Wah.. politik semakin menghangat sebelum pemilu leglislatif, yang kemarin calon presiden hanya berasal dari 2 partai yakni SBY dan Megawati atau biasa disebut dengan blok M dan blok S, sekarang muncul capres baru dari kalangan internal golkar yakni ketumnya sendiri Daeng Ucu alias Jusuf Kalla. Walau JK sebutan Jusuf Kalla belum resmi dicalonkan golkar sbg capres, naganya2 doi lah yang akan diusung partai pohon beringin ini untuk bertarung dengan capres lain. Selama ini bursa capres masih didominasi oleh capres tua (diatas 60 tahun), dan sampai saat ini belum terlihat capres dari generasi muda menunjukkan kelebihannya, ada sih tapi kok sya aya melihatnya ada yang kurang sreg gitu, memang semuanya masih tergantung pemilu leglislatif 9 april nanti.
Agak membosankan memang jika bursa capres hanya diisi oleh orang yang itu2 saja, bisa dibilang (walaupun masih prematur) partai2 gagal melahirkan seorang calon pemimpin yang memiliki kemampuan dan kapabilitas yang memadai, partai2 sibuk mengusung gerobak butut hasil perintahan lalu yang telah terbukti gagal untuk mensejahterakan rakyat, kalaupun ada partai yang berusaha melakukan pengkaderan dengan baik paling hanya 1, 2 partai saja selebihnya adalah partai yang didirikan akibat suara mereka tidak terakomodasi dengan baik ketika mereka masih bergabung di parpol premiere league.
Dari sejarah bangsa indonesia yang telah melahirkan putra2 “terbaik” dalam memimpin negeri ini, ada salah satu capres yang menurut saya menarik untuk kita ulas. Sukarno yang seorang pemikir, teknokrat, pejuang dan nasionalis, kapabilitas yang seperti itu memang sangat dibutuhkan bangsa ini yang waktu itu baru merdeka. Suharto, SBY yang seorang militer, habibie seorang teknokrat dan birokrat ulung, megawati seorang ibu rumah tangga dan Gusdur seorang aktivis. Nah Daeng Ucu ini adalah seorang pedagang. Politikus yang memiliki kekayaan triliunan rupiah ini telah sukses melanjutkan bisnis orangtuanya, haji Kalla. Tak heran beliau didapuk sebagai orang terkaya di indonesia timur, yang memiliki jaringan bisnis yang menggurita, dari sektor jasa, perkebunan, perdagangan, konstruksi de el el.
Saya kok berfikir simpel aja, sekali2 indonesia dipimpin seorang pebisnis, coba kayak apa jadinya, mudah2an bukan menjadikan kerajaan bisnisnya semakin menggurita tapi bisa mengangkat ekonomi rakyat miskin dan sukur2 bisa mensejahterakan rakyat. Jadi kira2 bagaimana peluang politikus lulusan INSEAD ini, sekolah bisnis ternama di eropa, yang kampusnya terletak di prancis, dalam pemilihan presiden yang akan datang? semuanya tergantung pada pemilu leglislatif dan suara rakyat, ini politik bos!. Kenyataannya indonesia masih menghadapi jalan yang sangat panjang untuk menjadi negara demokrasi yang sejahtera.
pic. taken from indragunadisantosa.wordpress.com