Home » kehidupan » hidup makin susah, tapi kudu optimis…

hidup makin susah, tapi kudu optimis…

June 2008
M T W T F S S
« May   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

nyang abis nyahi

  • 83,491 hits

anti kelaparan


Banner by Goenawan Lee

jurnal

nyang abis mampir

Gak lama posting kangen juga, terasa ada sesuatu yang hilang dari kebiasaan hidupku. Ditengah hingar bingar Europa Cup 2008, gemerlapnya perayaan pesta 4 tahunan tsb, tahu2 biaya gas naik 40 persen! Dan ternyata harga BBM juga udah naik. Herannya masyarakat disini tidak terdengar untuk melakukan protes apalagi demo2 anarkis, mereka hanya menyayangkan mengapa pemerintah menaikkan harga BBM dan gas, hanya itu das was! .

Ya gak heran sih kalo mereka tidak berdemonstrasi, wajar lah wong taraf kehidupan mereka sangat tinggi. Orang yang hidup sebagai buruh dipabrik saja bisa beli mobil bagus walaupun untuk membeli rumah banyak yang tidak mampu karena harga rumah mahal sekali dan yang saya dengar langsung, sewa rumah saja sudah cukup bismo, gak perlu harus punya rumah, begitu kata salah satu kolega saya. Kemungkinan besar mereka menunda bahkan membatalkan rencana liburan mereka, sehingga bisa menabung untuk digunakan keperluan yang lebih penting.

Ditengah melonjaknya harga2 BBM, gas dan kebutuhan rumah tangga yang lain, bagaimana dampaknya untuk student. Saya sendiri merasakan makin mahalnya hidup disini, tapi tentunya karena status sebagai student saya sangat diuntungkan, karena subsidi silang yang diberikan kepada kita dari para pembayar pajak, contohnya biaya asuransi dan ongkos angkutan yang murah meriah, sehingga tidak banyak berpengaruh banyak terhadap pengeluaran sehari2. Namun otak tetap diputar agar penghasilan bulanan cukup untuk hidup sampai akhir bulan, jangan sampe nombok, kalo udah nombok ya terpaksa deh gesek kartu kredit alias utang. Atau mengurangi hobby boros yakni kegiatan jalan2 heheheh juga mengurangi makan diluar.

Yang jadi pertanyaan adalah kalau orang barat bisa mengencangkat ikat pinggang ditengah makin meroketnya biaya hidup, bagaimana dengan kehidupan orang dinegara dunia ketiga? dimana mereka membelanjakan penghasilannya 50 persen lebih banyak hanya untuk kebutuhan pangan? belum untuk kebutuhan yang lain. Tentunya otomatis mereka bertambah miskin dan taraf hidupnya menurun bahkan bisa jadi terjadi kelaparan. Kalau sebelumnya makan 3 kali sehari (hanya nasi/roti saja), untuk bertahan hidup akhirnya jadwal makan mereka di kurangi menjadi 2 bahkan 1 kali, sangat irosnis sekali.

Jika kenyataanya seperti itu yang bisa dilakukan untuk orang/golongan yang berkecukupan seperti kita adalah, menyisihkan sebagian rejeki untuk membantu mereka. Membuat peluang2 usaha agar ada lapangan kerja bagi mereka yang membutuhkan. Memang tidak mudah melakukannya tapi kita tetap harus optimis agar hidup semakin bermakna.


8 Comments

  1. ulan says:

    ckckckkckck tertata sekali, maksud ku yang makan di kurangi itu, bagus untuk diet

    hahahahah😀 hati2 loh mengurangi makan tanpa program yang jelas bisa menyebabkan kematian🙂

  2. yudhi14 says:

    mas harga barang naik itu kan salah satu program pemerintah untuk mengurangi kemiskinan
    contoh nya saja, biasa rakyat miskin makan satu hari sekali, sekarang setelah semua bahan pokok naik rakyat miskin makan satu kali untuk tiga hari, lama kelamaan pisik nya menurun dan ahir nya mati , maka berkurang lah rakyat miskin di indonesia. terus biasa nya masyarakat miskin masih bisa kerja atau kuli , sekarang karena semua bahan pokok mahal pekerjaan mereka pun menghilang, akhir nya dia nyolong ayam dan mati di gebukin masa ,
    dan keluarganya pun setelah dia mati lama kelamaan mati kelaparan, maka lama kelamaan rakyat miskin di indonesia akan habis sama sekali.
    tapi yang kita sayang kan pemerintah kaya nya menaikan bbm nya kurang tinggi jadi berkurang nya rakyat miskin agak lamban. he he he….

    wah rakyat dimatikan secara halus donk kalo gitu??? poor bgt rakyat indonesia, ayam mati di lumbung padi.

  3. agoyyoga says:

    Jangan lupa bayar zakat, jika masih ada rezeki keluarkan sodaqoh dan infaq…
    🙂

    paling bagus kalo iman kuat, zakat dan infaq 1/3 dari penghasilan kita………

  4. Santi says:

    Saya setuju sama point, “Membuat peluang2 usaha agar ada lapangan kerja bagi mereka yang membutuhkan”. Menurut yang saya baca sih, suatu negara dapat mengentaskan pengangguran jika memiliki minimal 2% entrepreneur. Katanya sih, Indonesia baru memiliki sekitar 0,18% saja. Huhuhu.. Mari mariii, buka lapangan kerja!

    iya nich, walau pemerintah tidur rakyatnya jangan malah ngelonin, kita kudu paling tidak membuka mata, jangan sampe kriyep2 dan akhirnya tidur bareng pemerintah, kalo udah gitu ya parah.

  5. Rita says:

    Semoga kita selalu diberi kesadaran dan keringanan untuk meringankan beban mereka yang membutuhkan. 2,5 wajib dikeluarkan, mampu lebih dari itu, Alhmdulillah…
    Lapangan kerja yg gampang2 aja dulu misalnya kalo punya modal, buka salon yg dapat menyerap tenaga kerja dan, sambil membimbing mereka. Pada saat mereka sudah mahir, dan siap, mereka dapat berdiri sendiri..🙂
    Ciptakan kelompok kerajinan misalnya seperti yang kami lakukan di Sorowako sini, kelompok keterampilan agape. Sasarannya perempuan2 yg gak terikat pekerjaan tetap. Selanjutnya Penjualan dari hasil keterampilan ini dapat mereka manfaatkan tuk biaya skolah anak2 mereka…:)
    Mulai dari hal kecil, dan saat ini juga… Syukur2 kalo bisa “langsung” jadi pengusaha gede…😀

  6. Dino says:

    Kasihan bangsa kita..

  7. edho says:

    hidup jaman skrang mmg serba susah,tp kalo tidak bisa di imbangi dgn kerja keras dan kreatif,kita akan tetap terlindas oleh arus jaman yg smakin tinggi.,so mari kwan’buka semua peluang jika peluang itu enggan menghampiri.,

  8. yup hidup itu kudu optimis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: