Home » kuliner » mengisi akhir pekan dengan memasak!

mengisi akhir pekan dengan memasak!

January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

nyang abis nyahi

  • 83,491 hits

anti kelaparan


Banner by Goenawan Lee

jurnal

nyang abis mampir

Akhir pekan adalah sebuah waktu yang sangat membosankan bila kita tidak pandai mensiasatinya. Kali ini aku coba mengasah kepiawaanku dalam memasak tongseng, tereng teng…

dsc03097.jpg

Mengenai resep gak usah khawatir, tinggal goggling langsung dapat, seperti yang telah kulakukan sebelumnya. Nah sebelumnya kita membeli daging kambing di maypa, toko turki dekat durlacher tor, lumyan murah 1 kg cuma 5 euro. Bumbu pun sudah ada semua cuma ya itu….. seperti yang sudah saya ceritakan sebelum ini, bumbu yang tersedia ditoko hanya ada bumbu kering, weitss…. bukan bumbu jadi loh!. Pertama2 masukkan bawang merah, irisan tomat, semua telah di iris tipis, masak hingga agak layu kemudian masukkan bawang putih kurang lebih 3 siung, gongseng hingga layu. Kedua masukkan irisan daging kambing, aduk hingga matang. Jangan lupa bahwa danging kambiang itu baunya amis, sehingga kita tambahkan daun jeruk atau air jeruk nipis, dalam hal ini kita menggunakan daun jeruk. Ketiga kita siapkan santan dan air kaldu daging kambih, oh iya sebelumnya kita sudah persiapakan air rebusan daging kambing di wajan sebelah. Masukan air rebusan tersebut bersama bersama santan juga kecap secukupnya, aduk hingga rata, setelah itu masukkan merica, paprika bubuk garam, gula secukupnya aduk2 terus hingga baunya harum, jika kurang pas kita tambahkan kaldu, tentuknya bukan kaldu ayam atau daging sapi sebab nanti rasanya beradu dengan daging kambing. Sudah hampir selesai, bagi yang suka pedas tinggal ditambahkan sambah sesuai selera masing2. Terakhir jangan lupa menambahkan kubis ke olahan tongseng tadi, ungkep seberapa lama sehingga daun kubisnya layu. Cicipi rasanya terlebih dahulu sebelum dihidangkan, tambahkan lagi bumbu2 bila dirasa aroma dan rasanya kurang sedap, bila sudah O.K. segera hidangkan selagi hangat, tambahkan dilain piring irisan tomat dan bawang goreng.

tongseng

Untuk hidangan kedua, sop kambing, sebenaranya tidak terlalu berbeda dalam bahan, hanya kita mengeliminasi kecap dan santan. Dan perlu diketahui kita memasak kedua jenis makanan tersebut sekaligus, di wajan sebelah, hehehehe. Daging kambing yang telah kita beli terdapat pula iga kambing, mudahnya masukkan potongan wortel, sedikit irisan tomat dan garam kedalam rebusan iga tadi, paprika, lada, garam gula secukupnya. Aduk hingga rata. Selesai dah… mudah sebenarnya.

sop kambing

Kalo sudah kepepet, namanya anak kost apa pun dilakukan guna memenuhi kebutuhan hidup, khususnya makanan tidak heran banyak student disini yang sangat mahir memasak. Hiks :(( jadi inget sama emak, yang tiap hari dengan suka cita memasak untuk kita, tidak kebayang betapa pengorbanan seorang ibu, terkadang kita menyepelekan masakan beliau bahkan menghina masakannnya, nauzubillah, jangan sampe deh… Jadi yang saya dapat dari memasak, bahwa memasak adalah pembelajaran, memasak adalah sebuah eksperiment kecil dimana banyak sekali bagian2 yang tidak boleh kita luput darinya, dengan memasak kita akan melatih kesabaran, pun dengan memasak kita akan berusaha bagaimana menghormati orang lain dengan masakan yang telah kita hidangkan, selamat berakhir pekan.


19 Comments

  1. lei says:

    hebaaattt!! nyam nyam..😀

    lebih hebat lagi, kalo makannya bareng2 enggak sendirian….

  2. edratna says:

    Wahh kalau pulang ke Indonesia bisa di coba tuh resepnya.
    Sekarang makin banyak pria yang suka memasak. Peralatan dapur yang memudahkan, memang membuat situasi masak memasak menjadi nyaman…zaman dulu dikampung saya masaknya pakai kayu, kalau musim hujan untuk membuat kayu bernyala sangat sulit karena kayunya basah….mata bisa rembes (karena kayunya berasap) saat meniup api sampai cukup besar….

    Iya tante, bisa saya demonstrasikan ke orang rumah, terutama ke emak, bahwa saya sudah mulai mandiri.
    wah tante, jangan khan jaman dulu, 5 thn yg lalu terakhir saya pulang ke kampung di cilacap, eyang(alm) masih memakai kayu bakar. Nah biar kayu tidak basah eyang saya punya depot kayu di sudut ruangan, jadi kalo musim hujan tetap kering. Rasa makanan bila dimasak dengan kayu bakar menurut saya lebih maknyussss

  3. rusydi says:

    hmmm, lumayan lumayan

    danke, pissss😛

  4. salam kenal…. maaf nih baru belajar ngeblog🙂

    gpp, santai azah…

  5. salam yah dari Yogya

    waalaikumussalam, salam dari marih

  6. [NukliR] says:

    Ciyeee.. yang jadi bapak rumah tangga idaman….😀
    Sama boss, gw juga suka masak.. malah sampe “ngajarin” istri bagaimana memasak… hehehe

    yah namanya juga belajar boss, pasti ada manfaatnya, oder?
    Wah ente udah advance donk boss sampe ngajarin bini segala.

  7. sezsy says:

    hihihi…temen aku nyampe sini hobi masaknya keterusan…
    jadinya suka numpang masak kerumah.. :p
    ntar juga kalo ke bandung, boleh ikut masak di rumah sayah…
    hihihi dengan senang hati…🙂

    enak di elu gak enak digua… huhuhuauhahauhuaa😛

  8. kabarihari says:

    Ajarin donk..jadi kepengin blajar masak juga..

    gampang aza mas, asal ada kemauan dan gak takul gagal, banyak source di internet, tinggal belanja ke tukang sayur di pengkolan gang. Tapi hati2 loh ntar malah di gosipin ibu2 RT

  9. athar says:

    bos… waaa kangen deh gue ama masak-masak. Di sini gue dah gak pernah masak lagi hehehehee… gimana kuliah ente? Sukses yah lu. Wassalam.

    ya gitu lah boss karlsruhe, makin sepi, kuliah ane beres2 aje, makin males nich. Ente ndiri jemaneh? sama2

  10. nanz says:

    waaah..mas iyo pinter masak… jadi pingin nyicipin niyh.. tongseng versi mas iyo,,,
    coz aku suka bgt makanan yg terbuat dari kambing…
    hmmm

    enggak juga seh, disini banyak banget cowok yg lebih lihai memasak.

  11. riana says:

    hahaha…sip sip boss ario masak masak lhoo… Kapan kapan masakin buat saya juga dunk yach😉 Pokoknya inget aja deh mottonya boss Ario, “inget masak inget emak” 😉

    Boleh aja kok mbak, jgn lupa saya dibuatin es telernya. Motonya pas banget….

  12. Santi says:

    wah memasak😀
    saya juga lagi membiasakan diri untuk masak tiga kali sehari hehehe (maluh2)
    untuk sementara ini korban yg jadi tukang cicip sih kakak saya yg cowok😀
    alhamdulillah, tidak ada komplen yg significant dari beliau
    paling cuma, “kopi nya kok gak dibuatin?”, “besok aku mau makan lele sama sambel”, “nanti gorengin ini dong”, “sekalian potong2in semangkanya dong”, dan laen2..

    Yoi masak say!
    Perempuan seharusnya membiasakan diri mereka belajar memasak sebelum berkeluarga, shg gak canggun glagi (halah…). Waduw.. abangnya seorang pangeran kah?😀

  13. sakuralady says:

    Sop kambing.. winter gini enak kali ya.. ^^
    Demen dhe ngeliat cowo yang suka masak, haha..

    lebih enak lagi sekoteng! masa seh demen untuk dimasakin yach?

  14. Samsul says:

    bos ario pinter masak juga yah? dua jempol deh

  15. thea says:

    gitu dong….belajar jauh-jauh jadi ga sia2, coba kalo cm d tanah air blm tentu bisa masak kan….
    terbukti deh kata pepatah….sekali belanja dua tiga macam masakan bisa di coba, eit ngaco ya…..hehehe….

  16. rahmawati says:

    calon bapak rumah tangga yang baik..
    jadi pengen..🙂

    masa sih (tersipu2) biasa aja kalee… namanya juga belajar

  17. sanggita says:

    Cowo sekarang emang lebih keren kalo bisa masak ya.

    Kalo lagi di rumah solo, kami sering berduet di dapur karena didaulat ortu buat masak. So romantic…

    Serius.

    iya donk, alat2 masak sekarang canggih dan memudahkan, jadi sudah gak ada alasan lagi pria gak mau masak.

  18. sanggita says:

    Eh, maksud ‘kami’ merujuk pada saya dan suami lho..

    oo gitu yach…

  19. Gerizal says:

    Sesungguhnya Islam telah mengatur kehidupan manusia dengan standar yang paripurna, menyeluruh (syamil), dan diletakkan atas dasar keadilan dan keseimbangan. Seperti yang terfirmankan dalam “Maka berbuatlah adil-lah karena keadilan mendekatkan kepada taqwa” (QS. Al Maidah: 8 ) dan “Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangannya” (QS. Ar Rahman : 9).

    Jika bicara keadilan dan keseimbangan, maka kita kan bicara tentang hak dan kewajiban. Ada hak orang lain yang menjadi kewajiban kita yang harus kita tunaikan begitupun sebaliknya. Karena yang disebut adil adalah meletakan segala sesuatu sesuai dengan porsi atau haknya. Begitu pula dalam kehidupan berumah tangga, ada hak dan kewajiban yang harus dipahami dan ditunaikan satu dengan yang lain. Hak istri adalah kewajiban bagi suami dan hak suami adalah kewajiban bagi istri. Hunn libaasullakum wa antum libasullahun..

    Terkadang ketidakmengertian tentang fungsi hak dan kewajiban suami istri inilah yang menjadikan prahara dalam rumah tangga. Karena satu dan yang lainnya saling berebut mencari pembenaran diri, mana yang menjadi hak yang harus dipenuhi oleh pihak yang lain. Salah satunya adalah dalam urusan memasak. Saya bukanlah seorang penganut fahm patriarkhi yang menganggap kaum lelaki lebih superior dibanding perempuan. Namun juga bukan seorang pendukung gender, yang menganggap setaranya lelaki dan perempuan. Tapi mencoba memandang dari kacamata Islam nan syamil wa mutakamil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: