Home » jerman » musim pancaroba

musim pancaroba

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

nyang abis nyahi

  • 83,491 hits

anti kelaparan


Banner by Goenawan Lee

jurnal

nyang abis mampir

Memasuki bulan maret di eropa peralihan musim dingin ke musim semi mulai terasa, angin bertiup sangat kencang, suhu udara naik turun, trus biasa.. hujan. Musim pancaroba bisa dikatakan demikian, biasanya orang2 mulai terserang penyakit musiman, antara lain demam, pilek biasa lah…. Gimana gak kena penyakit kalo hari ini suhu 2 derajat lalu besok sampai 15 bahkan bisa 18 cerah lagi, eh besoknya lagi hujan turun sedikit jadi 13-14, besoknya turun lagi drastis bisa 2 derajat. Yang kayak gini kudu hati2, perlu trik khusus biar gak ambruk kenal influensa. Yang gw lakukan sih gampang aja (Gus Dur mode ON) banyakin minum susu (mahal euy sekarang), tidur yang cukup jangan banyak begadang (Bang Haji mode ON), trus sedia payung sebelum hujan. Lebih lagi sebaiknya olahraga tidak ditinggalkan walaupun cuaca diluar tidak bersahabat, ya lari2 kecil gitu deh, soalnya disamping asrama gw berhadapan langsung dengan hutan jadi ya kalo joging tinggal masuk hutan aja, jagger kale…..

Nah kalo musim pancaroba tadi bisa menyerang manusia, gawatnya gak cuma manusia yang kenah getahnya, rumah kendaraan dan fasilitas umum jadi korban. Iya lah dengan angin berkecepatan mencapai 200 km/h, semua yang dilewatin punya kemungkinan buat terbang. Kalo di USA namanya hurrikan, cuma kalo disini orang biasa sebut dengan Okan. Kalo di indonesia (betawi punya) angin puyu. Di dijawa orang sebut apa yah?….. mmmmm wedhus gembel ya? ehhh bukan kyknya! angin lisus. Beberapa hari yang lalu hampir saja ada pesawat yang jatuh akibat kencangnya angin disertai dengan badai ini buktinya.

malah sudah ada korban jiwa di sebelah utara jerman, biasa kebanyakan orang tua jompo, ada ynag meninggal gara2 terpeleset, bahkan ada rumahnya yang roboh gak sempat menyelamatkan diri ditambah lagi lokasi kejadian yang tidak jauh dari laut utara Nordsee sebab angin berhembus kencang sekali. Belum lagi kerugian yang diakibatkan badai ini, jawatan kereta api jerman merugi jutaan euro akibat rusaknya kereta akibat terhantam oleh pohon yang tumbang.

bmwICE hancurrumah rata dengan tanah mobil kena puun

Foto-foto diambil dari http://www.stern.de

Mudah2an musim pancaroba ini cepat berlalu sedih kalo ada tetangga yang susah akibat bencana alam. Seperti biasanya jika ada bencana alam pemerintah negara federal jerman segera bertindak dengan mengirim regu penolong Feuerwehr (bahasa indonesianya blanwir) agar warganya segera dapat diselamatkan. Mereka punya manajemen bencana yang baik sekali, tim2 regu penolong bekerja dengan cekatan dibantu dengan alat2 berat yang moderen, sehingga memudahkan upaya penyelamatan. Hal2 ini perlu dipelajari oleh pemerintah republik indonesia, penanganan dari mulai bencana sampai pasca bencana, jangan sampai 2-3 tahun setelah bencana rakyat masih tinggal di tenda pengungsian kasihan mereka sudah menderita bantuan pun diselewengkan jadi mohon jangan sampai ditelantarkan. Sekian dulu laporan khusus…..


8 Comments

  1. mas ario, semoga musim pancaroba di jerman segera berlalu dan tidak menimbulkan dampak apa2 agar mas ario dan temen2 bisa tetepa kerasan di sini sampai studinya selesai, amiiin.

    terima kasih kang, sebenarnya sudah agak tidak kerasan ya ditahan2 deh.

  2. nicoustic says:

    walah ada di Jerman to!? enaknya

    enak diindo lah boss, lebih hangat dan banyak makanan.

  3. ridhocyber says:

    wedhus gembel itu awan panas dari letusan gunung berapi mas!, kalo angin puyuh biasanya di jogja namanya puting beliung!😀

  4. eenx says:

    weiks, kalo untung ya di Indonesia khususnya di Jogja gak pernah mencapai dibawah 18 derajat, padahal sekarang aja udah dingin banget (sambil membayangkan eropa :D)

  5. Insan says:

    minum wedang jahe, sekoteng atau bandrek, boss. kayaknya sedap tuh… eh, ada ga ya disana?😀

  6. gempur says:

    wah, keceng juga anginnya.. di Indonesia kayaknya banyak tuh! hehehehe…

  7. Edratna says:

    Di Indnesia akhir-akhir ini banyak angin kencang, banyak rumah rusak, banjir dsb nya. Sebetulnya di negara lain juga seperti itu, cuma manajemen bencana lebih baik.

    Atau mungkin karena orang Jerman sedikit, serta pendidikan cukup tinggi…sehingga mudah di atur, disiplin dan tak mudah dipengaruhi orang?

  8. hanggadamai says:

    angin lesus?? bukan angin topan?
    lah kok jadi topan n lesus:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: