Home » macam2 » bertemu sahabat lama

bertemu sahabat lama

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

nyang abis nyahi

  • 83,491 hits

anti kelaparan


Banner by Goenawan Lee

jurnal

nyang abis mampir

bersama sahabaz di frankfurt

Sedang asik nge-blogging lalu butuh pulpen untuk menulis sesuatu akhirnya ngubek2 laci, yang ada malah paspor. Wah.. iya hampir aja lupa paspor akan habis masa berlakunya, untung aja keingatan jadi senin lalu akupun berangkat ke Konsulat Jendral RI (KJRI) di Frankfurt. Dikarenakan bukan akhir pekan, jadi terpaksa naik kereta ekonomi pake tiket normal dan aku harus turun di beberapa stasiun untuk menghemat biaya iya donk hidup dinegeri orang harus putar otak selama masih ada jalan mengirit biaya ya kita lakukan.

Sayangnya aku tidak cari tahu berita bahwa hari itu ada mogok kerja pegawai Deutsche Bahn (PT. KA nya jerman) sebab beberapa minggu ini cukup sering aksi mogok kerja karyawan jawatan kereta api, akhirnya sesampainya di kota Heidelberg aku tidak mendapatkan kereta jurusan Frankfurt. Apes deh… mana waktu sudah pukul 9.30 sementara pelayanan di KJRI sampai jam 12.30 siang (pagi amat yah tutupnya). Aku lalu tanya ke petugas stasiun yang melayani penumpang, biasanya kita harus tanya ke loket, namun karena hari ini ada mogok mereka bertugas langsung di lapangan dan kadang aktif menghampiri kita ya terlihat kebingungan karena beberapa keberangkatan kereta ditiadakan. Akhirnya dia beri saran agar aku ke kota Mannheim, “dari situ anda bisa lanjut ke Frankfurt naik ICE (kereta cepat)”, ujarnya. Walah…. gak ngelihat apa tampang student gini… naik kereta ICE sama aja pemborosan donk, itu harga tiket bolak baik. Akhirnya aku lanjut ke kota mannheim, sampai disana makin pusing, karena jadwal kereta selanjutnya pukul 10.30 dan untuk mencapai Frankfurt butuh waktu 1.30 menit, kalo naik kerete ekonomi sampai disana kira2 pukul 12.00 hiks padahal KJRI tutup 12.30, gak keburu soalnya belum foto. Akhirnya nombok deh 25€ biarin deh dibela2in daripada sampai disana tutup, soalnya aku harus foto dulu apa lagi persyaratan foto yang harus berlatar belakang merah!

Sesampainya di KJRI waw…. rasanya kyk pulang ke indonesia maklum baru pertama kali main ke KJRI Frankfurt padahal udah 4 tahun lebih dinegeri orang, seharusnya segera lapor tapi belum lapor juga setelah pindah dari berlin 4 tahun yg lalu. Biasa deh kalo masuk lingkungan indonesia dari bahasa sampai birokratnya pun mirip sama di tanah air, persyaratan memperpanjang pasport pun lumayan banyak, kita diharuskan mengisi beberapa formulir yang sebenarnya gak perlu, karena dalam formult tersebut ada isian sama yang harus ditulis kembali! mengulang2 data yang sebenarnya sudah ada, jadi mirip ujian pegawai negeri tahu nggak! Bahkan ada seorang WNI yang mengeluh dia mau pulang ke indonesia cuma transit ke malaysia dulu, semua bukti tiket harus dilampirkan padahal tiket dibeli online, kyknya prosedurnya susah banget, beda gitu kalo kita lagi ke kantor kecamatan dikota tempat kita tinggal 3 menit selesai. Ini aku hitung2 waktu bisa habis 30 menit untuk isi formulir ini dan itu. Tapi gak apa2 deh dibela2in 5 tahun sekali ini, pantes indonesia gak maju2.. ujar seorang WNI di sebelahku. Ya udah akhirnya setelah cape ngurus semua beres, sisa kekurangannya dikirim via fax karena akte kelahiran, matrikulasi dan surat lapor diri di kecamatan tidak terbawa.

Eh ndilalah.. sebelumnya pas mau sampe KJRI ketemu bos hendro di tengah jalan, sahabat lama yang sudah pindah kota. Dia pun baru saja mengurus perpanjangan paspor dia datang bersama istrinya. Wah sudah lama tidak bertemu dia kira2 2 tahun, sejak dia mendapat kerja di kota Nuernberg. Padahal janji ingin bertemu dia susah sekali terlaksana eh malah kita ketemu disini. Dia pun jalan duluan karena urusannya selesai dahulu tapi dia tunggu saya dipusat kota maklum karena sudah lama tak berjumpa jadi kita hang out dikit lah. Karena kota frankfurt awam untuk kita, maka kita minta petunjuk bang Taufiq untuk menunjukkan kepada kita wisata kuliner apa yang O.K disini, akhirnya restauran Thai Fun terpilih menjadi tempat kongko-kongko kita. Heheheh lumayan ditraktir (yang sudah kerja traktir yang belum kerja, it’s my rule), cukup lama kita ngobrol bareng yang biasanya cuma ber-YM ria, maklum kopi darat setelah 2 tahun. Obrolan tentang kota tempat kita tinggal dulu bersama sampai obrolan ttg masa depan tidak luput dari perhatian kita, hari pun beranjak sore dan diluar mendung gerimis disertai angin kencang (musim pancaroba) kita pun harus berpisah pulang ke kota masing2, mmmm… bos hendro kagum dan salut untuknya, seorang anak muda yang sangat cerdas penuh canda dan rendah hati. Sebelum naik kereta kita pun berpose dulu untuk kenang-kenangan, yang dikemudian hari hal tersebut akan menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan. Sampai jumpa sahabatku semoga kita kan bertemu kembali.


12 Comments

  1. hanggadamai says:

    kok ndak ngajak2 saya ke frakfurt?
    *00T mode on*

    khan udah ditunggu distasiun malah gak dateng ya aku tinggal huahuahuaua😀

  2. Yoga Yoga says:

    Saya bisa merasakan spiritnya ketika menuliskan artikel ini🙂

    Iya donk, sebab kesempatan bertemu sahabat jarang sekali ketempuan, kadang sudah berencana bertemu tapi gak kesampaian, begitulah hidup.

  3. rinierintul says:

    Lagi musim apa mas disana? disini lagi musim rambutan,, huhuhu…. Lam kenal!

    disini lagi musim dingin, kemarin salju deres bgt turun, sekarang sudah mulai hilang karena sang matahari muncul dari sela2 awan yang menggumpal.

  4. dimasu says:

    maklum, om.. begitulah budaya orang2 pemerintahan. pemalas, tidak mau berpikir improvement. Kalau yang di dalam negerinya lebih parah, udah pemalas, pemeras juga.. :p

    ya maklum aja mas, orang sistemnya yang buat orang malas… saya masih memimpikan indonesia maju suatu saat.

  5. Ria says:

    birokrasi..birokrasi…males deh kalo berhubungan dengan hal itu…bikin suka pengen marah2😀

    ya begitulah indo, selama sang SBY gak mau mereform birokrasi ya bakal gini terus.

  6. edratna says:

    Senengnya ketemu teman lama, apalagi dinegara orang.

    iya tante, very rare yg kyk ginian.

  7. wah, asyik juga mas ario bisa ketemu dg sahabat2 lama di darat. kerinduan bertumpuk bisa langsung terobati. selamat deh!

    kopi darat tuh enak banget.. bisa sharing langsung pokoknya seru deh

  8. Luthfi says:

    Senang ya berjumpa teman lama di negeri orang. Bisa menghilangkan kesepian dan berbagi cerita. (sayang di tempatku sedikit sekali org Indonya).

    betul bung luthfi, disini lumayan mudah dijumpai orang indonesia, ketimbang dikanada yang jauh lebih sedikit.

  9. tridjoko says:

    Waktu kunjung ke Jerman 1984 dulu saya sebagai PNS lapornya di Konsulat RI Munchen di apa strasse gitu. Eh begitu sampai sana kalau nggak salah orang Indonesianya cuman satu dan lainnya staf lokal orang Jerman. Udah cape-cape, ternyata lapornya harus ke Bonn !! Ya udah minta diurusan sama kantor yang kita datangi (IABG) dan mereka yang ngurusin cap ke Bonn.
    Waktu studi di AS sebagai karyasiswa 1986-1989 sebagai karyasiswa PNS kita harus lapor ke Atdikbud Washington DC. Lapornya cukup pakai surat, amplop coklat diisi passport dan diawali surat yang bunyinya bla..bla..bla..dan dikirim pakai Usmail (sorry ini bukan sodaranya Ismail..tapi sebutan orang Indonesia untuk Pos AS yang bernama US Mail…yang 10x lebih helpful dan lebih cepat daripada Deutsche Post..he..he..). Dalam waktu beberapa hari dari Atdikbud Washington DC sudah dikirim balik ke saya di Bloomington, Indiana.
    Cuman saya nggak tahu, apakah prosedur “cukup pakai surat menyurat” ini berlaku hanya untuk karyasiswa PNS saja sedangkan untuk mahasiswa swasta nggak berlaku ? Mestinya nggak, soalnya Atdikbud yang mbayar kan negara, dan tax payer-nya adalah orang pemerintah dan swasta juga..
    Jadi, mas Resi, mestinya anda ngurus pakai pos saja ke Atdikbud di Berlin daripada naik ICE mbayar Euro 25 segala (dan Euronya bisa diweselkan ke aku di Jakarta..ha..ha..). Ini hanya berlaku jika anda yakin Deutsche Post lebih baik atau sama dengan US Mail (setelah diledekin ama kita2 orang Indonesia kalau nggak salah sekarang nama resminya US Postal Service atau USPS) lho ! Tapi sebelumnya, jangan lupa nelpon staf Konsulat Frankfurt dan bilang bla..bla..bla..

    Salam dari Bandar Lampung (pinuju njajah deso milang kori nih !),
    -Tri
    http://triwahjono.wordpress.com/

    wah kalo ngobrol sama mas tri ini pasti gak akan selese2, banyak pasti kenangan dan cerita ynag beliau utarakan. Kalo untuk urusan perpanjang pasport si pemohon harus wajib datang langsung mas, tidak bisa diwakili, jadi mautidak mau harus hadir padasaat penandatanganan pasport.

  10. eenx says:

    wew, ternyata ngurus pasport itu sulit ya, tapi kan cuma 4 taon sekali (apa 5 taon?), jadi biar aja capek sekali untuk waktu yang lama

    5 tahun sekali bung pemimpi. iya bela2 in deh soalnya cuma 5 tahun sekali.

  11. Arif Budiman says:

    Iya, jadi terpikir dengan teman-temanku sekelas di kelas III SMA dulu… Mengingat indahnya masa-masa itu… Hu… Jadi ingin reunian juga…😥

    yoi aku udah gak pernah lagi ketemu temen2 SMA apa lagi kuliah, bahkan orang tua dah gakketemu 4 tahun lebih.

  12. elindasari says:

    Sahabat…oh…sahabat….
    Amboi, senang banget nich ketemu sahabat lama !🙂

    Best Regard,
    Bintang
    http:/elindasari.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: