membuat sayur bening wortel
18 Feb 2009 7 Comments
in kuliner Tags: sayur sop, wortel

Buat cowok, kadang memasak adalah hal yang menakutkan, padahal gampang loh, banget lagi. Apalagi kalo bahan2nya sudah dalam satu paket seperti wortel, kolrabi, kentang, daun bawang dan bawang merah. Tinggal potong2 semuanya, bawang merah di masukkan kedalam wajan yang sudah dipanaskan sebelumnya, langsung di gongso alias digoreng, sreng2. Masukkan bahan2 yang telah di potong2 tadi, masukkan pula, garam, gula, micin sedikit aja, potongan cabai (jika suka pedas) merica dah… aduk2 setengah matang, trus masukkan air putih secukupnya.
Sebelum masak tambahi bawang goreng kedalam sop dan daun bawang, tambahkan sop dengan daging atau telur puyuh jika perlu. Mudah kok, bagi cowok gak perlu bingung dan takut kedapur, semua bisa dilakukan kok. Selamat mencoba.
dingin2 enaknya makan apa?
16 Jan 2009 15 Comments
in kuliner Tags: dingin, sambal, tempe
Salju telah mencair, suhu udara pun lambat laun naik, tanda2 musim dingin akan segera berakhir, mmmm… belum tentu juga sih, bisa aja bulan februari masih turun salju, kadang sampe juni?… lagu kale. Nah lagi dingin enaknya makan yang anget2. Seperti dibawah ini..
Nikmatnya tiada terkira, alhamdulillah masih bisa mencicipi hidangan khas tanah air. Dan enaknya emang ditemeni nasi, gak pas kalo pake roti atau mie, nasi emang uhuy….

Oh iya tidak lupa sambal terasi, plus bawang merah dan tomat, makin ngeces dan goyang aja ni lidah.
waktu yang terlewati….
11 Dec 2008 2 Comments
in kehidupan, kuliner Tags: hidup, semangat
Udah 6 x ‘idul adha tidak ditanah air, dulu sih agak2 sedih sampai menitikkan air mata, sekarang kyknya udah enggak… udha kering nich air mata. Tinggalah sebuah kerinduan yang teramat dalam kepada masa lalu, mengapa banyak waktu yang telah terbuang dengan sia2, sedangkan umur semakin berkurang.
Kapankan kesempatan itu akan berulang kembali? jawabnya tidak akan pernah berulang, karena cepat atau lambat masa depan akan segera menjumpai kita. Kita akan berjumpa dengan sebuah kenyataan akan sebuah hasil yang kita perbuat dimasa lalu.
Sudahkan kita persiapkan masa2 itu kawan? atau kita santai saja dan bergumam? ah… bisamu cuma berkeluh dan kesah, sejak awal tahun ini tak pernah ku lihat dirimu bersemangat, dalam diin ataupaun shalat, kemana saja dirimu kawan? Ayolah kawan bangkit.. biarlah masalalu itu terlewati, toh dirimu sudah tidak sendiri, akan ada seseorang yang menanti, cobalah dikau mengerti, akan sebuah kehidupan kekal yang hakiki.
Jakarta…brutal, sumpek, tapi kok asik yach…..
21 Jul 2008 14 Comments
in kehidupan, kuliner Tags: brutal, busway, jakarta, kuliner
30 hari berada dijakarta sebenarnya membuatku gak mau balik lagi ke jerman, dengan segala kekurangan yang ada pada kota ini, jakarta tetap menjadi pilihan bagi para kaum pendatang dari seluruh penjuru tanah air, tapi karena amanah yang belum rampung aku pun harus segera kembali, orang bilang back to reality tapi aku kok gak setuju yach, justru realitasnya ada di jakarta.
Jakarta yang semakin menua, menyempit, padat dan kumuh, bukan berarti tidak asyik untuk ditinggali, walaupun macet-cet justru orang berlomba2 untung mengais rejeki di jakarta ini. Entah sampai kapan orang akan berduyun2 ke jakarta. Secara pribadi gua lahir dan dibesarkan dijakarta sehingga takkala pulang ke jkt segera dapat beradaptasi dengan mudah, walaupun macet dan bertambah sumpek tetap saja aku enjoy, malah aku merasa berada dikomunitasku, merasa welcome banget ketika aku menginjakkan kakiku di tanah kelahiranku ini.
Adanya busway, yang disinyalir menambah macet jalan2 yang dilaluinya, bukan berarti sebuah kegagalan sutiyoso sebagai penggagas transportasi masal tersebut. Jumlah bus yang menurutku sangat sedikit untuk ukuran jakarta, dan jalan2 yang sempit menjadikan model transportasi ini agak kurang handal bila dibandingkan angkutan sejenis di negara lain. Tapi dengan adanya busway masyarakat paling tidak dapat memilih model transportasi yang mereka ingini, perkara kenyamanan itu nomor kesekian, yang jelas secara pribadi gua cukup terbantu dengan adanya transportasi ini, jalan2 ke mangga dua dan dusit menjadi semakin cepat dan murah.
Bicara kuliner, wah ini yang paling asik. Hampir di setiap sudut jalan, perempatan, pertokoan, mall menyediakan jajanan yang tentunya membuat perutku semakin buncit. Pasalnya di jerman jadwal makanku sangat teratur, saking teraturnya bisa dibilang kurang makan, makannya kurus-rus. Nah di jkt waktunya menambah gizi, walau sebenarnya bukan gizi yg didapat tapi bisa jadi penyakit setelah beberapa tahun kedepan. Sebut saja bubur ayam, tinggal dapetng ke iwan, penjual bubur ayam yang mangkal dekat rumah, mpok uyeh si penjual nasi udk, mpok juul penjual nasi ulam, ada lagi penjual lontoong sayur, semua itu jajanan untuk sarapan. Setelah agak sing sedikit, muncul tukang ketoprak, asinan, kueh rangi, bubur sumsum, pokoknya jajanan tersebut semua lewat depan rumah. Apalagi…. mas slamet penjual bakso langgananku, luarbiasa baksonya mantaf dech, plus es campurnya lumayan lah untuk ungkuran kampung, semuanya itu gak jauh dari rumah. Agak malem sedikit lewat sate ayam, yang baisa cuma 1 kali sekarang bsia 3-4 kali lewat depan rumah, belum lagi tukang nasi goreng mau, dulu aku harus nungguin sampe malem baru nongol, kadang kalo kelaperan harus kedepan gang cari2 apa masih ada yg jual, sekarang banyak tersedia, yang mangkal sekarang juga ada.
Untuk komunikasi, tukang2 fotokopi wah sudah menjamur, gerai penjual pulsa dan vocer telfon sudah banyak sekali gak perlu repot kalo pulsa habis tinggal kedepan saja, atau minggir sedikit ada toko yg jual vocer, sekalian beli makan/jajan.
Namun hal itu semua merupakan imbas dari naiknya harga BBM 2005 lalu, orang dikampung menjadi susah hidupnya sehingga banyak yang memutuskan untuk ke jakarta mengadu nasib, apa saja dilakukan asalkan bisa berpenghasilan, sehingga bisa dilihat makin banyaknya orang yang bekerja di sektor informal. Naiknya harga BBM 2005 lalu menurutku menjadikan inflasi makin tinggi, sebut saja 2003 lalu aku beli nasi goreng 3000 perak, sekarang harganya 6000 perak, padahal itu baru 5 tahun, sudah 2 kali lipat atau inflasi 100 persen, padahal kalo inflasi 10 persen aja dalam kurun waktu 5 tahun harga nasi goreng gak perlu naik jadi sampe 6000. Paling cuma 4500 atau 5000 paling mahal.
Hidup patut disyukuri, walaupun sulit, sesulit apapun, masih banyak orang dinegara lain yang memimpikan kedamaian karena negaranya berkecamuk perang. Di jakarta ternyata orang masih bisa hidup dan mencari sesuap nasi.
mengisi akhir pekan dengan memasak!
20 Jan 2008 19 Comments
in kuliner
Akhir pekan adalah sebuah waktu yang sangat membosankan bila kita tidak pandai mensiasatinya. Kali ini aku coba mengasah kepiawaanku dalam memasak tongseng, tereng teng…
Mengenai resep gak usah khawatir, tinggal goggling langsung dapat, seperti yang telah kulakukan sebelumnya. Nah sebelumnya kita membeli daging kambing di maypa, toko turki dekat durlacher tor, lumyan murah 1 kg cuma 5 euro. Bumbu pun sudah ada semua cuma ya itu….. seperti yang sudah saya ceritakan sebelum ini, bumbu yang tersedia ditoko hanya ada bumbu kering, weitss…. bukan bumbu jadi loh!. Pertama2 masukkan bawang merah, irisan tomat, semua telah di iris tipis, masak hingga agak layu kemudian masukkan bawang putih kurang lebih 3 siung, gongseng hingga layu. Kedua masukkan irisan daging kambing, aduk hingga matang. Jangan lupa bahwa danging kambiang itu baunya amis, sehingga kita tambahkan daun jeruk atau air jeruk nipis, dalam hal ini kita menggunakan daun jeruk. Ketiga kita siapkan santan dan air kaldu daging kambih, oh iya sebelumnya kita sudah persiapakan air rebusan daging kambing di wajan sebelah. Masukan air rebusan tersebut bersama bersama santan juga kecap secukupnya, aduk hingga rata, setelah itu masukkan merica, paprika bubuk garam, gula secukupnya aduk2 terus hingga baunya harum, jika kurang pas kita tambahkan kaldu, tentuknya bukan kaldu ayam atau daging sapi sebab nanti rasanya beradu dengan daging kambing. Sudah hampir selesai, bagi yang suka pedas tinggal ditambahkan sambah sesuai selera masing2. Terakhir jangan lupa menambahkan kubis ke olahan tongseng tadi, ungkep seberapa lama sehingga daun kubisnya layu. Cicipi rasanya terlebih dahulu sebelum dihidangkan, tambahkan lagi bumbu2 bila dirasa aroma dan rasanya kurang sedap, bila sudah O.K. segera hidangkan selagi hangat, tambahkan dilain piring irisan tomat dan bawang goreng.
Untuk hidangan kedua, sop kambing, sebenaranya tidak terlalu berbeda dalam bahan, hanya kita mengeliminasi kecap dan santan. Dan perlu diketahui kita memasak kedua jenis makanan tersebut sekaligus, di wajan sebelah, hehehehe. Daging kambing yang telah kita beli terdapat pula iga kambing, mudahnya masukkan potongan wortel, sedikit irisan tomat dan garam kedalam rebusan iga tadi, paprika, lada, garam gula secukupnya. Aduk hingga rata. Selesai dah… mudah sebenarnya.
Kalo sudah kepepet, namanya anak kost apa pun dilakukan guna memenuhi kebutuhan hidup, khususnya makanan tidak heran banyak student disini yang sangat mahir memasak. Hiks
( jadi inget sama emak, yang tiap hari dengan suka cita memasak untuk kita, tidak kebayang betapa pengorbanan seorang ibu, terkadang kita menyepelekan masakan beliau bahkan menghina masakannnya, nauzubillah, jangan sampe deh… Jadi yang saya dapat dari memasak, bahwa memasak adalah pembelajaran, memasak adalah sebuah eksperiment kecil dimana banyak sekali bagian2 yang tidak boleh kita luput darinya, dengan memasak kita akan melatih kesabaran, pun dengan memasak kita akan berusaha bagaimana menghormati orang lain dengan masakan yang telah kita hidangkan, selamat berakhir pekan.
mendhoan buatan emak
17 Dec 2007 10 Comments
in kuliner
Gak terasa usia semakin berkurang, perasaan dulu masih digendong emak, eh sekarang sudah late-twenty, belum sadar, udah sadar, masih sadar, akhirnya sadar ada yang belum lengkap dari hidup ini. Tapi kali ini boss ario gak mau mengulas hal ‘tersebut’, pembaca pasti tahu lah…. dah ah jangan cengar-cengir aza.
Bangun tidur pagi2 siang2, segera shalat terus bersih2 eh di meja makan emak sudah masak buat sarapan, itu apa namanya, iya mendoan, kenapa mendoan, tentusaja ini makanan khas daerah dari mana kami berasal yakni kabupaten banyumas. Nyam-nyam, emak biasa menggoreng 2 macam bisa model kering juga basah, tapi aku lebih suka model basah, enak banget kalo di tumpuk pake nasi hanget, trus tidak lupa emak nggoreng juga cabe rawit sebagai pelengkap, tanpa cabe rawit goreng tentu rasanya tidak lengkap. Untuk menghilangkan rasa pedas garam jadi penawarnya… duhhh pokoknya maknyusss lecker deh, jadi makin home sick!!!!!!!!!!
(
Gak terasa 4 tahun 4 bulan boss ario gak merasakan mendoan buatan emak, uniknya boss ario cuma bisa makan mendoan ini tiap akhir pekan, hari sabtu dan minggu saja sebab hari biasa emak harus pagi2 berangkat ke kantor jadi mendoan di akhir pekan special banget. Yah memang harus sabar itulah nasihat bapak dan emak, insyaallah dalam hitungan bulan boss ario akan segera pulang, berjumpa dengan emak, bapak dan mbak eci sekeluarga, kembali menikmati mendoan buatan emak.
memasak, sebuah pembelajaran…
25 Nov 2007 9 Comments
in kuliner
[berhubung aku lupa tuk mengabadikan hasil masakanku, sehingga mengutip foto dari beliau]
Tinggal di perantauan susah-susah gampang, apa lagi kalau berbicara tentang kebutuhan hidup khususnya perut. Tidak pernah terbayang sebelumnya akan jauh dari orang tua, biasanya dirumah tinggal duduk makan dan cuci piring[kadang]
, gak pernah tuh namanya masak2, pokoknya tahu beres deh. Anak-anak kos diindonesia pada umumnya mudah sekali mendapatkan makanan, tinggal kedepan gang ada warteg, ato warung padang, selesai dah urusan, karena memang jatuhnya lebih murah. Berbeza Berbeda sekali dengan kebanyakan mahasiswa diperantauan, khususnya di jerman, karena mereka harus memutar otak untuk mengirit2 uang saku, sebab sebagian dari mereka tidak mendapat kiriman dari orangtua, sehingga mereka harus mandiri dengan bekerja. (nicht schlafen Kollega, arbeiten Jungs, und Geld sparen)
Kemarin aku cek di internet, apa saja bumbu-bumbu yang dibutuhkan untuk membuat soto, ternyata banyak sekali kutemukan resep, sangat melimpah ruah. Yah…. tema akhir pekan ini adalah memasak SoTo Betawi. Mengapa, karena saya asli betawi? enggak juga sih. Intinya sih membunuh rasa bosan di akhir pekan, sekaligus ingin bergoyang lidah, sebab seminggu penuh (tulis:hari kerja) dilalui dengan makanan khas jerman, roti… roti… dan roti….
Tidak sulit mememukan daging halal di karlsruhe, maklum lah, disini banyak sekali imigran turki yang membuka Laden (warung) klontong. Lalu tidak lupa memberli rempah2 sebelumnya kudapat list nya dari internet. Khusus untuk rempah2, bisa dibeli di toko asia, biasanya yang menjual orang thailand atau cina, lumayan lengkap walau tidak bisa dibandingkan dengan ditanah air, cuma itu loh yang gak kuat… muahalnya…. dan kebanyakan tidak dalam bentuk segar, melainkan dalam bentuk yang sudah di awetkan/dikeringkan ada juga yang sudah berbentuk serbuk, but never mind, gak banyak pengaruh kok. Sekaligus saja ku beli indomie, bumbu instant, trus apa lagi udah kayaknya, hampir semua barang yang tertera di list sudah aku beli, bahan2 pelengkap lain sudah aku beli di lidl. Jreng-jreng jadi deh masak soto!!!
soto daging kuah santan
18 Nov 2007 3 Comments
in kuliner
Saturday, January 29, 2005
soto daging kuah santan
Syyyhhuup…
Bisa di dapatkan di dapur seleraku, mudah sekali membuatnya. Buat para bujangan resep ini bisa dijadikan contoh sebuah kemandirian, enggak tergantung sama bumbu jadi indofood, apa lagi sama pasangan kita
. Pertama tama siapkan bahan-bahannya sebagai berikut:
- 500 gram daging khas potong kotak sesuai selera kira1,5-2 cm sisinya
- santan 100 ml, sebaiknya beli aja yg kotakan, kalo harus beli ke pasar trus diperes sendiri gak gunstig.
- ingat ini yg biasanya para bujangan enggak tahu namanya, BATANG SEREH! Beli aja setongkat, trus di bejek biar wanginya keluar, kalo mo irit bisa di belah dua jadi gak usah beli lagi.
- daun salam selembar
- kunyit, di iris2 kemudian di tumbuk, ini digunakan sebagai pewarna alami
- bawang putih, bawang merah kalo gak ada bawang bombay diiris tipis
- jahe, diiris tipis di bejek juga
- lengkuas juga iris aja trus di bejek juga
- cabe merah di haluskan kira2 2 biji, ato sesuai selera terserah!
cara masaknya gini:
- daging yg udah dipotong2 di rebus sampe empuk, masukin juga bawang putih yg udah di iris2 tipis tadi, trus asukin juga garem secukupnya, maksudnya biar bau amis dari daging direduksi, trus kalo ada busa-busa putih pas ngerebus daging di buang pake sendok bisar dagingnya gak amis
- masukin santen, jahe, lengkuas, kunyit, cabe merah ke dalam rebusan daging aduk-aduk trus baru masukin daun salam sama batang sereh, nah biasanya pas batang sereh dimasukkin kerasa deh wanginya …. mmm… mantab luar biasa!!
)
- aduk terus sampe rata
- ini yg gak kalah pentingnnya, oseng brambang yg udah diiris tipis tadi di wajan dengan minyak secukupnya, jangan sampe gosong banget, cukup sampe coklat aja
- trus masukin gorengan bawang tadi ke dalam rebusan daging tersebut, aduk2 sampe rata
- cicipi rasanya, kasih gula secuil aja jgn banyak2, gimana udh enak belom kalo belum di modif lagi tambahkan kaldu sapi kalo perlu
- dah selese, soto daging kuah santan..
- terakhir, buat bujangan.. jangan takut… coba aja pasti berhasil
penutup
- hidangkan panas-panas di mangkuk dengan ditaburi daun bawang, ato seledri, bisa juga ditambahin irisan tomat, emping melinjo huuuuuuuuuuu enak….
selamat mencoba
Dapur selerakU \:D/



nyang abis ngerumpi