Home » jerman » lika-liku hidup di perantauan

lika-liku hidup di perantauan

August 2008
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

nyang abis nyahi

  • 83,491 hits

anti kelaparan


Banner by Goenawan Lee

jurnal

nyang abis mampir

Siapa sih yang gak ingin tinggal dikampung halaman sendiri? ya jelas semua orang ingin tinggal dan hidup dekat dengan orang2 yang ia cintai, namun kadang orang punya pilihan lain, pilihan berpisah dengan keluarganya disebabkan menuntut ilmu atau mencari penghidupan yang layak dinegara orang, semua itu adalah konsekwensi pilihan hidup. Awal2 ketika ingin berangkat dan tiba di perantauan penuh dengan semangat yang membara, maklum tangki masih penuh, siap untuk beberapa tahun kedepan.

Setelah satu tahun, banyak sekali pengalaman yang didapat, selain ilmu tentunya, bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang baru, kebiasaan orang2 lokal yang baik, mau tidak mau harus kita adaptasi. Interaksi dengan lingkungan sangat perlu untuk menghilangkan gegar budaya. Pokoknya tahun pertama sangat berkesan.

Tahun kedua mulailah merasakan kerasnya hidup disini, setelah tahun pertama adaptasi dan jalan2, ditahun tersebut mau tidak mau kita harus survive, cari makan sendiri apapun dilakukan agar dapur tetap ngebul. Beruntung hidup diperantauan tidaklah sesulit hidup ditanah air, hanya dengan cuci piringpun orang bisa hidup kenyang, pokoknya bisa makanlah. Makannya banyak sekali saudara2 kita ditanah air yang bela2in keluar negeri baik sebagai mahasiswa, peneliti, professional bahkan buruh, ada yang beruntung dan ada pula yang buntung (bahkan secara fisik loh). Gak heran mengapa mereka ingin keluar dari tanah air, bukannya mereka tidak cinta dengan sanak keluarganya tapi karena himpitan ekonomi yang semakin kuat dan kehidupan di tanah air yang semakin brutal, membulatkan tekad mereka untuk bisa hidup lebih baik walau harus berpisah dengan orang yang mereka sayangi.

Tahun ketiga, wah rasa bosan berkecamuk, bagi yang hidup dengan keluarganya (anak, istri) masih bisa lah meredam keinginan untuk bersua keluarga besar, orang tua, saudara dan sanak-kerabat, tapi yang berpisah dengan mereka, bukan main rasanya kangeen…… banget miss u honey😦, homesick orang amrik bilang, Heimweg kara orang sini. Makannya perlu sekali menyibukkan diri agar rasa bosan tersebut teratasi walau hanya sebentar saja, bisa dengan nge-blog, olahraga, berkumpul bersama baik dalam diskusi atau pengajian tentu itu lebih baik, malah teman2 disini untuk mengusir rasa bosan akan suasana disini mereka bekerja, selain rasa bosan yang sedikit terobati, tabungan membengkak dengan sendirinya🙂.

Sehingga sebagai manusia yg beriman, rasa bersyukur atas nikmat yang telah Tuhan berikan perlu dkita camkan baik2, agar kita tidak menjadi orang yang melampaui batas, mudah2an-insyaallah.


34 Comments

  1. Fikar says:

    paling enak memang tinggal di negara sendiri….

  2. dieyna says:

    Saya belum pernah merantau lama sih, tapi kadang ada gelora untuk melkukan perantauan.

  3. Ria says:

    hiks…2 mingguan ini aku bener2 home sick mas…:( rasanya kok jakarta tidak terjangkau ya, padahal cuman kurang lebih cuman 2 jam dari sini….kangen pulang😦

  4. Dino says:

    Wah berarti bos Ario udah kaya nih.. kerja terus kan..

  5. mojosari.net says:

    Biar bagaimanapun keadannya, Indonesia pasti bangkit. Ayo dukung Indonesia. Indonesia Tanah Air kita, Pusaka Abadi Nan Jaya. Dirgahayu RI (lho,kok sampek gini komennya,xixi).. Aniwei, semoga sukses di perantauan🙂

  6. tutinonka says:

    Salam kenal, Resi Bismo (kalau namanya Resi, biasanya arif dan bijaksana …. )
    Saya belum pernah merantau, jadi nggak tahu bagaimana rasanya home sick. Paling-paling pergi jalan-jalan beberapa minggu, dan karena sibuk dengan berbagai acara, nggak ngerasa kalau jauh dari rumah.
    Btw, cerita dong tentang budaya, kota-kota, dan segalanya di Jerman. Saya cuma sempat 2 hari di Berlin, jadi hanya tahu sangat sepintas.
    Terimakasih, salam.

  7. novi says:

    whoaaaa kangen kampung halaman…Jakarta tercinta……

  8. yulism says:

    Mas Ario,

    Mengingatkan saya waktu masih single di Toronto, Soal materi dan duniawi memang terpenuhi tetapi kebutuhan rohani kadang terasa gersang, hampa dan kehausan. Saya dulu kalau lagi kangen sama keluarga malah menjerumuskan diri untuk bekerja. Saya pernah punya 3 pekerjaan sekaligus. Full time saya kerja sebagai clerk di sebuah perusahaan Pharmacy di Toronto setiap Senin – Jumat dari jam 8 am – 4:30 pm. Malamnya kerja di Coffee shop dari jam 6:30 – 11:00 pm dan Sabtu, Minggu kerja di Marciano by Guess di Eaton Center 8 jam sehari.

    Waktu itu seperti tidak ada kehidupan pribadi hanya bekerja dan mengumpulkan dolar untuk masa depan dan sedikit membantu keluarga kakak-kakak saya di Indo dan sedikit membahagiakan Ibu saya dan hal-hal seperti itu yang membuat saya bertahan, berbahagia dan bersyukur bisa mendapatkan kesempatan tinggal di Canada.

    Alhamdullillah Tuhan memberikan jodoh kepada saya dan sekarang kehidupan saya sudah mulai bergunga bunga. Karena ada suami bersama saya.

    Terima kasih

  9. AA Arman says:

    Percayalah, yang diam terus menerus di Indonesia malah suntuk melihat negara ini ngga maju-maju. Setiap hari malah makin banyak yang mengkhawatirkan yang terlihat dan terdengar. Saya malah kangen sama ICE-nya Jerman. Disini Bandung Jakarta naik travel yang nyopirnya ke bahu jalan sebelah kiri. Hmmmm…., Indonesia…., sedang menuju kemana kah?

    Nikmatilah tinggal disana, kalau ada kesempatan kerjalah disana, tapi…. pikirkanlah sesuatu yang bisa dilakukan untuk Indonesia dari sana. Kangen orang tua, nabung saja yang banyak, tengoklah mereka jika kangen.

    Salam dari Bandung Utara,
    Arry Akhmad Arman

  10. vaepink says:

    Bener banget…, seenak2nya ditempat orang lebih enak ditempat sendiri..Apalagi bisa bersama keluarga emmm….

    Aku juga lagi ngerasaainnya sekarang aku pengen pulang kekampung halamanku hick…hick…,

    Ehh….maaf lam kenal yah…

  11. Dev says:

    Pasti itu Bos…
    Homesick juga suka bikin low motivation…
    Tapi kayanya kalo sang anak dan istri dibawa sangat membantu…
    Sering-sering aja kopdar ma temen2 dr Indonesia yg ada di sana, pasti asik…

  12. Rindu says:

    Pulanglah mas … saya tunggu dirumah🙂

    Halah …

  13. rnazahra says:

    Aq belum pernah merantau, dulu aq kira bakalan merantau di Jakarta tuk kerja di sana hehe… Walo masih di tanah air tapi kan jauh juga dari Gresik…😉 tetep aja namanya merantau yaa….
    Ehm… Tapi Allah merencanakan lain, Abis kul malah balik ke kampung tuk dan dapat rejeki di sini🙂
    Ada kalanya merantau di negeri orang bisa tune in… mudah dalam segalanya, baik adaptasi, mencukupi kebutuhan hidup maupun menjaga dapur tuk tetap ngepul…
    Tapi kemarin malah aq denger dari temenku yang di kuwait, ada beberapa orang indonesia disana yg bermasalah dengan urusan imigrasi, ada yang bermasalah dengan pekerjaannya, bahkan yg lebih menyedihkan, ada wanita yang dapet pelecehan seksual😦 hiks… sedih juga mendengarnya…
    Ya… semua kembali ke diri kita masing-masing…
    Sabar dan bersyukur dengan keadaan kita dan tetap ikhtiar tuk menghadapi ini semua…

    Waaah…. maaf mas, ini comment terpanjangku di blog ini😉
    Dah lama gak mampir…
    Pa kabar…
    Keep spirit yaa… walo gih Heimweg…

    Wassalam

  14. wah…saya sudah hampir 1,5 bulan dijakarta, MALES bgt.
    pengen pulangg😦

  15. Rita says:

    Yang jelas nyari rejekinya makin semangat kan mas, demi keluarga dan buah hati kelak……:D

  16. Poppy says:

    melow lagi ;p dasar penganten baru huehehehehee….
    tapi emang suka kangen klo kita jauh dari orang yg kita sayangi😦 hiks2 jadi kangen mama…

  17. uwiuw says:

    melankolis juga awak iko hehehe terbayang kampun nan jauh dimato🙂

  18. donapiscesika says:

    SEJAK USIA 13..SAYA SUDAH JAUH DARI ORANG TUA…HINGGA MEMASUKI UMUR 27 SEPERTI SEKARANG…MASIH JAUH DARI ORANG TUA DAN KAMPUNG HALAMAN….ALHAMDULILAH NGGA ADA HAMBATAN YANG BERARTI…
    YANG SABAR YA PAK….:-)

  19. Yoga says:

    Kadang saya merasa aneh sendiri, bisa dibilang tidak pernah merasakan homesick. Sering tidak merasakan kalau saya punya kampung halaman, yang ada di benak saya, kota yang didiami orang tua saya, tempat saya lahir dan tumbuh semata-semata hanya kota dimana orang tua saya sedang berada. Kota Jakarta dan kota-kota lain yang pernah saya singgahi lebih mempertegas kekinian yang saya rasakan dibanding memory tentang suatu tempat yang orang banyak menyebutnya sebagai kampung halaman. Entah kalau kelak saya tinggal di negara yang berbeda dan berjauhan dengan kota tempat tinggal orang tua saya, apakah kelak saya bisa merasakan itu? Ataukah kelak insyaallah ketika Allah mengaruniai usia yang panjang apakah saya mulai mempertanyakan suatu tempat yang disebut kampung halaman? Ataukah ini pengaruh kemudahan manusia dalam mengatasi jarak dan waktu ketika bepergian dan berkomunikasi sehingga lupa tentang jarak yang membatasi dengan tempat asal dan anggota keluarga serta individu-individu yang lainnya?

  20. aku juga sang perantau
    tapi perantau kacangan

    salam semangat sobat🙂

  21. thegands says:

    hehe.. aku juga perantau…
    namun perantau yang lebih dudulz dari pada sobat achoey..
    salam kenal mas..

  22. edratna says:

    Ario,
    Justru itulah, saya mendorong si sulung agar menyusul isterinya. Agar mereka bisa benar-benar merasakan kehidupan berkeluarga…..jika tak ada aral melintang akan berangkat tanggal 27 Agustus ini. Dan kemungkinan juga berkumpulnya cuma sebentar karena bulan Oktober, kalau tak ada aral melintang akan mulai kuliah lagi…dan jaraknya cukup jauh, tapi masih di Amerika, jadi tetap lebih dekat dibanding jika di Indonesia.

  23. Bambang says:

    Teringat saat aku masih di rantau….
    Hidup sendiri….
    Tapi itulah proses kemandirian…..
    Belajar berjuang dengan tangan sendiri….

  24. adityahalim says:

    mas…
    aku setengah tahun disini antara belum homseick sihh..
    cuman ada tiket murah yang menggiurkan ntar, cuman 500an euro pp..
    jadi bingung, libur akhir tahun di jakarta gak yaaaa
    hahahha

  25. Garundang says:

    merantau itu menydihkann😀

  26. Anonymous says:

    Merantau..enjoy aja lagi. Coz aq udah terbiasa cih hidup ga sama ortu n saudara😉

  27. rang minang says:

    aslm..iya mas..saya sendiri pun kadang2 ingin jua pulang kampung meskipun hanya sebentar sja..Semoga semua yang di perantauan bisa hidup lebih baik dari daerah asalnya..Amin

  28. pengen sekali bisa hidup di negeri orang. Beljar banyak hal disana

  29. wong goblog says:

    amiiin, aq setuju gan, kalo kita sll syukur smua akan baik baik saja

  30. Anonymous says:

    Ada kala susah ada kala senanGnya juGa ,,,,,,

  31. rafa dumal says:

    Buat smua yg merantau di negri orang,smoga selamat dan cepat dapat yg di impikan!

  32. Anonymous says:

    hebat

  33. Anonymous says:

    halo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: