Home » macam2 » salahkan sapa, kala banjir melanda?

salahkan sapa, kala banjir melanda?

December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

nyang abis nyahi

  • 83,467 hits

anti kelaparan


Banner by Goenawan Lee

jurnal

nyang abis mampir

Mengakhiri penghujung tahun ini, pergantian musim pun dimulai. Angin berhembus dengan kencang dibarengi oleh hujan yang lebat, petirpun tampak tersipu malu sesekali muncul menghinggapi bumi. Di tanah air sudah merupakan hal yang biasa jika memasuki musim penghujan banjir pun datang. Potret itu seakan2 merupakan kebiasaan yang berulang, seakan tak mau pergi dari siklus kehidupan. Kadang kita bertanya apakan alam sudah marah kepada manusia? tanya kenapa?

illegallogging diambil dari greeppeace.org

Waktu ku kecil, jarang tuh terdengar ada banjir melanda jakarta, juga di daerah2 lain seantero nusantara. Banjir diikuti tanah longsor merupakan hal yang amat, jarang di beritakan di media kala itu. Tapi sekarang, udah musim kalee. ” Mas disini mah banjir udah musim” kata seorang ibu2. Penyebab banjir tak lain adalah kawasan hulu yang tak sanggup menampung curah hujan yang tinggi dikala musim hujan datang. Diakibatkan penggundulan hutan dan konversi lahan di hulu sungai. Sehingga air yang seharusnya langsung meresap, akibat konversi lahan spt perumahan di bukit, kini ia meluncur semaunya ke selokan seakan tak mau singgah. Ketika turun hujan lebat, karena tanah sangat labil akibat penggundulan hutan, air membawa lapisan tanah yang terkikis ke badan sungai sehingga terjadilah endapan di sungai yang ia lewati. Sehingga sungai tak mampu menampung volume air yang besar berikut endapan tanahnya karena terjadi pendangkalan sungai. Banjir deh…..

akibat_hujan diambil dari ristek.go.id

Hujan yang seharusnya menjadi rahmat, kini menjadi bencana. Hujan seakan2 menjadi hantu bagi manusia. Perilaku yang brutal terhadap lingkungan, dengan memperkosa hak2 ekosistem menjadikan negara tempat kita hidup dan berkarya ini, yang seharusnya tentram dan sejahtera, menjadi tak layak dihuni.

tanam-pohon diambil dari waingapu.com

Saling tuding dan tunjuk hidung tak akan menyelesaikan masalah. Jadi bagaimana kita seharusnya bersikap dan berbuat?, ya gampang aja (kata gus dur🙂 )mulailah dari diri sendiri, tanam apa saja yang bisa kita tanam, jika tak ada pekarangan, bisa kita tanah di pot atau ember.  Jangan serakah membangun tempat peristirahatan di gunung2/bukit. Meminta pemerintah agar menghukum seberat2nya dalang dan backing penggundulan hutan. Supaya bumi ini hijau kembali. Dan alam kembali berseri. Are you ready?…..


16 Comments

  1. itikkecil says:

    manusia juga bertanggung jawab karena telah mengabuse alam sedemikian rupa….

  2. akokow says:

    mungkin kita harus bertanya pada rumput yang bergoyang..

  3. bang…………..sama aku juga pernah membicarakan about banjir. baca dong please judulnya KENAPA MENANGIS KARENA AKU………….
    salam hangat selalu

  4. mybenjeng says:

    salah kita semua deh…
    biar semua tanggungjawab mengatasi banjir…😀

  5. kweklina says:

    ya…semua karena kita ….akibat perbuatan kita…yang salah ya manusia…karena tak pernah sadar…alam mesti selalu dijaga…saat kejadian baru merasa menyesal…mudah-mudahan tidak terlambat buat kita untuk menjaga kelestarian alam disekitar kita.

  6. Rindu says:

    Saya kembali kang …

  7. Yoga says:

    Aku juga heran, rasanya pelajaran tentang air dan banjir ini, pelajaran IPA yang termasuk pertama kali dikenalkan pada anak SD kelas 1, lalu, rasanya tiap tahun, pasti diulang-ulang. Kok ya tetap masih ada kejadian banjir? Apa banyak pembalak yang nggak sekolah? Ooh pantas…

  8. Ria says:

    tidak ada yang salah kok mas….tetapi ini adalah tanggung jawab kita semua….ayuk ayuk…kita galangkan penghijaun biar indonesiaku tidak selalu kebanjiran….

  9. ide yang bagus bro
    saya mulai dengan tidak membuang sampah sembarangan ah apalagi jika dibuang ke kali

    sukses yah

    thanks

  10. edratna says:

    Banjir disebabkan antara lain oleh keserakahan manusia, bangun vila yang hanya didatangi sesekali….juga mengambil kayu hutan, tanpa mau repot menanam.
    Alampun menjadi marah….

  11. johnny says:

    AzpACX Thanks for good post

  12. Hey, you have a great blog here! I’m definitely going to bookmark you!

  13. yudi says:

    tidak ada yg bisa kita salahkan, smua datang secara tiba-tiba.

  14. dinar says:

    kita harus bersukur atas bencana yg telah kita alami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: