Home » kehidupan » ich liebe in Berlin zu wohnen

ich liebe in Berlin zu wohnen

November 2007
M T W T F S S
« Aug   Dec »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

nyang abis nyahi

  • 83,491 hits

anti kelaparan


Banner by Goenawan Lee

jurnal

nyang abis mampir

ich liebe in Berlin zu wohnen

Berlin, den 2. Okt 2003
Assalamualaikum wr wb

Apa kabar kawan-kawan semua ?, satu persatu kita berpisah untuk bertemu kembali, suatu saat.., insyaallah. (pd saat nulis air mata hampir jatuh membasahi pipi)

Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan selama 9 jam dari Regensburg ke Berlin aku tiba dirumah, disitu ada Robert dan Heru… Akhirnya aku bertemu kembali dengan mereka.
Sie haben mir gesagt: “was ist denn loss?” ich hab´ gesagt: “Alhamdulillah, endlich wohne ich in Berlin”

Itulah petikan pembicaraan kita sampai larut malam…… dan akhirnya lampu kamar pun dimatikan, dan kamipun tertidur berselimut dinginnya malam.

Regensburg dibelah oleh sungai Donau yang mengalir dari Freiburg sampai ke negeri ceko, kotanya indah sekali dengan rumah2 tua, kalau kita berjalan ke altenstadt kita akan dapati gang-gang seperti di indonesia. Cocok untuk belajar, apalagi…. m m m m sangat romantis.

Aku berjalan menelusuri gang2 sempit dan akhirnya tibalah aku di FH Regensburg, disitu Prof Schlicht telah menunggu ku, seraya berkata : resi bismo , oder??? Ich sagte: ja , ich bin Bismo.

Ada 9 kandidat yang diundang dan aku satu2nya orang asing di ruangan itu, dekan memberikan sambutan, dan satu persatu kandidat diperkenalkan. Tibalah saat wawancara, aku melihat salah satu kandidat termenung dan aku tanya, ada apa, hast du Gespräch abgelegt??? dia menjawab: Ich bin nicht abgenommen worden, kalo aku gak salah denger, artinya dia tidak lulus wawancar. Astaghfirullah…. orang jerman nggak lulus…!!!

Tibalah giliranku, am Anfang, alles ist ok, aber.. kemudian ketika mereka bertanya ttg scientific Deutsch, aku terbelalak… aku terdiam seraya berfikir apa yang mereka telah tanyakan padaku, disitu ada 3 prof. yang menguji…

Aku berusaha menjawab, tapi apa lacur….. bahasa inggrisku pun tidak keluar…. aku semakin terdesak dengan pertanyaan2 mereka, dan akhirnya ketua sidang memberikan hasil wawancara, Herr Bismo, kami kira anda tidak bisa memulai program master pada awal semester ini, kami tidak tahu apakah anda tidak bisa menjawab karena anda tidak mengerti bahasa jerman apa memang anda tidak tau!!!

Emosi, marah, kesedihan berhimpun menjadi satu dihati ini, seraya berkata dalam hati, ya Allah ini cobaan… aku harus bersabar. Jadi teringat pada pesan mbak Fairuz padaku: yo, jangan terlalu berharap, sayapun pernah mengalaminya dahulu, ketika itu saya gagal dlm wawancara. Aku berusaha menenangkan hatiku, kulihat kandidat yang lain bermuka ceria, dan yang gagal entah pergi kemana…Kemudian penutupan sidang, dan aku bergegas ke toilet untuk mengganti jas ku dengan jaket kesayanganku.

Akhirnya aku keluar dari Gebäude Seybo 2. dan berjalan menjauhi FH seraya membalikkan tubuhku dan menatap gedung dari kejauhan, tak terasa airmata jatuh membasahi pipi, lalu aku berjalan menuju Bahnhof pulang kembali ke rumah, Berlin tempat ku berteduh.

Teringat pesan orang tua waktu dirumah, kamu harus sabar, semua harus dilalui dengan perjuangan yang panjang…jangan lupa belajar, berusaha dan berdoa. Kembali aku mengenang dan mengingat orang2 sebelumku yang telah pulang dengan keberhasilan dan kegagalannya… pengorbanan mereka jauh lebih dasyat dari apa yang pernah aku alami, dan pengalaman mereka menjadi bekal tersendiri untuk selalu sabar, berusaha dan berdoa. Seperti apa yang telah terpatri dalam untaian2 indah yang berbunyi:

“Barang siapa yang bertaqwa kepada 4JJI SWT, niscaya dia akan memberikan kamu rezeki dari tempat/sumber yang tidak kamu sangka” (alqurán)

Buat Hana dan Citra, maaf tak misa mampir ke Freiburg, suatu saat insyaallah aku silaturahim ke sana.
Izhar Ghouzari, thanks a lot Guy… atas curhatnya dan ledekannya…
Tris, semoga Allah yang membalas seluruh kebaikkanmu pada ku
Mas Toto kapan kita belajar bareng lagi…
Heru,…. bangun ru udah siang,…. sholat subuh dulu!!
Robert,…. kapan kita ke rumah iwan di bintaro…
Bung Jeffri.. kapan tiba di berlin, i miss u…
Teh Wida.. minjem buku DSH Vorbereitungnya.. jangan dijual ya…
Buat Agung… kapan aku diajak jalan2 ke ceko
Terakhir, Amalia… m m m … sampai ketemu di kelas dan kapan kita ngobrol n curhat lagi, oh iya kalo mo belajar masak kasih tau ke heru nanti kamu lihat cara aku dan heru memasak, he he he …
Yang lain yang tidak aku kenal scr pribadi makasih banyak..
Juga buat mas2 semua dan mbak2 para calon Doktor makasih atas support dan doanya serta semua yang telah mendoakan aku… aku tunggu kerjasama selanjutnya di Berlin.

semoga bermanfaat,

Resi Ario Bismo
Putlitzstr. 14
4. Stock
10551 Berlin


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: