Home » Keluargaku » aku dan dia (bagian 1)

aku dan dia (bagian 1)

July 2008
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

nyang abis nyahi

  • 83,491 hits

anti kelaparan


Banner by Goenawan Lee

jurnal

nyang abis mampir

Tak disangka pertemuan sepuluh tahun itu berlanjut ke sebuah pernikahan atau perjanjian yang sangat berat (Mitsaaqan Ghalizha). Berawal dari sebuah kampus hijau nan asri di kawasan depok, jawa barat, kami pun di pertemukan secara tidak disengaja. Ya, kami adalah kollega, alias teman sekelas. Sesosok perempuan dengan tubuh ramping tinggi semampai berbalut jilbab putih yang menutupi tubuhnya sampai kebawah dadanya kecuali tangan dan muka tentunya, menarik perhatianku. Sosoknya yang sederhana dan agak menjaga jarak dari pria2 yang berusaha mendekatinya membuatku bertanya2 siapa gerangan perempuan ini. Lamunan pendekku segera bunyar takkala Teguh, seorang sahabat teman bertukar pikiran juga teman sekelas kita, menegurku “assalamualaikum… ehhh ente kok bengong sih?” “ahhh.. enggak, cuman.. cuma itu, eh anu.. “, ujarku. ah kok jadi nervous gini seh, dalam hatiku. “Ente ngelihatin dia yach?” ujarnya. “Ah enggak kok, cuma ngelihat doang khan gak apa2 asal jangan kelamaan”:), selorohku.

Aku tidak banyak mengenalnya seperti teman2 wanitaku yang lain, maklum dengan kuliah di dua tempat aku pun harus sering mengejar kereta ke kota untuk menghadiri kelas di kampus lain, ku hanya punya kawan baik, yaitu teguh, ya… seorang yang telah jasanya luar biasa terhadap kami khususnya aku, karena dialah yang memberikan nomor telfon rumah orang yang kelak akan menjadi istriku. Thanks God you are the man.

Singkat cerita gak ada obrolah yang dalem diantara kita, hanya sebatas hai, apa kabar. Hari-hari berlalu begitu cepat sampai suatu saat aku dihadapkan oleh sebuah keputusan bahwa aku harus memilih satu diantara 2 kampus. Akhirnya aku memilih meninggalkan kampus yang asri dan sejuk di kawasan depok tersebut, ku bertahan disana hanya setahun. Akupun berpisah dengannya, namun aku dikejutkan bahwa dia juga memutuskan untuk keluar dari kampus kami. Aku gak ngerti kenapa dia bisa memutuskan untuk mengambil keputusan seperti itu (belakangan setelah kami menikah aku ngerti alasan menagapa ia resign dari kampus di depok itu heheheh🙂 ).

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, kesendirian itu pun menggelayuti diriku, tepatnya di tahun 2006 takkala akhir2 masa kuliah selesai sebelum thesisku mulai, aku sedang iseng2 membuka buku telfon mini yang aku bawa dari tanah air. Dibuku itu tertera sebuah nama yang asing bagiku, kemudian aku ingat2 ternyata dia kawan sekelasku. “Apa kabar ya dirinya? apakah dia masih sendiri? apakah dia sudah menikah?” pertanyaan itu segera muncul dalam benakku. Saat itu bertepatan dengan bulan ramadhan, ku tengadahkan tanganku sambil berdoa selepas shalat, dan meminta kepada penciptaku agar mengirimkan salamku padanya. Selepas shalat aku telfon mbak dijakarta, ku minta agar menghubunginya, kebetulan no telfon ada diselehah namanya, minta mencari tahu apa dia masih “kosong” apa enggak. Selang beberapa hari aku telfon kerumah dan berita gembira menyerebak, dia masih “kosong”, mbak ecy begitu kakakku disebut, segera memberiku tips agar aku membuat CV, halah…. kyk lamaran kerja aja pake buat CV segala. Ya sudah, segera aku buat. Setelah itu CV pun aku buat, dengan mengubah CV lama, gak banyak yg diubah, maklum soalnya aku punya CV multiguna.

Aku enggak tahu dapet energi dari mana untuk buat CV itu, yang jelas Allah telah memudahkan jalanku untuk berhubungan dengannya melalui CV itu. Taklama kemudian CV siap dan langsung ku kirim via mail ke mbak, dan mbak  menyerahkan lsg kepadanya. Mbakku memberikan tenggat waktu apakah dia setuju apa tidak dengan proposal itu. Setelah menunggu beberapa minggu akhirnya aku dapat jawabannya, tereng..teng teng… Disela2 waktu itu aku terus berdoa kepada Allah dimalam bulan ramadhan agar aku dipertemukannya dalam mimpiku yang indah, dan alhamdulillah aku bertemu dengannya. Diapun ternyata demikian halnya, ia beristikharah dan bertemu denganku dalam mimpinya (“mas! doaku ternyata di ijabah Allah,” ini diutarakan nya padaku setelah kami menikah🙂 ). Alhamduliilah, dan jawabannya ia menerima niat baikku.

Aku agak bingung setelah menerima kabar itu “what am i gonna do?” was soll ich dann machen?” bingung sendiri. Akhirnya setelah 1,5 tahun aku datang kepadanya menunaikan janji dan niat baik itu. Setelah nikah aku bertanya kepadanya, “kamu kemana aja sih???” “Kamu tuh yang kemana aja… lama banget sih pulangnya” sambil ia bersungut2. Ya udah lah sayang, aku khan udah pulang dan telah ‘menjemputmu’ walau aku harus balik lagi karena urusan yg belum selesai. Yang jelas dan pasti kau sekarang resmi menjadi istriku, there is no distance between us anymore. (bersambung ke artikel 30 hari mencari cinta)


13 Comments

  1. wah, lama nggak ketemu, jadi ingat kenangan lama. ini masih ada lanjutannya, toh, mas ario. dengan cara begini, saya setidaknya bisa ikut mengetahui siapa mas ario yang sesungguhnya, hehehehe😆

  2. itikkecil says:

    *nunggu lanjutan ceritanya*

  3. agoyyoga says:

    Bro, It reminds me …sama buku ayat-ayat cinta … trus, trus?😀

  4. Ria says:

    next story-nya jng lama2 ya mas…🙂

  5. edratna says:

    Duh romantisnya….btw kapan nyonya menyusul? Anak sulungku juga lagi sibuk mengurus Visa, agar bisa segera menyusul isterinya.

  6. kucingkeren says:

    wahh..seru juga ketemu jodohnya… hehe

  7. risma says:

    Turut bahagia om resi bismo….. salam kenal tuk istrinya yang sholiha ^____^

  8. selfpage says:

    Barakallahu laka wa baraka ‘alaika, wajama’a bainakuma fi khair untuk mas ario dan istri. Semoga keluarga kecil dan keluarga besar selamat di dunia dan di akhirat, amiinnn!

    (moga2 blum telat ngucapin)😀

  9. Arif Budiman says:

    Waduh… Jadi pengen nih…:mrgreen:
    *Sambil merenung, menanti sambil sesekali mendesah “Ya Tuhan… Kapan, ya… Jodohku datang…” Hehehehe*

  10. Rita says:

    Ehem..ehemm… seperti ceritera telenovelaya ya mas hehe…
    Alhamdulillah, kalo udah jodoh (ketentuan Yang Kuasa) mau di puter2, berjauhan, “menghilang entah kemana” juga pasti bakal ketemu juga ya😀 …Alahmdulillah…

  11. mylif3journey says:

    subhanallah……..

  12. Ly says:

    Subhanallahh… Romantisme yang di Rahmatin ALLAH, Semoga Menjadi Keluarga SAMARA (Sakinah, Mawadah & Warahmah)🙂
    Aq juga lagi menunggu janji dari seseorang…. (mohon doanya yach :D)

  13. seli_usel says:

    . subhanallah ,,

    . indah nya cinta mas ..

    d tunggu iyya cerita nya ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: