Home » kehidupan » selamat tinggal kampung halaman

selamat tinggal kampung halaman

July 2008
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

nyang abis nyahi

  • 83,491 hits

anti kelaparan


Banner by Goenawan Lee

jurnal

nyang abis mampir

Alhamdulillah, aku telah mengunjungi hampir semua kerabatku di jakarta khususnya orang tua dan seorang kakak perempuan dan keluarganya. Rasanya luar biasa, tidak bertemu selama 5 tahun, ketika aku memasuki rumah, segera pecah isak tangis dan haru menggelayuti rumah itu, rumah dimana aku telah dibesarkan. Rumah yang tadinya lapang kini terasa sempit dan gelap, ada bagian2 yang sudah rapuh bahkan rusak. Kukecup kening emak dan kupeluk ia erat seakan tak mau berpisah lagi, kemudian kakak perempuanku, ia menangis terisak2,mereka adalah orang2 yang sangat aku sayangi, orang2 yang telah berjasa pada hidupku. Tak berapa lama bapak muncul selepas shalat maghrib di mushalah dekat rumah kami, aku kecup tangannya dan aku cium kedua belah pipinya serta tak lupa aku peluk dia erat2.

Banyak sekali yang telah berubah, generasi pun telah berganti. Kulihat disamping rumah pohon nangka yang tadinya kecil, sekarang telah berbuah lebat siap untuk disantap🙂. Got pun yang tadinya menganga sekarang telah ditutup agar jalan terasa lapang dan tentunya menambah bersih lingkungan. Orang2 tua yang dulu ada kni lambat laun telah tiada, beberapa kawan kecilku telah meninggalkan desa, pergi bersama istri pilihannya.

Keesokkan harinya, tetangga2 segera mengenaliku bak seorang pahlawan aku dikerumuni, seolah tak sabar menanti cerita dan petualanganku hidup di negeri orang. Ya, bapak adalah salah tokoh masyarakat di rukun warga 05, hampir semua orang mengenalnya, sehingga tak heran kalo ada anaknya yang ‘tak terlihat’ sekian lama waktu mereka semua akan mengetahuinya. Kumulai bercerita ttg sifat dan watak orang jerman, kebiasaan budaya dan adat mereka, studi dan hidup disana, mereka menyimak dengan sangat antusias. Aku pun pamit karena ada keperluan. Kejadian itu berlanjut setiap kali aku melewati gang, atau jalan yang aku pernah lewati, berulang2 kadang aku tertahan bisa 10-15 menit. Sungguh aku senang bisa besar dan pernah hidup dilingkungan itu.

Setelah menikah, kini aku resmi meninggalkan kampung halaman, mampang prapatan, dimana semua kenangan masa kecil dan remaja menyatu semua dalam kalbu, otak dan pikiranku. Setelah akad nikah aku hidup dengan istriku dikampung lain, kampung yang belum sama sekali aku hidup didalamnya, dimana suatu saat disana kami akan merajut kasih, merealisasikan impian bersama, membentuk keluarga baru, membesarkan anak2 kami yang manis, insyaallah.


13 Comments

  1. itikkecil says:

    pulang ke kampung halaman memang selalu mengingatkan kita akan masalah lalu.
    selamat kembali ke Jerman bersama istrimu ya Ario😀

  2. Dino says:

    Wah sambuatannya di kampung kayak selebritis bener nih bos Ario..

  3. Insan says:

    walaupun terlambat: “selamat menempuh hidup baru. mudah-mudahan menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah…”.🙂

    uebrigens, tinggal di “kampung” mana sekarang?

  4. ulan says:

    jadi balik ke jerman lagi nggak??

  5. suandana says:

    Waah… Telaat… Mumpung masih hidup, saya ucapkan selamat ya, bos. Barakallah. Amin.

    Ini sudah di Jerman lagi kah?😀

  6. Arif Budiman says:

    Wah… Selamat berumah tangga ya… Semoga berbahagia dengan istri barunya…:mrgreen:
    Memang masih kembali ke Jerman ya Mas? Atau malah masih di jakarta saja ya???

  7. agoyyoga says:

    Masih nostalgia di kampung besar yang namanya Jakarta nih ceritanya…. Saya agak sulit punya perasaan seperti itu kalau balik ke rumah orang tua, mungkin karena nomadennya gak jauh-jauh. Persamaannya kalau pulang selalu berusaha memburu makanan khas yang kalaupun ada di Jakarta sudah gak seenak aslinya.

    😀

  8. Gempur says:

    Kampung emang endah..
    kenapa orang selalu tersinggung ketika disebut kampungan yah ?
    Kasian kampung …

    Uhuii paragraf terakhir asiiiik banget tuh bung !!!

  9. belum hilang rasa jkangen saudara2nya, mas ario, sudah kembali ke jerman. wah, kapan kelarnya, mas. sukses selalu buat mas ario.

  10. edratna says:

    Betapapun kampung halaman tak bisa digantikan dengan yang lain, selalu ada rindu yang tak bisa diuraikan dengan kata-kata.
    Mampang Prapatan? Jangan-jangan dekat dengan rumah orangtua menantuku.

  11. Rita says:

    Kampung istri dimana mas Bimo? kami di Cililitan Kramat jati😀
    Bisa kebayang antusiasnya para kerabat dan tetangga mas, kami yg perginya gak ljauh2 amat kalo pulang, sodara2 pada ngumpul melepas kangen palagi MAs Bimo yg udah pergi sekian taun, jauh lagi ke Jerman sana pasti meriah, seru, haru berkecamuk jadi satu ya😀

  12. iik says:

    Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

    Akhi,
    sekarang after married tinggal di kampung mana nih ?

  13. seli_usel says:

    . jangan lupa pullang kampung sajja iya mas ,,

    . kasian kampung nya .. kallo gak di jenguk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: