menuntut ilmu atau mencari penghidupan yang layak dinegara orang, semua itu adalah konsekwensi pilihan hidup. Awal2 ketika ingin berangkat dan tiba di perantauan penuh dengan semangat yang membara, maklum tangki masih penuh, siap untuk beberapa tahun kedepan.
Setelah satu tahun, banyak sekali pengalaman yang didapat, selain ilmu tentunya, bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang baru, kebiasaan orang2 lokal yang baik, mau tidak mau harus kita adaptasi. Interaksi dengan lingkungan sangat perlu untuk menghilangkan gegar budaya. Pokoknya tahun pertama sangat berkesan.
Tahun kedua mulailah merasakan kerasnya hidup disini, setelah tahun pertama adaptasi dan jalan2, ditahun tersebut mau tidak mau kita harus survive, cari makan sendiri apapun dilakukan agar dapur tetap ngebul. Beruntung hidup diperantauan tidaklah sesulit hidup ditanah air, hanya dengan cuci piringpun orang bisa hidup kenyang, pokoknya bisa makanlah. Makannya banyak sekali saudara2 kita ditanah air yang bela2in keluar negeri baik sebagai mahasiswa, peneliti, professional bahkan buruh, ada yang beruntung dan ada pula yang buntung (bahkan secara fisik loh). Gak heran mengapa mereka ingin keluar dari tanah air, bukannya mereka tidak cinta dengan sanak keluarganya tapi karena himpitan ekonomi yang semakin kuat dan kehidupan di tanah air yang semakin brutal, membulatkan tekad mereka untuk bisa hidup lebih baik walau harus berpisah dengan orang yang mereka sayangi.
Tahun ketiga, wah rasa bosan berkecamuk, bagi yang hidup dengan keluarganya (anak, istri) masih bisa lah meredam keinginan untuk bersua keluarga besar, orang tua, saudara dan sanak-kerabat, tapi yang berpisah dengan mereka, bukan main rasanya kangeen…… banget miss u honey
, homesick orang amrik bilang, Heimweg kara orang sini. Makannya perlu sekali menyibukkan diri agar rasa bosan tersebut teratasi walau hanya sebentar saja, bisa dengan nge-blog, olahraga, berkumpul bersama baik dalam diskusi atau pengajian tentu itu lebih baik, malah teman2 disini untuk mengusir rasa bosan akan suasana disini mereka bekerja, selain rasa bosan yang sedikit terobati, tabungan membengkak dengan sendirinya
.
Sehingga sebagai manusia yg beriman, rasa bersyukur atas nikmat yang telah Tuhan berikan perlu dkita camkan baik2, agar kita tidak menjadi orang yang melampaui batas, mudah2an-insyaallah.
hidup sederhana dan hemat
23 May 2008 15 Comments
in jerman Tags: gaya hidup, hidup hemat
Awalnya, ketika menginjakkan kaki di bumi tempat kelahiran Einstein ini, saya pikir hidup di eropa sama dengan tinggal di amerika serikat, seperti yang dulu kita lihat di filem2 hollywood, hidup dengan bergemilangan kekayaan, mobil yang bagus berseliweran di highway, gedung2 pencakar langit bertebaran disetiap kota. Namun ketika tinggal dijerman, saya kaget bin terheran2. Boro2 gedung pencakar langit, yang ada cuma satu gedung tinggi, kantor dinas soasial dan kependudukan-nya wilayah karlsruhe. Ternyata rakyat disini juga sangatlah berbeda, mereka hidup normal2 saja, tidak bermewah2, kemana2 naik sepeda, hampir setiap keluarga memiliki mobil pribadi tapi dengan kapasitas mesin yang kecil, kalaupun naik mobil pribadi untuk bekerja mereka berhenti di stasiun kereta lalu memarkirkan mobil/sepeda disitu dan kemudian naik kereta/trem, pas sekali untuk program penghematan energi, sehingga gak perlu mengiklankan jargon2 apalagi pake acara ceremony, gerakan ini lah itulah, hehehhe no offense!.
Karena tidak memiliki sumber alam yang melimpah bahkan bisa dikatakan miskin sumber energi, negara ini memusatkan pembangunannya pada SDM. Gaji yang diterima seorang pekerja akan dipotong kisaran 35-50 persen dan dikelola untuk biaya pembangunan, olehkarenanya bisa ditemukan sekolah, rumah sakit gratis, juga layanan umum seperti tram, kereta api dan bus semua infrastruktur terbangun dengan rapih dan penuh perencanaan. Jadi tak heran kalau jalan raya diisi oleh tram, bus, mobil sepeda dan pejalan kaki, semua ada jalu2nya, bahkan kadang jalan raya terdapat juga jalur tram, seingga bisa dipakai bersamaan.
Kesederhanaan hidup orang jerman juga saya acungi jempol, sering saya perhatikan anak2 indo di Karlsruhe ini suka gonta ganti telefon genggam, dari yang 3G, 2G ataupun bisa nge-bros di HP atau sekelas PDA rata2 hampir punya semua sorry to say, kecuali gua, yang beli HP baru karena HP yang lama rusak, itu juga milih2 yang paling murah dengan fasilitas paling minimum dan kalo bisa ada tarif gratis 3 bulan
, orang jerman saya lihat HPnya kuno bin standar, malah kalo dilihat ada ringtone ya masih yang mono jama2n HP diindo tahun 90-an, masih jadul punya. Untuk soal pakaian dan mode lumayan bergaya, walau kalo dibandingkan sama orang prancis gaya orang jerman culun punya banget. Secara gw lebih suka modenya orang2 prancis. Gak jarang mereka beli pakaian bekas, atau alat2, perkakas bekas asal fungsinya masih baik, nah barang2 bekas ini terkadang kita jumpai di pasar loak (Flohmarkt), jangan di samakan dengan pasar loak di indo, pasar loak disini barangnya sangat berkualitas apalagi kalo pasarnya deket rumah2 orang kaya pasti barangnya bermerek. Gue juga sesekali beli baju sama celana 3/4 disini selain murah banget juga kualitasnya masih bagus, pernah beli kalkulator, harga ditoko 20 Euro, trus gw cuma beli 2 euro dapet hadiah radio kecil, hemat khan?
Tapi gak semua lini hidup mereka bisa dikatakan hemat, untuk urusan hang out atau minum2 kopi/nge-bir di cafe atau kedai/Kneipe orang jerman bisa dikatakan boros, juga urusan rokok, hampir saya amati dan temukan perempuan jerman yang merokok, apa lagi rokok disini mahalnya minta ampun.
Jadi ada banyak hal2 positif yang kita bisa pelajari dari luar ttg gaya hidup, kebiasaan, kualitas kerja, semua bisa kita pilah dan ambil serta dijadikan bahan rujukan ketika nanti pulang ketanah air, sehingga bermanfaat untuk kemajuan indonesia, jadi anggota DPR sebenarnya gak perlu tuh mengadakan studi banding ke LN segala, ujung2nya pasti jalan2, belanja dan tamasya, udah banyak student yang lihat kok, itu pemborosan anggaran namanya, kasihan rakyat semakin menderita.
musim panas tiba! siap2 tutup mata deh heheheh…..
04 May 2008 23 Comments
in jerman Tags: berjemur, lirak lirik, musim panas, nakal, sommer, summer
foto diambil dari www.bikehilliger.de
Endlich Sommer ist wieder da, Winterzeit is offiziel vorbei, das muss ich aufpassen weil vile Frauen nackt sind. Musim dingin telah berlalu dan akhirnya musim manas telah tiba, gua harus hati2 nich soalnya banyak cewek yang bakal berpakaian minimalis heheheheh
Summer bo’. Ya musim panas telah di nanti2 penduduk di daerah subtropis khususnya di eropa, musim panas merupakan sebuah anugrah tuhan yang tiada duanya. Mengapa? sebab 3 bulan dilalui dengan musim rontok, 3 bulan musim dingin dan 3 bulan musim semi, pada musim2 tersebut penduduk didaerah ini melalui hari2nya dengan angin kencang, salju, hujan tak kurang kadang2 terjadi banjir dan tentunya pasti becek
, tapi alhamdulillah tidak terjadi hal yang mencolok pada musim2 tersebut.
Sebagai seorang muslim yang tinggal di subtropis tentunya musim panas ini merupakan musim ujian. Loh gimana sih khan tadi katanya berkah??? bentar dulu saya jelaskan. Pada musim panas ini jam tiga pagi sudah memasuki waktu subuh dan pukul 5 matahari sudah terbit sehingga harus bangun sangat larut malam, dilain pihak waktu isya jatuh pada pukul 12 malam. Praktis terkadang harus nunggu sampai waktu subuh baru kemudian setelah subuh benar2 ‘tidur’. Tentunya kita semua tahu tidur setelah subuh adalah kebiasaan yang kurang baik, ayam aja abis bangun subuh kagak tidur lagi masa manungsia tidur! logika mudahnya menurut gw sih begitu. Pilihan kedua setelah shalat isya lsg tidur dan bangun jam 4 ato 4.30, tapi pilihan kedua ini sangat beresiko, sebab pengalaman yang lalu2 selalu bablas heheheh, maklum nich still working on it. Memang disitu seninya dan harusnya hal ini melatih kita untuk dapat mengoptimalkan waktu serta mengelolanya, jika tidak kita akan mudah dilibas waktu.
Ujian yang kedua yakni bule-bule pada berlomba2 menggunakan pakaian yang minimalis, sebenarnya bahasa berlomba2 gak pas digunakan tapi ya gampangnya gitu aja. Dari pakaian tank top sampai baju adiknya dipake ada semua sampe2 *el*a*an d*d* nya dan **la*a dlm nya (sensor ON). Duh.. makin pusing deh otak, dan bikin hati kosong, kalo dah kosong bahaya deh siap2 tutup mata dan menelan ludah, atau kalo yang rada nakal sedikit bisa pake kacamata gelap sehingga gak kelihatan belang hidung nya
. Bahkan kalo yang sudah super nakal rame2 pergi ke danau lalu berjemur ria, biasanya bule2 banyak yg berjemur (huh…. totally *a*ed), bukannya kita pengen ngelihatin mereka, malah biasanya kita yang diliatin dan dianggap aneh karena kagak ikut *a*ed juga.
Untuk jaga2, tipsnya sih mudah aja, pertama hindari jalan2 yang banyak kerumunan orang kedua gunakan sepeda sehingga kita fokus dijalan tidak lirak lirik, dan yang terakhir adalah berdiam dirumah, pilihan terakhir adalah pilihan sulit sebab kita khan harus sekolah dan cari duit juga. Atau salurkan hobi2 positif kita seperti baca buku, bersepeda, berolahraga tentu itu akan sangat baik ketimbang lirak lirik kyk gitu. Dari itu semua intinya adalah niat dan hati, jika niat kita tidak kuat untuk kebaikan maka kita akan termakan nafsu duniawi, dan kita akan tenggelam didalamnya tanpa menyisakan sehelai pun benang kebaikan, na’udzubillah. Moga2 bisa selamat melewati musim panas yang indah ini.
menyebalkan…
09 Apr 2008 25 Comments
in jerman Tags: perbaikan jalan
Biasanya jikalau ingin ke kota saya tinggal naik bis, didepan asrama ada halte yang kalau pagi dan sore bis datang setiap 15 menit sekali. Nah mulai bulan akhir february kemarin ada perbaikan jalan di perempatan jalan menuju pusat kota, sehingga praktis rute bis dialihkan dan tidak akan melewati asrama kami sampai pertengahan bulan apri mei. Tentunya hal ini sangat menyebalkan karena kita harus berjalan sekitar 15 menit untuk menuju pusat kota, repotnya musim semi tahun ini cuaca sangat buruk dingin dan basah, mana hujan, gak ada ojek, becek lagi
ah pokoknya repot sekali, mobilitas kita sangat terhambat karenanya.
Aku cukup heran, mengapa? karena perbaikan hanya mencakup jalan sepanjang kurang lebih 100 meter, dikerjakan dalam jangka waktu 3 bulan. Padahal jalan yang kita lalui tersebut tidak rusak parah hanya bopeng2 kecil, paling tidak jika ditanah air cukup di poles aspal atau ditambal saja kemungkinan 1 minggu selesai sehingga bisa langsung digunakan, urusan kualitas jalan ya nomer sekian, yang penting jalan sudah diperbaiki dan pemerintah setempat dapat menunjukkan ke publik, itu loh jalan sudah kami perbaiki……..! Nah disini ternyata lain, pemerintah kecamatan mendatangkan traktor berbagai macan jenis dari yang besar hingga trakor mini, mula2 aspal jalan di ‘kerok’ semuanya hingga kedalaman kurang lebih 1 meter dibawah permukaan jalan, gorong2 diperbaiki, jaringan air minum, listrik (dibawah tanah) dan telekomunikasi diperbaharui (perawatan dan perbaikan serta pembaruan) baru setelah selesai semua, langkah berikutnya proses pengerasan badan jalan dengan beberapa lapis dan jenis batuan, rapih deh…. Setelah agak tinggi trotoar dan tempat parkir didesain ulang menngunakan cone block, baru deh terakhir pengaspalan jalan. Hasilnya ‘ciamik‘ rapih bersih dan berkualitas, badan jalan terasa sangat padat dan mungkin perbaikan selanjutnya 20-30 tahun mendatang. Ya gak apa2 deh nunggu 3 bulan hitung2 olah raga jalan cepat, dari pada jalan diperbaharui 1 minggu dengan kualitas pas2san toh akhirnya ‘bakal rusak lagi’.
Banyak sekali hal2 yang dapat dijadikan bahan pengalaman antara lain, tukang2 perbaikan jalan tersebut sangat profesional, mulai jam 8 pagi pulang jam 4 sore, 30-45 menit istirahat, sangat efektif waktunya, dan ahli menggunakan alat2 berat serta pertukangan, tentang keselamatan kerja sangat mereka perhatikan dengan menggunakan alat2 pelindung kerja serta rambu2 kerja mereka taati, sehingga jarang sekali terjadi kecelakaan, hasil pekerjaanya pun terlihat perbedaannya dari hari ke hari, rapih teratur dan sama sekali tidak terlihat ‘asal2an’. Pekerjaan pun dilakukan sekaligus karena jaringan listrik air dan telpon berada di bawah tanah sehingga proyek tersebut merupakan proyek bersama. Luar biasa deh, puas gitu melihat hasil pekerjaan orang, jadi pembayar pajakpun rela uangnya dipotong untuk biaya pembangunan.
hujan salju
23 Mar 2008 21 Comments
in jerman
Akhirnya setelah menunggu kurang lebih 3 bulan semenjak hujan salju terakhir, malam ini hujan salju menghampiri kota ini. Memang kota tempat aku tinggal adalah salah satu kota terpanas di jerman tak ayal ketika musim dingin jarang sekali salju menghampiri kami. Semenjak beberapa tahun terakhir pergantian musim memang terlihat aneh, tak jarang ditemui bulan novermber turun salju bahkan salju bisa turun di awal2 musim semi ya kenyataannya memang begitu musim sulit sekali ditebak.
Biasanya jika salju tebal yang kita lakukan selama waktu senggang adalah bermain salju atau mengunjungi daerah yang banyak bersalju seperti di puncak2 bukit. Pemandangan dari puncak bukit ketika salju turun sangat indah yakni hamparan karpet putih yang luas sekali, subhanallah betapa indah ciptaan-Nya. Kalau punya hobbi main ski atau snow board kita bisa melampiaskan hobbi ini yang sulit sekali kita dapatkan ditanah air. Biasanya sih kita cuma datang trus lihat atau pakai alat ski yang biasa dipakai anak kecil, maklum lah diindo khan gak ada jadi kurang terbiasa, baru meluncur beberapa meter sudah jatuh, memang harus dilatih. Lebih khusus lagi jika hujan saljunya sangat lebat dan menyisakan tumpukan salju tebal kita dapat bermain lempar bola salju bersama kawan atau keluarga, tak jarang ditemui anak2 membuat boneka salju. Sungguh mengasikkan sekali.
Ada dua hal yang kurang berkenan jika salju terlalu banyak turun yakni licinnya permukaan jalan, sebab hujan salju lebat sangat mengganggu jarak pandang pengendara mobil ditambah lagi jika salju tersebut sempat cair dan kemudian mengkristal akibat turunya temperatur udara jalanan pun menjadi sangat licin dan berbahaya. Biasanya pihak berwenang segera melakukan operasi rutin dengan meluncurkan mobil pembersih salju, didepan mobil tersebut dipasang alat semacan serokan raksasa untuk menyingsingkan salju kemudian dibelakang mobil tersebut dijatuhkan kerikil2 kecil untuk menambah daya gesek antara ban dan permukaan jalan, sehingga jalan pun aman untuk dilalui. Hal terakhir adalah jauhi tempat2 gelanggang (ruangan luas dengan atap yang tinggi), tempat ini menjadi sangat berbahaya karena banyak kasus terjadi dimana gelanggang tersebut rubuh diakibatkan banyaknya salju yang hinggap di atap gelanggang, tahun lalu berpuluh2 orang meninggal tertimbun gelanggang yang rubuh. Jadi selamat berakhir pekan dan berlibur panjang, gunakan kesempatan turun salju dengan bermain bersama keluarga, anak2, teman, kerabat dan orang2 yang anda cintai.
musim pancaroba
06 Mar 2008 8 Comments
in jerman
Memasuki bulan maret di eropa peralihan musim dingin ke musim semi mulai terasa, angin bertiup sangat kencang, suhu udara naik turun, trus biasa.. hujan. Musim pancaroba bisa dikatakan demikian, biasanya orang2 mulai terserang penyakit musiman, antara lain demam, pilek biasa lah…. Gimana gak kena penyakit kalo hari ini suhu 2 derajat lalu besok sampai 15 bahkan bisa 18 cerah lagi, eh besoknya lagi hujan turun sedikit jadi 13-14, besoknya turun lagi drastis bisa 2 derajat. Yang kayak gini kudu hati2, perlu trik khusus biar gak ambruk kenal influensa. Yang gw lakukan sih gampang aja (Gus Dur mode ON) banyakin minum susu (mahal euy sekarang), tidur yang cukup jangan banyak begadang (Bang Haji mode ON), trus sedia payung sebelum hujan. Lebih lagi sebaiknya olahraga tidak ditinggalkan walaupun cuaca diluar tidak bersahabat, ya lari2 kecil gitu deh, soalnya disamping asrama gw berhadapan langsung dengan hutan jadi ya kalo joging tinggal masuk hutan aja, jagger kale…..
Nah kalo musim pancaroba tadi bisa menyerang manusia, gawatnya gak cuma manusia yang kenah getahnya, rumah kendaraan dan fasilitas umum jadi korban. Iya lah dengan angin berkecepatan mencapai 200 km/h, semua yang dilewatin punya kemungkinan buat terbang. Kalo di USA namanya hurrikan, cuma kalo disini orang biasa sebut dengan Okan. Kalo di indonesia (betawi punya) angin puyu. Di dijawa orang sebut apa yah?….. mmmmm wedhus gembel ya? ehhh bukan kyknya! angin lisus. Beberapa hari yang lalu hampir saja ada pesawat yang jatuh akibat kencangnya angin disertai dengan badai ini buktinya.
malah sudah ada korban jiwa di sebelah utara jerman, biasa kebanyakan orang tua jompo, ada ynag meninggal gara2 terpeleset, bahkan ada rumahnya yang roboh gak sempat menyelamatkan diri ditambah lagi lokasi kejadian yang tidak jauh dari laut utara Nordsee sebab angin berhembus kencang sekali. Belum lagi kerugian yang diakibatkan badai ini, jawatan kereta api jerman merugi jutaan euro akibat rusaknya kereta akibat terhantam oleh pohon yang tumbang.
Foto-foto diambil dari www.stern.de
Mudah2an musim pancaroba ini cepat berlalu sedih kalo ada tetangga yang susah akibat bencana alam. Seperti biasanya jika ada bencana alam pemerintah negara federal jerman segera bertindak dengan mengirim regu penolong Feuerwehr (bahasa indonesianya blanwir) agar warganya segera dapat diselamatkan. Mereka punya manajemen bencana yang baik sekali, tim2 regu penolong bekerja dengan cekatan dibantu dengan alat2 berat yang moderen, sehingga memudahkan upaya penyelamatan. Hal2 ini perlu dipelajari oleh pemerintah republik indonesia, penanganan dari mulai bencana sampai pasca bencana, jangan sampai 2-3 tahun setelah bencana rakyat masih tinggal di tenda pengungsian kasihan mereka sudah menderita bantuan pun diselewengkan jadi mohon jangan sampai ditelantarkan. Sekian dulu laporan khusus…..
ich vermiesse unsere Zeit
12 Feb 2008 15 Comments
in jerman
Satu persatu kawan2ku pulang ketanah air karena tugas mulia telah selesai, sepi terasa menggelayuti angan dan pikiran ini. Kawan2 semasa perjuangan menuntut ilmu, berjibaku dengan segala kesulitan yang kita dihadapi, jauh dari orang tua, gagap budaya, kangen jajanan indonesia terlebih lagi lingkungan dan teman2. Semua kesulitan itu menjadikan kita dekat. Kawan dikala kita kesepian, kesulitan ditengah kuliah2, kadang perbedaan pendapat membuat kita jauh dan akhirnya kita dekat kembali dengan menyingsikan segala perbedaan pendapat, melupakan segala kesalahan2 yang sama2 telah kita perbuat, semua itu membuat kita dekat, bahkan ikatan perkawanan tersebut menjenjang jadi ikatan persaudaraan.
Gerombolah sensor, itulah yang dijuluki masyarakat indo di karlsruhe, iya karena waktu itu sekitar 10 orang student indonesia dalam satu tahun terdaftar di departement sensor system technology hs-karlsruhe, sebuah jumlah yang sangat besar kala itu, mengapa? sebab itulah angkatan terakhir mahasiswa indonesia yang terdaftar di uni tersebut, setelah angkatan saya dalam kurun waktu 3 tahun tidak ada lagi mahasiswa baru yang nongol. Berharap akan ada lagi mahasiswa baru yang datang agar kota ini tidak sepi sunyi.
Mahasiswa terakhir yang pulang adalah hafid, setelah sebelumnya ada fahmi, emil, reza, pepeng, boss rhenda, rizky, iqbal, ery, dan yoyo oh iya ada lagi krisna dan boss yusfi, ternyata banyak yach! Ada 13 orang berikut saya, ternyata bukan 10 orang! Takkala kemarin hari sabtu, 9 Februari mengantar hafid ke Frankfurt airport, sambing menunggu dia check in kesepian segera merasuki batin ini, hufff sambil menghela napas panjang.
sedih…. ya karena hanya sampai sejauh itu saya bisa, cuma mengantar sampai bandara sebab telah 4,5 tahun tak pernah pulang ke indonesia. Mengapa saya lakukan itu, ya.. janji bahwa tak akan kembali sebelum menuntaskan tugas mulia ini.
Selamat jalan ketanah air hai para sahabat semoga ilmu dan kebaikan dapat kalian bagi bersama di tanah air, karena sebaik2nya manusia adalah yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Selamat berkarya! semoga kita dapat bersua kembali.
Kupersembahkan untuk saudara2ku yang telah pulang ke tanah air selepas menimba ilmu di perantauan, perjuangan belum berakhir hai sahabat!
logis tidak? pas tidak? nyambung tidak?
07 Feb 2008 20 Comments
in jerman
Tumben hari ini cuaca cerah sekali, sang bagaskara muncul seharian penuh, langit cerah biru mempesona, jarang-jarang loh cuaca sebagus ini, meskipun cerah tapi suhu diluar lumayan dingin sekitar 5 derajat celcius. Akhirnya kukeluar sebentar setelah beberapa hari mengurung diri dikamar, niatnya sih ngerjain laporan proyek tapi dasar…! rada malas, ya bgitu deh belum selese juga akhir bulan ini pokoknya harus ‘Abgabe’ titik, selese gak selese kumpulkan huhuehuehue
. Sebenarnya pada tulisan ini saya ingin berbagi banyak mengenai karnaval tanggal 5 kemarin, tapi berhubung gak keluar rumah beberapa hari jadi gagal deh reportase langsung, insyaallah ditulisan selanjutnya saya janji deh mo ulas tentang apa itu Fasching.
Pas keluar rumah langsung belanja trus iseng2 tlp temen ternyata hari ini ada yang ulang tahun, akhirnya kita bertiga ketemuan membicarakan kira2 hadiah apa yang cocok diberikan buat teman kita tersebut, si D inisialnya. Secara pribadi saya tidak merayakan hari ulang tahun secara khusus pada setiap hari kelahiran, karena bagiku setiap hari adalah hari ulang tahun karena ketika kita bangun pagi itulah hari ulang tahun kita, setiap hari, selama kita hidup didunia ini disitulah kita harus bersyukur karena masih diberikan waktu. Omong2 perayaan ultah, kalo gak salah pernah dirayakan ketika umur 1 dan 2 tahun. Alhamdulillah Tuhan memberikan anugrah sehingga bisa mengingat kejadian yg sudah lama sekali terjadi yakni ketika usia dua tahun, ketika itu saya memotong kue ulang tahun, sampe sekarang masih ada tuh fotonya. Juga ketika waktu bayi kira2 umur 1 tahun lebih, pada waktu ditimbang diposyandu dan seterusnya… memori2 masa kecil masih terpatri diingatan, tapi herannya pas ujian/ulangan kok bahan yang sudah dipelajari hilang semua yach huhuhuehueheuueheuheu iya lah belajar aja kagak
.
Nah bagaimana dengan di tanah air, saya pribadi kalo beli jam 40€ untuk hadiah ulang tahun, sayang sekali karena dengan uang tsb kita bisa berbuat banyak untuk membantu sesama, walaupun bukan jumlah yang banyak, tapi dengan jumlah segitu bisa membayar SPP seorang siswa SD selama setahun dengan asumsi biaya SPP 40ribu sebulan. Kira2 logis tidak pemaparan saya?
ikatan dinegeri rantau, sebuah mekanisme kontrol
03 Feb 2008 14 Comments
in jerman
Tidak terasa sudah hampir empat tahun disini, dikota ini tempat menimba ilmu. Tentunya bukan hal yang mudah jauh dari keluarga, bukan hanya itu jauh dari suasana tanah air. Untungnya disini ada komunitas indonesia, tidak seberapa jumlahnya sekitar 40 orang berikut juga dengan anak2 kecil. Jumlah tersebut naik turun sebanding dengan tingkat kelulusan mahasiswa indonesia disini juga dipengaruhi kedatangan mahasiswa baru ke kota ini. Dahulu kota ini sempat terkenal dikalangan mahasiswa indonesia yang sedang studi di jerman, hal ini disebabkan jumlah mahasiswa indonesia yang bersekolah dikota ini kira2 lebih dari 100 orang, jumlah yang cukup besar untuk saat itu.
Disini kita berkumpul membentuk ikatan keluarga muslim indonesia di karlsruhe yang bisa disebut IKMIK, wadah ini sangat penting sebagai sarana perkumpulan pelepas rindu kampung halaman, wadah saling introspeksi, berbagi informasi sekaligus mengikat tali persaudaraan, iya donk.. mengapa tidak, karena keseharian kita beraktivitas dengan orang-orang asli (bule’) tentunya punya kekurangan tersendiri, kok bisa disebut kekurangan? iya karena tidak mudah bergaul dengan orang jerman, bukan kita yang kurang pergaulah, tetapi memang mereka punya cara berfikir klasik terhadap orang asing, dimana mereka menjaga jarak. Menjadikan orang jerman teman akrab kita adalah hal yang sangat sulit, bisa dikatakan hampir mustahil, kecuali memang kita besar bersama disini itu lain soal. Hubungan kita dengan orang asli hanya sebatas rekan sejawat (kollega) atau teman biasa tidak lebih. Sedih ya! memang itulah kenyataan yang kita hadapi jika hidup di negeri ini betapa kerasnya budaya masyarakat jerman.
Dua bulan lalu ada seorang mahasiswa asal indonesia yang ikut dalam pertukaran pelajar program tersebut berdurasi 6 bulan, belum 3 bulan dia sudah pulang, mutung, gak kerasan kangen sama istri! waw…. baru kali ini saya melihat contoh nyata sebuah kekagetan budaya/gagap budaya yang melanda putra bangsa indonesia, cukup memilukan karena beliau harus membayar beasiswa yang telah didapatkan. Lain lagi contoh yang dialami mahasiswa yang berinisial X, anggapan sebagian besar orang indonesia jika bergaul dengan bule akan disebut hebat, keren, gaul enggak kuper, telah membuat dia jatuh kepelukan gadis jerman, teman tapi mesra akhirnya seranjang berdua dan muncullah si jabang bayi indo-jerman. Waw.. gak heran sih cuma sayang sekali, tujuan mulia menuntut ilmu di negeri rantau disibukkan dengan beban psikologis, karena tidak siap menjadi ayah diusia muda.
Tentunya hal2 seperti contoh diatas tidak perlu terjadi jika ada kesadaran untuk berbagi, saling tukar informasi sehingga kasus2 seperti gagap budaya, home sick tidak perlu terjadi. Semoga IKMIK dimasa depan dapat menjembatani kebutuhan ‘psikologis’ dan ‘emosional’ masyarakat indonesia di karlsruhe.
Tulisan ini dipersembahkan untuk pengurus IKMIK periode 2008-2009, selamat berkarya.
Belajar mengikhlaskan
15 Dec 2007 8 Comments
in jerman
Kaget, gak percaya, kecewa, sedih begitulah perasaanku waktu si kuncung, sepeda kesayanganku yang telah menemaniku disini lebih kurang 2 tahun 8 bulan, dicuri orang. Pengen teriaaak, tapi malu, akhirnya cuma bisa mengikhlaskan. Ini kehilangan sepeda yang keduakali bagiku, tapi untuk kali ini si kuncung sangatlah begitu istimewa bagiku, betapa tidak, sepeda ini merupakan sarana mencari nafkahku…. hiks
Ternyata modus pencurian sepeda di negerinya Einstein ini, kemungkinan besar adalah sindikat pencuri khusus sepeda, sebab mereka beroperasi ditengah malam, takkala sudah tidak ada lagi orang yang melihat. Jadi bisa dibilang kurang professional.. hehehe. Teknik yang mereka gunakan adalah memotong rantai dengan tang kawat, yang kemungkinan berdimensi besar, dimana sebelumnya palu mereka gunakan untuk membuat logam kunci pecah, sehingga setelah lapisan logam dari kunci tersebut pecah, mereka tinggal potong saja kawatnya, selesai deh urusan, sepedapun mereka gondol dan saya yakin mereka distribusikan sepeda itu di luar kota, entah di frankfurt, stuttgart untuk menghilangkan jejak.
Nevermind, es ist mir doch egal, biarlah yang sudah hilang biarkan berlalu. Aku ambil ‘kejadian luar biasa’ diakhir pekan ini sebagai pelajaran, yakni belajar mengikhlaskan, bahwa sesuatu pasti akan kembali kepadaNya, cepat atau lambat, percaya deh.
Jakarta, would it be like Sin City?
13 Dec 2007 6 Comments
in jerman
Pernah nonton gak filem Sin City yang diperankan aktor kelahiran jerman, Ongkel Bruce willis dan si Cantik latinos Jessica Alba tidak? kalo udah pernah nonton nah kira2 jakarta bakalan seperti itu tahun 2100, kejahatan dimana2, muncul zombie, kualitas hidup menurun, layaknya kota hantu. Pendapat itu bisa jadi menjadi kenyataan jika pemprof DKI maupun pemerintah pusat tidak segera mengambil tindakan konkrit untuk membenahi jakarta ‘the sin city’.
Sebut saja sektor transportasi. Barusan baca koran nasional dirubrik ini, pemerintah akan mengembangkan MRT dan pembangunan 8 ruas jalan tol baru. Herannya dari niat baik tersebut pemerintah sama sekali tidak melirik kereta listrik (KRL) sebagai salah satu solusi alternatif. Boss ario tidak tahu apakah ketidakmampuan dalam hal teknologi atau proyek ini hanya sebatas pemuas masyarakat bahwa pemerintah telah berbuat sesuatu untuk mengatasi masalah ini. Terus terang saya akan pesimis langkah pemerintah akan mengatasi masalah kemacetan di jakarta dan sekitarnya, sebab pertumbuhan ruas jalan baru pasti akan diikuti dengan pertumbuhan jumlah kendaraan, dan suatu saat pasti masalah baru akan muncul.
Dari pengalaman boss ario tinggal di berlin selama 6 bulan, berlin bisa dijadikan contoh bagaimana permerintah kota dan propinsi mengatur salah satu sektor pelayanan publik ini. Tentu kita tidak bisa membandingkan berlin dengan jakarta ‘the sin city’, tapi apa boleh buat sebab boss ario cuma bisa membandingakannnya dengan berlin. Berlin, dengan luas kurang lebih 1/2nya jakarta dan berpenduduk 3,3 juta, membuat berlin masuk dalam daftar the world’s largest urban agglomerations. Sarana transportasi masal telah dibangun pemerintah kota kala itu dengan membangun s-bahn (suburban train) pada tahun 1924.
Operasi sarana layanan publik ini dikelola oleh BVG. Asiknya kita dapat berpergian dengan kereta ini mengelilingi kota berlin dan mereka berputar dengan arah yang berbeda, asik khan. Trayek kereta ini dinamakan s-bahn ring. Beruntung sekali kota berlin, karena memiliki sarana transportasi publik ini, karena dapat mengangkut ribuan manusia hilir mudik dalam melakukan aktifitas keseharian mereka. Dan sedih banget warga jakarta yang dalam kesehariannya selalu dihinggapi masalah kemacetan belum lagi kriminalitas.. duh capeee dehh!
Alangkah baiknya jika pemerintah pusat khususnya pemerintah DKI jakarta mencontoh apa yang telah dilakukan kota2 besar di dunia dalam sektor transportasi. Sangat berat memang, mengingat investasi yang dibutuhkan sangat besar, juga dibutuhkan infrastruktur yang mampu menyokong sektor tersebut. Pada intinya semua kembali ke niat baik pemerintah entah pemprov atau pemerintah pusat, memperbaiki dan membenahi sarana transportasi publik atau membiarkan jakarta benar2 menjadi sin city.






nyang abis ngerumpi