Home » politik » fatwa haram bagi golput….

fatwa haram bagi golput….

December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

nyang abis nyahi

  • 83,491 hits

anti kelaparan


Banner by Goenawan Lee

jurnal

nyang abis mampir

Baru saja membaca berita bahwa ada seorang qiyadah/pemimpin sebuah parpol menyarankan agar MUI, NU dan muhammadiyah membuat fatwa haram bagi calon pemilih yang abstain pada pemilu mendatang (pemilu 2009-red). Disaat rakyat muak oleh ulah para politikus yang hanya mengeruk kepentingan sesaat menjelang pemilu, tentunya saran itu merupakan tindakan yang kurang bijak. Gaung reformasi pasca runtuhnya rezim orde baru, yang sempat memunculkan sebuah angin perubahan bagi civil society dinilai belum memberikan dampak kepada kehidupan rakyat secara nyata. Tak kala parpol-parpol kontestan pemilu hiruk pikuk mengiklankan dirinya agar dapat merengkuh kekuasaan sebesar2nya dieksekutif maupun leglislatif, dengan menghabiskan biaya yang tak tanggung2, bahkan menurut sumber berita ada yang mencapai 300 M, ternyata kehidupan rakyat kecil semakin terpuruk oleh beratnya himpitan ekonomi, membumbungnya harga kebutuhan pokok, mahalnya biaya sekolah de el el.

Memang ajaib nih negeri kita, rezim berganti cuma namanya saja, alih2 orang2 lama diganti dengan anak2 muda idealis nan cerdas, malah mereka ikut2an hipokrit, bermuka dua, seakan2 sejarah tak pernah bohong, mengulangi peristiwa yang lalu, seakan2 mereka lupa siapa dan apa mereka dahulu. Jangan heran jika pilkada2 di seantero nusantara mayoritas dimenangkan golput, wong mereka yang kita harapkan untuk menyuarakan aspirasi rakyat malah sibuk dengan program2 pemenangan pemilu (baca kekuasaan). Weleh2….  rakyat lelah kale, jika dalam 5 tahun di cekoki pemilu2 lokal, propinsi, umum maupun presiden, rakyat sudah muak, sedangkan taraf kehidupan mereka tak kuncung membaik, kapan bangsa ini membangun…..!

Ketika sebuah papol yg merupakan pilar dan komponen demokrasi telah gagal membawa bangsa ini kearah yang lebih baik, maka jangan salahkan masyarakat kalau mereka alfa/abstain dalam pesta demokrasi tersebut. Jadi tidak etis kalo tentang pemilu pake acara fatwa haram bagi yang golput…. (:) sambil geleng2). Sudah saatnya para pemimpin kembali ke jalur yang hakiki, jalur demokrasi yang ideal dan diidam2kan rakyat sukur2 jalur yang telah di ajarkan para ambiya (para nabi dan orang2 shalih), yakni menuju ke masyarakat yang bertaqwa dan beradab. Karena dengan masyarakat seperti itulah keberkahan akan senantiasa menyelimuti bangsa dan negara ini.  Save our family, save our faith, save our nation!


3 Comments

  1. Sang pemimpin partai ini, dan beberapa pemimpin partai yang lain yang menyangkalakan suara yang sama, adalah sang pengkhianat cita-cita para founding fathers kita; sekaligus sang hipokrit dari demokrasi. Dengan dalih demokrasi, mereka memanipulasi dan mereduksi nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya, tak lebih dari sekedar penumpukan kekuasaan dan kesejateraan secara kerdil dari stereotip Machiavelli.. Filosofi demokrasi yang berujung akhir pada kesejateraan rakyat, mereka reduksi dan manipulasi secara sistemik (melalui perangkat perundangan yang mereka ciptakan melalui kekuasaan membuat undang-undang yang kita amanahkan pada mereka melalui pemilu2 sebelumnya) menjadi sekedar kekuasaan dan kesejahteraan golongan dan/atau sekelompok elit..

    Bung elit, saya kira rakyat Indonesia sudah tak sebodoh dahulu deh.. Kemajuan ilmu pengetahuan juga telah membuat masyarakat kita semakin matang untuk melakukan evaluasi dan analisa tentang fenomena sosial disekelilingnya, dan memberikan respon secara dewasa.. Saya yang bodoh saja bisa melihat dengan gamblang apa yang telah Anda lakukan dengan proses demokrasi negeri ini, apalagi para anak bangsa yang pintar2 itu.. Jadi plis deh dik Pendi (merujuk komentar Wapres Republik Mimpi, he…3x), jangan anggap saya sebodoh yang Anda pikirkan ya… Saya bukan kerbau lho… Dan saya ndak mau dikerbauin lagi sama sampeyan..

    Hak pilih itu melekat tidak saja secara nilai-nilai hakiki universal, tapi juga dilindungi undang-undang.. Anda juga gak mau kan kalo disuruh pilih masuk mulut harimau, buaya, singa, atau binatang buas lain yang pasti memangsa Anda pasti.. Saya hormati Anda jika Anda menolak menggunakan hak pilih Anda, karena saya tahu bahwa Anda berpikir telah melakukan yang terbaik buat Anda.. SAAMMMAAA….AAA bung!!! Saya (dan mungkin juga beberapa temen-temen yang lain) juga hanya melakukan yang terbaik buat diri pribadi saya koq… Kalau soal membangun proses demokrasi (yang selalu Anda jadikan alasan dan kambing hitam), saya kira banyak ajang dan lahan yang saya bisa garap untuk menanam sepetak rumput demokrasi sejati yang diinginkan rakyat kita koq bung.. Salam sejahtera..

  2. agoyyoga says:

    Hai mana bisa golput diharamkan? geleng-geleng kepala…. kemunduran besar buat demokrasi, kalau sampai terjadi.

  3. Nug says:

    Pola2 yang berkembang dalam dunia perpolitikan kita, sesungguhnya adalah sebuah cermin besar tentang seperti apakan wajah bangsa kita saat ini. Dan pasti kita yang mencintai bangsa ini dan berharap kehidupan yang lebih baik untuk generasi bangsa berikutnya, tak kan kuat berdiri dan melihat yang terpantul dicermin itu..
    Anehnya sedemikian besar cermin itu dan sedemikian mudah menemukan dan melihatnya dengan jelas, tapi mengapa sedemikian susahnya para pemimpin bangsa untuk melihatnya..? Permohonan ampun seperti apakah yang harus kami lakukan ya Tuhan, agar Kau bisa membantu kami membuka tutup mata hati para pemimpin kami dan agar mereka menjalankan tugasnya dengan amanah..?
    Aku kadang hanya bisa terdiam kehabisan kata dan doa..😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: