Home » jerman » hidup sederhana dan hemat

hidup sederhana dan hemat

May 2008
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

nyang abis nyahi

  • 83,467 hits

anti kelaparan


Banner by Goenawan Lee

jurnal

nyang abis mampir

Awalnya, ketika menginjakkan kaki di bumi tempat kelahiran Einstein ini, saya pikir hidup di eropa sama dengan tinggal di amerika serikat, seperti yang dulu kita lihat di filem2 hollywood, hidup dengan bergemilangan kekayaan, mobil yang bagus berseliweran di highway, gedung2 pencakar langit bertebaran disetiap kota. Namun ketika tinggal dijerman, saya kaget bin terheran2. Boro2 gedung pencakar langit, yang ada cuma satu gedung tinggi, kantor dinas soasial dan kependudukan-nya wilayah karlsruhe. Ternyata rakyat disini juga sangatlah berbeda, mereka hidup normal2 saja, tidak bermewah2, kemana2 naik sepeda, hampir setiap keluarga memiliki mobil pribadi tapi dengan kapasitas mesin yang kecil, kalaupun naik mobil pribadi untuk bekerja mereka berhenti di stasiun kereta lalu memarkirkan mobil/sepeda disitu dan kemudian naik kereta/trem, pas sekali untuk program penghematan energi, sehingga gak perlu mengiklankan jargon2 apalagi pake acara ceremony, gerakan ini lah itulah, hehehhe no offense!.

Karena tidak memiliki sumber alam yang melimpah bahkan bisa dikatakan miskin sumber energi, negara ini memusatkan pembangunannya pada SDM. Gaji yang diterima seorang pekerja akan dipotong kisaran 35-50 persen dan dikelola untuk biaya pembangunan, olehkarenanya bisa ditemukan sekolah, rumah sakit gratis, juga layanan umum seperti tram, kereta api dan bus semua infrastruktur terbangun dengan rapih dan penuh perencanaan. Jadi tak heran kalau jalan raya diisi oleh tram, bus, mobil sepeda dan pejalan kaki, semua ada jalu2nya, bahkan kadang jalan raya terdapat juga jalur tram, seingga bisa dipakai bersamaan.

Kesederhanaan hidup orang jerman juga saya acungi jempol, sering saya perhatikan anak2 indo di Karlsruhe ini suka gonta ganti telefon genggam, dari yang 3G, 2G ataupun bisa nge-bros di HP atau sekelas PDA rata2 hampir punya semua sorry to say, kecuali gua, yang beli HP baru karena HP yang lama rusak, itu juga milih2 yang paling murah dengan fasilitas paling minimum dan kalo bisa ada tarif gratis 3 bulan🙂, orang jerman saya lihat HPnya kuno bin standar, malah kalo dilihat ada ringtone ya masih yang mono jama2n HP diindo tahun 90-an, masih jadul punya. Untuk soal pakaian dan mode lumayan bergaya, walau kalo dibandingkan sama orang prancis gaya orang jerman culun punya banget. Secara gw lebih suka modenya orang2 prancis. Gak jarang mereka beli pakaian bekas, atau alat2, perkakas bekas asal fungsinya masih baik, nah barang2 bekas ini terkadang kita jumpai di pasar loak (Flohmarkt), jangan di samakan dengan pasar loak di indo, pasar loak disini barangnya sangat berkualitas apalagi kalo pasarnya deket rumah2 orang kaya pasti barangnya bermerek. Gue juga sesekali beli baju sama celana 3/4 disini selain murah banget juga kualitasnya masih bagus, pernah beli kalkulator, harga ditoko 20 Euro, trus gw cuma beli 2 euro dapet hadiah radio kecil, hemat khan?

Tapi gak semua lini hidup mereka bisa dikatakan hemat, untuk urusan hang out atau minum2 kopi/nge-bir di cafe atau kedai/Kneipe orang jerman bisa dikatakan boros, juga urusan rokok, hampir saya amati dan temukan perempuan jerman yang merokok, apa lagi rokok disini mahalnya minta ampun.

Jadi ada banyak hal2 positif yang kita bisa pelajari dari luar ttg gaya hidup, kebiasaan, kualitas kerja, semua bisa kita pilah dan ambil serta dijadikan bahan rujukan ketika nanti pulang ketanah air, sehingga bermanfaat untuk kemajuan indonesia, jadi anggota DPR sebenarnya gak perlu tuh mengadakan studi banding ke LN segala, ujung2nya pasti jalan2, belanja dan tamasya, udah banyak student yang lihat kok, itu pemborosan anggaran namanya, kasihan rakyat semakin menderita.


15 Comments

  1. ulan says:

    pengen ke sonoooooo…
    *ngimpi*
    jangan di bangunin ya..

  2. subhanalla

    salut deh🙂

  3. Fikar says:

    enak ya……🙂

  4. gempur says:

    weuuijhhhh salut, resi! ama orang jerman tentunya… jadi pengen maen ke sana nih.. tapi piye carane???? *dasar nasib orang bego kayak saya ni susah diajak maju*

  5. edratna says:

    Yang sering dilupakan adalah, bahwa negara maju karena rakyatnya hemat dan kerja keras. Orang Indonesia memang konsumtif, kalau libur Mall penuh sesak, dari sekedar jalan-jalan….namun tak urung kan mampir juga untuk sekedar makan atau beli sesuatu.

    Saat mendapat kesempatan seminar di Brisbane, saya melihat toko tutup jam 6 waktu Bne…hanya hari tertentu buka sampai malam. Hp nya jadul, yang penting bisa dipakai. Saat saya mengafdruk foto, Hp saya yang biasa saja, dipinjam dan dikerumuni pemilik dan pelayan…karena dinilai hebat…wahh padahal hp saya paling jadul dibanding teman-teman.

    Saat sempat ke Dresden 3 hari, saya juga melihat orang Jerman sederhana, tapi pekerja keras….justru disini kuncinya. Seminggu di London, saya melihat hal yang sama.

  6. Arif Budiman says:

    Iya tuh… Memang orang Indonesia itu sok… Kalau tidak punya barang yang “terlihat mahal” tidak dikatakan kaya… Padahal apa gunanya kaya harta, yang penting kan kaya hati dan kaya iman (yang penting jangan kaya monyet aja… Hehehe:mrgreen: ), harusnya yang kaya harta itu membantu yang lebih membutuhkan… Begitu…

  7. ven says:

    setuju bgt ga ada salahnya belajar yg positif2 dr negara lain biar makin bijak ngebangun bangsa ini.

    setuju jg klo anggota DPR gag perlu studi banding ke LN…buang2 biaya….ada banyak cara kok buat tau kondisi negara lain….kali anggota DPR disuruh sering2 blogwalking aja…lebih murah lg tho

  8. makanya mereka menjadi negara maju, karena rakyatnya memang bisa berpikir cerdas. smoga saya juga bisa mencontoh pola hidup mereka secara sekarang apa-apa sudah mahal di indonesia😀

  9. lusi says:

    Jerman? pengen juga tuh kesana…nti kali ya kalo suami dapet kerja disana…..

  10. Yoga says:

    Kalau lihat di film-film dan gambar-gambar kalender begitulah bayangan tentang Eropa yang saya tahu, negeri tenang dengan landscape yang indah apalagi di daerah pedesaannya diluar kota-kota besarnya yang kehidupannya riuh gemuruh dan kehidupan seni yang dijunjung tinggi.

    *Jadi bermimpi bisa mengunjungi pusat-pusat budaya disana kelak (insya Allah). *

    Hebatnya justru mereka senantiasa menerapkan hidup hemat (diluar kebiasaan clubbing), dan beda dengan kebanyakan orang kita yang masih mengedepankan budaya gengsi (jadi ingat bagaimana orangtua mengajar kami untuk tidak gengsi-an untuk hal-hal yang benar–mungkin karena beliau-beliau prihatin dengan nasib orang-orang yang sok gengsi ya🙂 )

    Ngomong-ngomong soal HP, kayaknya kita sejenis deh… ada teman yang suka nyeletuk perusahaan HP yg saya pake bakal ngasih penghargaan krn saking loyalnya… gimana ya lha fiturnya yang dibutuhkan masih itu-itu juga dan hp-nya belum rusak-rusak paling baterainya aja yang harus diganti tiga-empat tahun yll dan alhamdulillah sampai sekarang masih ok.🙂

  11. Rita says:

    Kalo di Indo, hidup melarat karena juuudii, kalo di jerman, hidup sederhana karena roookoook…. heheheh

    Sebenarnya disini juga pajak penghasiln potongannya lumayan gede loh kurang lebih 25-30%. Bedanya, gak tau kemana alokasinya-nya…

    Study Banding ke LN, kalau emangi perlu, pergi sendiri aja, istri, suami apalagi anak gak perlu ikut, kecuali tanggung sendiri akomodasinya, dikoordinir dgn baik sehingga tepat waktu jadi nggak sempat buat jalan2(buang2waktu, duit)

  12. adityahalim says:

    mmmm..
    kehidupan di eindhoven, dan kota2 lain di belanda hampir sama.
    toko2 pada tutup jam 6 dan hari minggu semuanya tutup (kecuali hari jumat sampe jam 9 dan kopZondag buka semua). Ada juga toko yang senin masih GESLOTEN. nyebelin sih emank.
    terlihat pada malas2an, weekend ya weekend, nggak ada kerja,
    tapi kita juga bertanya2, kalo malas bagaimana bisa maju?
    ternyata kuncinya adala keefektifan.

    dan yang pasti TIDAK ada mall besar seperti yang ada di bilangan senayan, adanya cuman centrum yang isinya toko2 (yaa. sekalipun barangnya branded juga)

    Transportasi juga pada pake sepeda, dan untungnya belanda negara yang RATA (gak pernah liat bukit) dan gak crowded (kayak paris, kalo di paris mah kagak berani naek sepeda gw, mendingan naek Metro)

    Harga makanan juga disini relatively lebih murah daripada di kota besar (kayak paris), yaa, sekalipun lebih mahal daripada di indonesia.

    Tentang gadget juga, kayaknya memang orang asia (jepang, spore, indonesia,dll) lebih tergila2 sama teknologi.
    disini, teknologinya old fashioned, tapi sebenernya kalo dihitung overall, kota2 di eropa (bukan orangnya, tapi fasilitas) jauh lebih berteknologi daripada indonesia.

    mmmmm..
    banyak bisa belajar dari europa.

  13. indra says:

    Mo nanya mas.. biaya hidup di karlsruhe bwt master (2 thn) kira kira abis berapa yak? kl pake 500 euro perbulan itu kurang banget ato masih bisa dikurangi? hehe, niatnya mo ngirit..

  14. Her-Her says:

    Saluut sangat,,🙂🙂

  15. seli_usel says:

    . jadi pengen nyobain ke sana .

    . wew ahh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: