Gak tahu deh apa yang ada dibenak teman2 ketika membaca judul diatas yang jelas saya bukan bermaksud menghina atau merendahkan martabat bangsa sendiri, namun ingin sekali sedikit berbagi dari pengalaman yang pernah saya akami. Bermula dari obrolan dengan kawan sekelas 2 tahun yang lalu menjelang liburan natal, dia seorang budak perempuan malaysie, berkata kepada saya, “ario liburan ni nak pegi kemana?”, saya langsung jawab, gak kemana2 yan! di karlsruhe aja, lagi agak repot. (gayanya repot padahal tahu sendiri, anak indon kagak punya duit….). “oo begitu, ujarnya. Lalu aku menimpali, “kalo iyan sendiri mau kemana?” . “ian nak pegi ke scotland, edinburg”, cos banyak kawan disana”. Aku merintih dalam hati… kesian deh gw, enak bener yah jadi anak malay. Beasiswa full, ato bisa dapat pinjaman pemerintah kerajaan (setelah kerja bisa diangsur), gak perlu visa pergi UK, jadi kalo mau berpergian ya sekarepe udhele dhewe. Tampang sama, nasib beda.
Lain lagi cerita kawan, setelah mengikuti pertemuan erasmus (beasiswa uni eropa), ketika ia memberikan presentasi 7 menit kepada para akademisi di salah satu kota perancis, mereka yang hadir terbelalak ketika mengetahui begitu luas dan indahnya indonesia. Dari forum itu mereka juga baru tahu dimana letak indonesia sesungguhnya. Lagi, ketika temanku itu pergi mencari makan di kota, akhirnya dia makan kebab. Ditanya sama seorang pak item (african) where are you coming from? temanku menjawab, “indonesia“. “What indonesia.. i never hear that country before? explain me please where is indonesia“. Sambul merengut, temanku itu berujar, indonesia lies between 2 oceans and 2 continents, consists of 17.000 islands. Pak item itu menjawab, i dont know…. Sesegera mungkin temenku menimpali, “malaysia, you know malaysia?” Oh, yea, i know malaysia. So indonesia is near malaysia, ujarnya. Du…gusti Allah, seakan2 hati ini disayat2.
Sebenarnya apa sih yang salah dari negeri kita? Sebenarnya gak kurang apa2, deh kekayaan melimpah, orang pinter banyak, apakah kita selalu terlena dengan negara kita yang indah? yang didalamnya melimpah ruah kekayaan alam, sehingga kita lengah dan berpangku tangan untuk mengelolanya? Yang jelas kalau saja, pemimpin negeri bersama rakyat mau untuk mandiri dan percaya akan kemampuan bangsanya sendiri, saya yakin gak ada tuh bangsa lain yang gak tahu indonesia, disegani gitu loh! Paling tidak, tidak menjadi bulan2lan saudara muda kita, malaysia yang telah maju bukan selangkah lagi, bahkan sudah lari. Pemilu 2009 akan menjadi titik tolak, apakah bangsa ini mau mengubah dirinya, atau tetap berada pada kubangan yang sama. Semoga bangsa ini dimasa datang lebih bermartabat lagi di mata dunia, gak disebut cupu lagi…