Ternyata setelah dihitung2 sudah hampir setengah tahun aku tidak mengupdate blog ini, blog yang telah membuat persepsiku tentang dunia maya berubah, blog yang telah menghubungkan aku dengan manusia diberbagai bagian bumi melintasi batas negara, gender, keyakinan dan sosial.
Ada yang hilang ketika blog ditinggalkan, sebuah ikatan persaudaraan yang mulai mengendur, bagaikan ikatan tali yang terlepas dari simpulnya, sungguh memilukan. Harapan itu kan segera kembali, akibat sebuah kerinduan yang memuncak, bertemu dengan saudara2 lama, bertukar perjalanan hidup dan emosi, sebuah keniscayaan akan hadir disini, diblog ini.
Archive for the 'kehidupan' Category
Sebuah kerinduan
October 7, 2009Solusi kemacetan, perbaiki sistem transport lebarkan pedestrian
June 3, 2009Kemacetan yang terus menggelayuti jakarta takakan bisa teratasi jika tidak dipayungi solusi satu atap, maksudnya tidak bisa hanya institusi lokal seperti pemda DKI dalam mengurai masalah kemacetan yang sudah komples ini. Sehari2 saya menggunakan moda transportasi umum, saya pilih trans jakarta untuk ke kantor. Ternyata lumayan cepat, walaupun masih kurang nyaman tetapi lumayan lah. Dari pintu rumah ke pintu kantor menghabiskan waktu kurang lebih 1,5 jam, pulangnya lebih lama sekitar 2 jam. Not bad lah. Soalnya naik trans jakarta, kadang2 dapet duduk, dan bisa terukur waktunya.
Saya kadang masih memimpikan transportasi yang nyaman, tepat waktu dan murah, seperti pengalaman2 saya dahulu. Namun memang kita harus realistis, sebagai warganegara harus selalu mendorong pemerintah untuk menyediakan transportasi yang baik, yakni dengan solusi konkrit dengan membangun sistem transportasi masal yang baik. Paling tidak dari diri kita yang memulai dengan mentaati peraturan lalulintas sehingga bukan hanya kita yang merasakan nikmatnya berkendara, juga orang lain.
saya memulainya kembali
June 1, 2009Setelah 2 bulan satu minggu saya vakum, saya memulainya kembali. Alhamdulillah setelah 5 minggu pulang ke tanah air, saya mendapatkan pekerjaan, interview pertama begitu bermakna, langsung diterima. dan langsung saya jawab job offer dari direktur perusahaan dimana saya bekerja.
Dan setelah 3 minggu bekerja, saya dikirim ke singapore dimana kantor pusat perusahaan kami berada, technical dan sales training, lumayan berat tapi ilmunya sangat berbobot. Gak nyangka bakal naik pesawat lagi setelah 2 bulan tiba di jakarta. kali ini gratis.
Kesibukan setelah tiba di jakarta adalah mencari pekerjaan, ini sangat dulit mengingat saya kehilangan banyak koneksi di jakarta, mulai dari teman kuliah yang sudah tak acuh lagi dsb. Banyak faktor lah yang membuat dunia pekerjaan di idnonesia semakin tidak ramah. tapi alhamdulillah berkat rahmat Sang pencipta aku bisa melewati semua ini, cukup dengan 5 minggu. sedangkan teman2 yang lain, setelah pulang ke indo bahkan sampai saat ini belum mendapat pekerjaan, hitung2 kebih dari 1 tahun.
Mudah2an tulisan pertama ini setelah pulang ke tanah air bisa diikuti dengan tulisan2 selanjutnya, dan mudah2an tidak ada lasan untuk sibuk sehingga meninggalkan kegiatan baca-menulis.
hello, apa kabar sobat?
January 23, 2009
Ku hanya ingin tahu, apa kabar kawan, semoga kamu baik2 saja, dan selalu dalam lindungan-Nya. Aku kangen berbincang dengan mu sobatku, lama kita tak bersua dan bercakap2, tentang masa lalu kita, kenangan dimasa kecil, masa yang paling indah dalam hidup kita. Mungkin engkau sudah lupa akan diriku, semenjak itu kita tak pernah berkumpul kembali, ya kita telah menentukan masa depan masing2, cita2 yang dulu ingin kita capai dan impikan. Selamat sobat atas segala jerih payahmu, doa dan usaha yang telah kau lakukan, tuk membahagiakan orang tuamu. Ah.. sobat kapan kita kan bertemu, kutunggu engkau di ujung jalan sana, jalan perjuangan.
seonggok jiwa yang sunyi
December 26, 2008Waktu berlalu bagaikan aliran debu
menerjang badai menggumpal nan kelabu
andaikan ku bersujud lebih dihadapanMu
Rabbi sungguh betapa beruntungnya diriku
Ingat-ingatlah wahai hamba yang congkak
perangai buruk hendaklah ditindak
coba-cobalah pejam kelopak mata
laksana ajal mendekat menerjang sukma
Wahai seonggok jiwa yang sunyi
ingatlah akan kehidupan yang hakiki
seolah tak kuasa menggendalikan diri
terjerembab akan kemilauan duniawi
Sabar-sabarlah wahai pejuang
niscaya waktumu ‘kan menjelang
berbuat budi amalkan perbuatan
hingga hayat meninggalkan badan
dah gak bisa macem2….
December 11, 2008Dulu semenjak bujang, aku lumayan sering keluyuran, kesana kemari.. ikut sama anak2 keliling2 kota atau lintas negara. Sekarang semenjak nikah, apalagi pisah.. rasanya sedih kalau jalan2 istri gak ada disisi, apalagi untuk sementar waktu kita pisah, makin gak enak aja deh rasanya. Pernah seorang kawan bilang, kalau jalan2 trus gak ajak keluarga rasanya gimana gitu, katanya. “Aku jawab biasa aja kali”. Ternyata baru ngerasa sekarang rasaya gimanaaa gitu, gak bisa aja. Jadi kalo diajak temen2 jalan.. kyknya alsung tahu deh jawabannya, enggak deh… ich hab’ einfach keine Lust meht, Alter. Verstehst Du?…
Trus harus sering ingat2 bahwa aku tuh udah nikah, alias kawin alias duwe bojo, atau wis mbojo. Jadi gak sekarepe dhewek kata orang puerto rico bilang (purwokerto). Tanggung jawab sebagai seorang pemimpin rumah tangga bertambah, semenjak menikah. Dulu sih asik2 aja waktu bujang, sekarang mana bisa.. bisa digugat ntar aku (kyk di cek dan ricek aja neh). Ya udah pokoknya sekrang mawas diri aja, harus sering inget sama gusti Allah supaya hidup makin tambah ceria dan berkah.
waktu yang terlewati….
December 11, 2008Udah 6 x ‘idul adha tidak ditanah air, dulu sih agak2 sedih sampai menitikkan air mata, sekarang kyknya udah enggak… udha kering nich air mata. Tinggalah sebuah kerinduan yang teramat dalam kepada masa lalu, mengapa banyak waktu yang telah terbuang dengan sia2, sedangkan umur semakin berkurang.
Kapankan kesempatan itu akan berulang kembali? jawabnya tidak akan pernah berulang, karena cepat atau lambat masa depan akan segera menjumpai kita. Kita akan berjumpa dengan sebuah kenyataan akan sebuah hasil yang kita perbuat dimasa lalu.
Sudahkan kita persiapkan masa2 itu kawan? atau kita santai saja dan bergumam? ah… bisamu cuma berkeluh dan kesah, sejak awal tahun ini tak pernah ku lihat dirimu bersemangat, dalam diin ataupaun shalat, kemana saja dirimu kawan? Ayolah kawan bangkit.. biarlah masalalu itu terlewati, toh dirimu sudah tidak sendiri, akan ada seseorang yang menanti, cobalah dikau mengerti, akan sebuah kehidupan kekal yang hakiki.
jika perlu seluruh lapisan masyarakat jadi PNS aja….
December 11, 2008Seperti biasanya, seperti tahun2 yang lalu, saat ini hingar bingar penerimaan CPNS mulai menggema. Berbagai departemen dan istansi pemerintah membuka posisi lowong untuk menggantikan pegawai yang akan memasuki masa pensiun. Berduyun duyunlah para sarjana dari berbagai strata guna turut serta dalam perhelatan yang bukan tidak mungkin ditahun2 kedepan belum tentu dibuka, bisa jadi 5 atau 10 tahun lagi akan berulang. Yang menghebohkan, semakin tahun makin bertambah saja peminat para sarjana tuk menjadi PNS. Tanya kenapa?
Sebagai seorang anak yang kedua memiliki orangtua pensiunan PNS tentu tahun betul jeroan seorang PNS. Memang secara penghasilan resmi tidak lah begitu signifikan, cukup kalau hanya sekedar untuk makan. Tapi untuk kebutuhan yang lain seperti jajan anak, sekolah dll ya harus dicari jalan keluarnya. Gak heran kalo dulu bokap nyokap, sering nyambi, baik didalam maupun diluar jam kantor, orang luar bilang korupsi waktu. Ya iya lah itulah hebatnya jadi PNS jaman dulu, gak bakal dipecat apalagi diomelin bos.. orang bosnya juga gitu. Malah ada sejawat nyokap yang pernah gak masuk kantor berbulan2. Kalo di swasta mah perlu nunggu beberapa minggu udah dipecat kali. Dari yang gak mungkin dipecat, dapet uang pensiun dan kerja yang nyantai gak dikejar dead line dsb merupakan daya tarik mengapa anak muda yaman sekarang berduyun2 tuk jadi PNS.
Mengapa itu bisa terjadi? Kultur masyarakat yang menjadikan anak2 muda tsb `sergep`untuk ikutan ujian/bercita2 jadi PNS. Hampir setiap orang tua menginginkan anaknya menjadi PNS, salah satu sebabnya adalah cara masyarakat yang memandang PNS merupakan bagian dari penguasa, sehingga dimata masyarakat menjadi PNS/aparat sangat di segani. Sehingga gak heran kalo ada orang yang berani membayar 100 juta untuk jadi pegawai negeri, worthed lah buat seumur hidup/membeli pekerjaan. Selain itu sistem tenaga kerjaan di negara ini yang belum tertata dengan baik. Mudahnya perusahaan mem-PHK karyawannya, gaji yang kadang telah dibayarkan, buruh tidak di asuransikan, bahkan sedang ngetrend jaman sekarang menjadi pegawai dengan sistem kontrak/outsourcing, pekerjaan per-project base.
Perlunya membuat mindset baru, kenapa saya bilang membuat, karena sebagai individu kita diberikan oleh pencipta kita alat2 indra, guna berfikir, berdzikir, berkreasi, berkolaborasi dsb agar hidup ini lebih bercorak dan bermakna, dan sesungguhnya rejeki Tuhan sangat luas, bahkan burung yang gak sekolah aja pulang2 udah dapet makanan. Masa manusia yang telah komplit (sempurna) diberi budi pekerti dan akal masih saja berpangku tangan. Duh…. malu donk sama monyat juga, cuma jogat joget dapet duit. Jika kita sudah mengenal asas tersebut maka saya kira orang pasti tidak berfikir lagi untuk menjadi PNS apalagi kalau sampai beli pekerjaan.
Menarik jika melihat anak2 dari bangsa lain seperti amerika dan jerman. Khususnya di jerman anak2 muda sangat diberikan kebebasan oleh orang tuanya, dengan didukung lingkungan dan sistem, membuat seorang anak menjadi mandiri. Bahkan campur tangan pemerintah sangat sedikit, pemerintah hanya memberikan fasilitasi pendidikan dan training selebihnya seorang anak bisa sekali untuk mandiri. Jadi jangan heran kalau anak2 di eropa/amerika banyak yang ingin jadi pengusaha, professional di bidangnya masing2. Hidup mereka akan penuh dengan rutinitas dan tekanan yang tinggi? jelas lah di swasta gitu loh, dan memenag untuk mencapat sesuatu yang kita inginkan harus dengan kerja keras dan kerja cerdas bukan cuma angkat kaki dan baca koran. So itu lah hidup, pilih sesuai dengan kata hati masing2, apa yang menurut kita nyaman melakukannya mungkin disitulah masa depan.
PEMILU ‘09 antara ya, abstain dan secerca harapan
November 15, 2008Sebentar lagi pemilu, gonjang ganjing dunia politik semakin meninggi intensitasnya. Masing2 partai politik berusaha sedemikian rupa menarik simpati rakyat dengan berbagai macam cara agar rakyat memilih salah satu diantara mereka. Dari presiden, wapres, mentri anggota DPR pun tidak ketinggalan kaum independen turut serta. Tak ayal muncur pertanyaan, kemana aja mereka selama ini? “kemaren kemane aje bang! ” orang betawi bilang.
Ada yang mengusung dirinya lewat iklan2 bermiliyar ongkosnya, ada yang menjual ideologi bahwa harapan itu masih ada, yang mengaku peduli pada wong cilik pada hal kita tahu mereka adalah orang2 licik juga tidak ketinggalan. Lain lagi dengan incumbent yang gemar tebar pesona, wakilnya yang gemar tuduh sana tuduh sini, komentar sana-komentar sini, beberapa mantan petinggi angkatan yang bermetaformosis menjadi politikus mengklaim dirinya peduli pada petani, orang miskin di pesisir pantai atau bahkan membuat partai baru karena kendarakan politiknya dimasa lalu sudah penuh “sewa”.
Hohohoh kasihan benar rakyat indonesia ini hidupnya selalu diombangambingkan dan diperdagangkan……
. Para cendikia sibuk akan urusan kampus, proyek dan nyambi sebagai konsultan, “biar dapur tetep ngebul”, katanya. Pelajar makin gemar tawuran, anehnya kakaknya yang mahasiswa gak mau kalah. Para pekerja professional sibuk cari2 lowongan di LN biar cepat2 minggat dari kapal negeri yang hampir karam ini, yang sudah di LN ogah pulang. Apa lagi yang sedang belajar, berusaha agar setelah lulus tidak segera pulang. Yang lagi thesis makin stress karena tak jelas masa depan setelah lulus dan pulang nanti. TKW tanpa skill memadahi makin banyak di ekspor guna mempergemuk devisa negara. dan lain2. Yang tersisa hanya mbok2 penjual daun pisang dipasar yang hanya berusaha agar bisa makan hari ini, anak2 kecil yang putus sekolah, gadis2 ingusan yang dijual dan diperdagangkan, bocah2 di perempatan lampu lalin. Dan saya tak ketinggalan…siapa yang peduli!
Akankah pemilu 09 menyimpan secerca harapan, atau hanya pengulangan pesta demokrasi lima tahunan?
Akankah pemilu 09 menghasilkan anggota dewan bijak atau semakin bejat?
Akankah pemilu 09 saya nyoblos atau bolos?
Saya yakin secerca harapan itu masih ada, tapi biarlah rakyat yang menentukan akan masa depannya, sedangkan saya masih ada mengembara, berkutat dengan keseharian yang biasa saja dan sepertinya akan alpa.
cepat atau lambat ku kan kembali…
August 21, 2008Saat sedang sendiri tentunya tidak boleh hanyut dalam suasana kesendirian, namun ada saat2 dimana kita butuh menyelami kesendirian itu untuk mengenal siapa diri kita, seberapa jauh kita telah melangkah, seberapa tepat kita mengambil keputusan. Sehingga kita dapat mengetahui hal apa saja yang telah kita capai dan proyeksi kedepan ttg hidup kita. “Ah… jadi terlalu serius nich nulisnya, sebenarnya mau ber-melow2 ria, tapi melow yang sekadarnya, gak boleh berlebihan.” Oleh sebab itu kemarin pas lagi nge-net, dapet laguyang pas untuk mengekspresikan kemelowanku.
Sudah lebih dari sebulan jauh dari istri, rasanya berat banget, tapi memang itu jalan yang harus ditempuh, butuh komitmen yang kuat untuk menjalaninya. Bahkan disatu situs aku menemukan bagaimana seorang suami yang berpisah dengan istri dan anaknya sampai bertahun2, dan komitmen mereka sangat kuat sekarang mereka akan bertemu kembali dan merasakan manisnya keberhasilan sang suami. Walau sebetulnya jika ada jalan lain yang lebih mudah gak perlu ambil jalan itu, dgn kala lain kalo bisa jangan ambil risiko jauh dari istri… walau kadang kita tidak bisa memilih, dan hanya itu pilihan hidup kita, ya apa mau dikata… so ist das Leben kata orang jerman, begitulah hidup.
Yang jelas aku pribadi punya rencana2 setelah ini, apa yang akan ku lalukan di tanah air kelak. Berlama2 dinegeri seberang tentunya kurang baik apalagi tanpa pendamping hidup. Mengambil prinsip orang2 tua dulu, mangan ora mangan sing penting kumpul, kyknya prinsip tersebut ada nilai positifnya, karena sekian lama jauh dari rumah kadang ada momen2 hidup kita bersama orang2 yg kita cintai lewat begitu saja., dan ini tak bisa terbayar dengan materi. Oleh sebabnya aku berjanji, ku kan kembali padamu cepat atau lambat… Untuk mengobati rasa rindu ada hadiah untuk teman2 blogger semua, sebuah lagu dari Michael Buble.. judulnya Home, selamat menyimak.
“Home”
Another summer day
Has come and gone away
In Paris and Rome
But I wanna go home
Mmmmmmmm
May be surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh, I miss you, you know
And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two
“I’m fine baby, how are you?”
Well I would send them but I know that it’s just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that
Another aeroplane
Another sunny place
I’m lucky, I know
But I wanna go home
Mmmm, I’ve got to go home
Let me go home
I’m just too far from where you are
I wanna come home
And I feel just like I’m living someone else’s life
It’s like I just stepped outside
When everything was going right
And I know just why you could not
Come along with me
‘Cause this was not your dream
But you always believed in me
Another winter day has come
And gone away
In even Paris and Rome
And I wanna go home
Let me go home
And I’m surrounded by
A million people I
Still feel all alone
Oh, let me go home
Oh, I miss you, you know
Let me go home
I’ve had my run
Baby, I’m done
I gotta go home
Let me go home
It will all be all right
I’ll be home tonight
I’m coming back home
[Thanks to kjfdkjf@asfj.com for these lyrics]
[Thanks to usaum@web.de, ad_bomb@hotmail.com, Tyler, boardchik362@msn.com, beckyheaven@hotmail.com, brian dougherty, Gordon for correcting these lyrics]
das Leben geht weiter….
August 11, 2008lika-liku hidup di perantauan
August 7, 2008Siapa sih yang gak ingin tinggal dikampung halaman sendiri? ya jelas semua orang ingin tinggal dan hidup dekat dengan orang2 yang ia cintai, namun kadang orang punya pilihan lain, pilihan berpisah dengan keluarganya disebabkan menuntut ilmu atau mencari penghidupan yang layak dinegara orang, semua itu adalah konsekwensi pilihan hidup. Awal2 ketika ingin berangkat dan tiba di perantauan penuh dengan semangat yang membara, maklum tangki masih penuh, siap untuk beberapa tahun kedepan.
Setelah satu tahun, banyak sekali pengalaman yang didapat, selain ilmu tentunya, bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang baru, kebiasaan orang2 lokal yang baik, mau tidak mau harus kita adaptasi. Interaksi dengan lingkungan sangat perlu untuk menghilangkan gegar budaya. Pokoknya tahun pertama sangat berkesan.
Tahun kedua mulailah merasakan kerasnya hidup disini, setelah tahun pertama adaptasi dan jalan2, ditahun tersebut mau tidak mau kita harus survive, cari makan sendiri apapun dilakukan agar dapur tetap ngebul. Beruntung hidup diperantauan tidaklah sesulit hidup ditanah air, hanya dengan cuci piringpun orang bisa hidup kenyang, pokoknya bisa makanlah. Makannya banyak sekali saudara2 kita ditanah air yang bela2in keluar negeri baik sebagai mahasiswa, peneliti, professional bahkan buruh, ada yang beruntung dan ada pula yang buntung (bahkan secara fisik loh). Gak heran mengapa mereka ingin keluar dari tanah air, bukannya mereka tidak cinta dengan sanak keluarganya tapi karena himpitan ekonomi yang semakin kuat dan kehidupan di tanah air yang semakin brutal, membulatkan tekad mereka untuk bisa hidup lebih baik walau harus berpisah dengan orang yang mereka sayangi.
Tahun ketiga, wah rasa bosan berkecamuk, bagi yang hidup dengan keluarganya (anak, istri) masih bisa lah meredam keinginan untuk bersua keluarga besar, orang tua, saudara dan sanak-kerabat, tapi yang berpisah dengan mereka, bukan main rasanya kangeen…… banget miss u honey
, homesick orang amrik bilang, Heimweg kara orang sini. Makannya perlu sekali menyibukkan diri agar rasa bosan tersebut teratasi walau hanya sebentar saja, bisa dengan nge-blog, olahraga, berkumpul bersama baik dalam diskusi atau pengajian tentu itu lebih baik, malah teman2 disini untuk mengusir rasa bosan akan suasana disini mereka bekerja, selain rasa bosan yang sedikit terobati, tabungan membengkak dengan sendirinya
.
Sehingga sebagai manusia yg beriman, rasa bersyukur atas nikmat yang telah Tuhan berikan perlu dkita camkan baik2, agar kita tidak menjadi orang yang melampaui batas, mudah2an-insyaallah.
pacaran abis nikah? ternyata enak bangeet….
August 6, 2008Sebagai seorang laki2 normal tentunya keinginan memiliki pasangan adalah hal yang sangat manusiawi, apalagi ditambah umur yang semakin mendekati usia matang (25, 30 th???) . Namun banyak hal yang menghambat seorang laki2 untuk memiliki pasangan hidupnya, misalnya kuliah yang belum selesai, mengejar karir , gaji yang belum seberapa atau “nanti aja ah kalo udah mapan!” serta beribu alasan lain, tebang pilih salah satunya (buat bos achoy no offense
peace bro!. Sehingga para lelaki umumnya mengambil jalan ‘umum’ yakni pacaran, gunanya untuk mengenal satu sama lain, sifat, perilaku, kebiasaan sehingga dengannya timbul rasa cinta satu sama lain sehingga pasangan tsb bisa melanjutkan ke jenjang pernikahan. Namun alih2 tujuan suci yang didapat, malah dijaman sekarang pacaran disinyalir digunakan oleh kedua belah pihak untuk menyalurkan hasrat yang tidak pada tempatnya, sehingga banyak sekali kejadian yang kita tidak inginkan terjadi, walaupun banyak juga yang “selamat”.
Dahulu ketika remaja penulis memilik pengalaman yang kurang beruntung dari tipe hubungan seperti ini, makan ati bo’, menurut hemat penulis ancaman dan bahaya hubungan seperti itu alangkah sangat besar, kalau tidak kuat iman dan si imin
duh bakalan berabe dech…. Sebab ketika orang membina hubungan tanpa di moderasi tentunya arah pembicaraan mereka akan mudah disetir mahluk ketiga, siapa lagi kalo bukan mahluk halus, yang senantiasa menghembus2kan rasa was-was dalam diri kita, malah kadang kita yang nantang godain kita donk, na’uzdubillahi min dzalik. Sehingga jika hubungan tersebut telah terlampau “jauh”, tinggal tunggu aja lubang didepan, mudah sekali kita akan terjerumus kedalam hal kurang baik tsb.
Nah tentunya ada satu cara terbaik yang bisa ditempuh guna merealisasikan impian menjadi kenyataan. Hubungan antara pihak laki2 dan perempuan dimoderasi oleh pihak ketiga, bisa jadi orangtua masing2 atau saudara kandung baik dari pihak laki2 dan perempuan. Gunanya agar komunikasi kedua belah pihak dapat terjaga dengan baik dengan dilandasi saling percaya satu sama lain, tentunya ini perlu komitmen bersama. Sehingga kesucian dan kualitas hubungan dua insan dapat terjaga dengan baik, ketika kesepahaman tersebut telah ada makan insyaallah gerbang menuju ke pernikahan pun akan semakin mudah. Jika diantara dua belah pihak tidak menemui jalan tengah bahkan tidak terjadi kesepakatan, kedua belah keluarga bisa mundur baik2, sehingga masing2 pihak tidak kecewa dan sakit hati, sehingga walaupun tidak terjadi hubungan pernikahan tali silaturahim tetap terjaga.
Eh.. tunggu dulu, gak semua orang loh bisa kyk gitu, kayak beli kucing dalam karung aja!
Siapa lagi yang mo beli kucing dalam karung! Kita mau beli berlian dalam etalase kaca, tebal tersimpan rapih dan bersih, heheheheh
. Sekali lagi ini perlu komitmen bersama, percaya dech sama gue. Ketika anda telah menikah, seketika itu pula proses pacaran baru dimulai, anda akan merasakan nikmat yang tiada tara, saya gak mau anda membayangkan terlalu jauh, awas 25 tahun keatas
, hihihihi. Pacar anda yang taklain dan bukan adalah istri/suami anda sendiri, dan tentunya anda akan all out untuk memberikan cinta dan kasih anda pada pasangan.
Jika anda bilang aku cinta kamu, itu bukan sebuah ucapan gombal semata, melainkan pernyataan cinta yang tulus dan suci, karena hal tersebut dilandasi oleh ikatan pernikahan.
Walaupun tetap namanya juga perempuan butuh juga digombal-gombalin, heheheheh, masa didiemin aja seh, secara dia udah istri anda gitu donk.
Jadi mengapa gak coba runut dan tata ulang kehidupan cinta kita, apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan?, apakah anda puas hanya dengan hubungan yang “resmi” tersebut?. resmi secara “kultural” tapi belum secara aqidah? Apalagi sebagai bangsa yang beragama tentunya kita memiliki referensi yang cukup untuk melandasi hubungan tersebut. Allahua’lam-hanya Allah yang maha tahu.
Menikahimu
August 4, 2008| MENIKAHIMU | ![]() |
![]() |
![]() |
Komposer : Yovie W, Lirik : Carlo Saba
MENANTIMU, HINGGA SAAT
CINTAKU TEMUKAN DIRIMU
USAI SUDAH SAMPAI DISINI
BERDIRI MELABUHKAN ASMARA
MENIKAH DENGANKU MENEMPATKAN CINTA
MELINTASI PERJALANAN USIA
MENIKAH DENGANMU MENETAPKAN JIWA
BERTAHTAKAN KESETIAAN CINTA
SELAMANYA
Aku telah datang cahaya mataku… menjemputmu, kan kita mengarungi biduk ke lautan samudra yang luas terhampar, melewati terpaan ombak kehidupan, menembus cakrawala kehidupan, berbekal cinta abadi dan rahmatNya bersamamu.
Hiks… kangen… melow terus nich, mudahan2 kegiatan yang apdat bisa meredam itu semua, pokoknya jangan sampe sendirian dech, apalagi menyendiri, makin bikin kangen istri dirumah. ^_^






