Archive for the 'politik' Category

mati lampu….

November 12, 2009

Semakin parah saja, begitulah bisa dibilang. Pemadaman listrik bergilir tidak hanya terjadi di daerah di seluruh indonesia, tapi telah menyentuh wilayah yang sangat vital yakni jakarta dan sekitarnya. Kota dimana nadi perekonomian bangsa berdenyut. Tak ayal pemadaman ini membuat warga kesal, salah seorang warga berang pasalnya ketika ia telat sehari saja membayar listrik, langsung kena denda bahkan yang ekstrimnya sambungan listrik dari PLN bisa diputus. “eh gilirah udha bayar, PLNnya yang matiin lampu, lah pan bijimane kalo kite lagi kerja”.

Itulah sekelumit kisah sebuah negeri yang kaya akan sumber energi, dengan presiden baru, kabinet baru tetapi masih mengusung semangat lama, tak terlihat perubahan mendasar yang berarti, namun kita lihat dalam 100 hari. Apakah proyek 2 energi akan terus berjalan walaupun sang penggagasnya telah lengser? atau sebaliknya, proyek2 bagus akan mati seiring dengan lengsernya pejabat yg berwenang. Kita nantikan saja…

menuju RI-1

February 21, 2009

Wah.. politik semakin menghangat sebelum pemilu leglislatif, yang kemarin calon presiden hanya berasal dari 2 partai yakni SBY dan Megawati atau biasa disebut dengan blok M dan blok S, sekarang muncul capres baru dari kalangan internal golkar yakni ketumnya sendiri Daeng Ucu alias Jusuf Kalla. Walau JK sebutan Jusuf Kalla belum resmi dicalonkan golkar sbg capres, naganya2 doi lah yang akan diusung partai pohon beringin ini untuk bertarung dengan capres lain. Selama ini bursa capres masih didominasi oleh capres tua (diatas 60 tahun), dan sampai saat ini belum terlihat capres dari generasi muda menunjukkan kelebihannya, ada sih tapi kok sya aya melihatnya ada yang kurang sreg gitu, memang semuanya masih tergantung pemilu leglislatif 9 april nanti.

Agak membosankan memang jika bursa capres hanya diisi oleh orang yang itu2 saja, bisa dibilang (walaupun masih prematur) partai2 gagal melahirkan seorang calon pemimpin yang memiliki kemampuan dan kapabilitas yang memadai, partai2 sibuk mengusung gerobak butut hasil perintahan lalu yang telah terbukti gagal untuk mensejahterakan rakyat, kalaupun ada partai yang berusaha melakukan pengkaderan dengan baik paling hanya 1, 2 partai saja selebihnya adalah partai yang didirikan akibat suara mereka tidak terakomodasi dengan baik ketika mereka masih bergabung di parpol premiere league.

Dari sejarah bangsa indonesia yang telah melahirkan putra2 “terbaik” dalam memimpin negeri ini, ada salah satu capres yang menurut saya menarik untuk kita ulas. Sukarno yang seorang pemikir, teknokrat, pejuang dan nasionalis, kapabilitas yang seperti itu memang sangat dibutuhkan bangsa ini yang waktu itu baru merdeka. Suharto, SBY yang seorang militer, habibie seorang teknokrat dan birokrat ulung, megawati seorang ibu rumah tangga dan Gusdur seorang aktivis. Nah Daeng Ucu ini adalah seorang pedagang. Politikus yang memiliki kekayaan triliunan rupiah ini telah sukses melanjutkan bisnis orangtuanya, haji Kalla. Tak heran beliau didapuk sebagai orang terkaya di indonesia timur, yang memiliki jaringan bisnis yang menggurita, dari sektor jasa, perkebunan, perdagangan, konstruksi de el el.

Saya kok berfikir simpel aja, sekali2 indonesia dipimpin seorang pebisnis, coba kayak apa jadinya, mudah2an bukan menjadikan kerajaan bisnisnya semakin menggurita tapi bisa mengangkat ekonomi  rakyat miskin dan sukur2 bisa mensejahterakan rakyat. Jadi kira2 bagaimana peluang politikus lulusan INSEAD ini, sekolah bisnis ternama di eropa, yang kampusnya terletak di prancis, dalam pemilihan presiden yang akan datang? semuanya tergantung pada pemilu leglislatif dan suara rakyat, ini politik bos!. Kenyataannya indonesia masih menghadapi jalan yang sangat panjang untuk menjadi negara demokrasi yang sejahtera.

pic. taken from indragunadisantosa.wordpress.com

terlalu berlebihan

February 20, 2009

hopeless001

Beberapa hari terakhir media massa tanah air tampak sibuk, mengapa? ya karena indonesia kedatangan seorang tamu yang “special”, seorang mantan ibu negara AS adalah hillary clinton menteri luar negeri negara paman sam. Dari media cetak maupun televisi, dari offline maupun online, setiap detik berhari2 melaporkan kegiatan beliau diindonesia. Mulai dari persiapan kedatangan pada saat kunjungan sampai kepergian, semua dipersiapkan secara khusus dan ekstra. Terlihat pasukan pengamanan yang berjaga begitu ketatnya, seakan2 menunjukan kepada dunia bahwa negara kita tercinta adalah negara yang tidak aman, boleh2 saja pengamanan dilakukan, tapi ya “mbok jangan segitu2 amat knapa”.

Saya yakin Mrs. Clinton datang dengan segudang misi, misi yang dibawa pemerintah presiden Obama mantan anak menteng dalem. Sangat terlihat bahwa pemerintah benar2 bermuka manis dihadapan negara adidaya tsb, layaknya kucing yang malu tapi mau, walau hanya dihidangkan nasi rasa ikan asin (ikan asinnya sih gak ada cuma rasanya doank), berusaha menjadi tua rumah yang baik. Welah dhalah… ketika rakyat berbondong2 menuntuk haknya agar dipenuhi (baca: korban lumpur lapindo), tapi disayangkan tangan mereka hampa, hampa dari bantuan pemerintah. Sungguh aneh, rakyat tidak merasa welcome dinegaranya sendiri. Kali ini pemerintah mengulangi sepakterjangnya yang membosankan, lagu lama yang sering diputar sampai akhirnya suatu saat rakyat tutup telinga bahkan bukan tidak mungkin membakarlagu tersebut.

Pic. taken from swin.edu.au

fatwa haram bagi golput….

December 12, 2008

Baru saja membaca berita bahwa ada seorang qiyadah/pemimpin sebuah parpol menyarankan agar MUI, NU dan muhammadiyah membuat fatwa haram bagi calon pemilih yang abstain pada pemilu mendatang (pemilu 2009-red). Disaat rakyat muak oleh ulah para politikus yang hanya mengeruk kepentingan sesaat menjelang pemilu, tentunya saran itu merupakan tindakan yang kurang bijak. Gaung reformasi pasca runtuhnya rezim orde baru, yang sempat memunculkan sebuah angin perubahan bagi civil society dinilai belum memberikan dampak kepada kehidupan rakyat secara nyata. Tak kala parpol-parpol kontestan pemilu hiruk pikuk mengiklankan dirinya agar dapat merengkuh kekuasaan sebesar2nya dieksekutif maupun leglislatif, dengan menghabiskan biaya yang tak tanggung2, bahkan menurut sumber berita ada yang mencapai 300 M, ternyata kehidupan rakyat kecil semakin terpuruk oleh beratnya himpitan ekonomi, membumbungnya harga kebutuhan pokok, mahalnya biaya sekolah de el el.

Memang ajaib nih negeri kita, rezim berganti cuma namanya saja, alih2 orang2 lama diganti dengan anak2 muda idealis nan cerdas, malah mereka ikut2an hipokrit, bermuka dua, seakan2 sejarah tak pernah bohong, mengulangi peristiwa yang lalu, seakan2 mereka lupa siapa dan apa mereka dahulu. Jangan heran jika pilkada2 di seantero nusantara mayoritas dimenangkan golput, wong mereka yang kita harapkan untuk menyuarakan aspirasi rakyat malah sibuk dengan program2 pemenangan pemilu (baca kekuasaan). Weleh2….  rakyat lelah kale, jika dalam 5 tahun di cekoki pemilu2 lokal, propinsi, umum maupun presiden, rakyat sudah muak, sedangkan taraf kehidupan mereka tak kuncung membaik, kapan bangsa ini membangun…..!

Ketika sebuah papol yg merupakan pilar dan komponen demokrasi telah gagal membawa bangsa ini kearah yang lebih baik, maka jangan salahkan masyarakat kalau mereka alfa/abstain dalam pesta demokrasi tersebut. Jadi tidak etis kalo tentang pemilu pake acara fatwa haram bagi yang golput…. (:) sambil geleng2). Sudah saatnya para pemimpin kembali ke jalur yang hakiki, jalur demokrasi yang ideal dan diidam2kan rakyat sukur2 jalur yang telah di ajarkan para ambiya (para nabi dan orang2 shalih), yakni menuju ke masyarakat yang bertaqwa dan beradab. Karena dengan masyarakat seperti itulah keberkahan akan senantiasa menyelimuti bangsa dan negara ini.  Save our family, save our faith, save our nation!