Home » pendidikan » sekali lagi pendidikan….

sekali lagi pendidikan….

June 2008
M T W T F S S
« May   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

nyang abis nyahi

  • 83,467 hits

anti kelaparan


Banner by Goenawan Lee

jurnal

nyang abis mampir

Pas banget nich selagi musim piala eropa 08, kita ngomongin pendidikan. “Loh emang nyambung apa? “ya bisa lah disambung2in. Partai kedua antara negeri belanda dan perancis seakan-akan menjadi bukti bahwa negeri belanda yang memiliki wilayahnya kurang lebih 41.000 km persegi itu sukses dalam bidang pendidikan. Negeri yang hanya berpenduduk 16 juta jiwa itu mampu memoles anak2 muda yang memiliki talenta, menjelma menjadi sesosok yang luar biasa, sebut saja Van der Vaart, arjen Robben, wesley snijder.

“Kok cuma mereka bertiga yang diulas? emang gak ada yang lain apa?” Bukan begitu, kita mengulasnya karena mereka memiliki “kelebihan” yakni postur tubuhnya yang mirip dengan orang indonesia, tetapi dengan postur tubuh yang mini untuk ukuran wong londho tersebut, mereka sangat disegani lawan mainnya. Pendidikan yang baik lah yang membuat mereka seperti sekarang ini, FC ajax sebuah klub sepak bola yang berada diibu kota negara kincir angin tersebut, sudah sangat terkenal sebagai klub yang banyak memproduksi pemain2 muda yang nantinya bakal menjadi pemain bintang. Sistem pendidikan yang terpadu dengan manajemen professional dan tentunya pasti jauh dari aroma kepentingan politik dan duit para pengurusnya adalah sebuah keniscayaan bagaimana sebuah klub sepak bola dapat maju bahkan menjadi klub pengekspor pemain berbakat dunia. Ambillah salah satu legenda sepakbola yang dilahirkan klub ini, Marco van Basten, yang sekarang menjadi pelatih tim nasional negeri belanda, adalah salah satu alumni klub ini.

Nah sekarang apa kabar sepakbola di tanah air? waduh… makin carut marut dan katastrophe. Ketum asosiasi sepakbolanya divonis hukuman pidana, menjalankan roda kepengurusan lewat penjara, cekcekcek. Sangatlah ironis. Sudah saatnya pendidikan kesehatan (baca sepakbola) ditanah air dibenahi, padahal ada loh calon2 pendidik professional, buktinya ada Institut Kejuruan dan Ilmu Pendidikan jurusan olah raga, nah calon2 pemimpin dan ahli olahraga ini sudah saatnya dilibatkan dalam rangka menumbuhkembangkan olahraga nasional bukan saja sepakbola tapi seluruh cabang olahraga. Sehingga tujuan yang mulia yakni menyehatkan bangsa sekaligus menuai prestasi dalam bidang olahraga dapat terwujudkan, karena bangsa yang sehat adalah bangsa yang kuat.


6 Comments

  1. ubadbmarko says:

    Tapi yang satu lagi yang penting : Sehat Rohani, belum ada pelatnasnya, he..he…

    iya sebagai warga negara yang beriman sudah selayaknya hal tersebut menjadi pertimbangan.

  2. Rita says:

    Usaha utk menumbuh-kembangkan atau meningkatkan eksistensi olahraga (secara umum) mungkin ada dengan diperjuangkannya UU No 3 yang mengatur Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) yang disahkan DPR-RI, 23 September tahun 2005 lalu yang diperjuangakan olen MENPORA Adhyaksa Dault. Dengan adanya undang2 ini dimungkinkan untuk merambah berbagai kemungkinan yg dapat meningkatkan mutu(pengembangan diri) bagi semua elemen(termasuk melibatkan tenaga2 professional) yg terkait didalamnya. Cuma masalahnya karena urusan ekonomi yg sedang berada dititik paling rendah saat ini sehingga perhatian terfokus disini. Boro2 mikirin olahraga, orang2 sibuk mengurusi diri sendiri ( penyelamatan diri dari kelaparan, kemelaratan, menumpuk harta buat jaga2 dan lain2 sebangsanya, dengan segala cara juga) Niat ingin menyehatkan bangsa melalui olga terhambat oleh urusan ekonomi (obat lapar)yang menuntut penanganan secepatnya… (kalau ditambah perspektif politik-nya, lebih ruwet lagi)…

    wah berat deh ngomentarin mbak rita, panjang buanget. Tapi intinya sesulit apapun kondisi bangsa olahraga perlu diberi porsi yang cukup. Toh semua orang bergerak menurut keahliannya masing2.

  3. Rita says:

    Iya, itulah harapan kita kedepannya….

  4. Yoga says:

    Saya rasa sih ini karena bangsa kita kehilangan fokus plus strateginya mungkin tidak tepat. Sulit sekali komentar… if I were the gov, could I do something better?

  5. Dino says:

    setuju setuju..

  6. pinkparis says:

    Salah satu alasannya mungkin karena olahraga masih belum dianggap sebagai subjek yang penting di sekolah. Seingatku pas olahraga dulu cuma disuruh lari-lari di lapangan, latihan basket atau voli sebentar trus yang cewek-cewek lanjut acara bergosip🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: