Home »

celotehan anak maroko

January 2009
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

nyang abis nyahi

  • 83,467 hits

anti kelaparan


Banner by Goenawan Lee

jurnal

nyang abis mampir

Sudah 1,5 bulan saya pindah dari asrama mahasiswa ke appartement, kebetulan saya tinggal di lantai 6. Tiap lantai memiliki 14 kamar, yang berarti 14 orang hidup bersama, berbagi 2 kamar mandi, 2 toilet dan 1 buat dapur berikut ruang makan. Bisa dibayangkan betapa sumpeknya, yang jelas antara laki perempuan campur😀 heheheh… hus jangan ngeres dulu. Kalo diindonesia kyknya tidak dimungkinkan, berhubung disini bebas2 aja karena bukan merupakan hal yang tabu. Awalnya enjoy ajah, buktinya aku sampai 4 tahun bisa betah tinggal diasrama, sekaligus bisa melatih kelancaran bahasa jermanku, khan semakin berlatih akan semakin nyrocos kaya aer. Ya melatih berarguman dan juga keberanian menghadapi bule.

Tapi setelah menikah kok aku merasakan hal yang berbeda, kyknya aku harus pindah, dan ternyata memang aku sudah tinggal di apartemen bersama 1 anak indo dan 2 anak maroko. Singkat cerita karena satu appertement dengan 4 kamar untuk masing2 dari kita, jelas tidak sesumpek waktu diasrama, cuma itu loh, karakter orang arab lumayan keras, dan anehnya anak2 indo suka berantem heheheh. Namun karena aku telah banyak berkenalan dan belajar budaya orang arab bagiku semua beres, apalagi bisa speak arab, qolil qolil lah…. mayan biar arab tunduk dikit gitu. Singkat cerita suatu waktu aku berbincang dengan salah satu dari mereka, ttg kebudayaan maroko, adat istiadat kebiasaan , juga ttg pendidikan.

Yang menarik dari maroko, lebih dari 25 persen warganya berada di LN, alias maroko diaspora, dikarenakan situasi ekonomi yang kurang baik (miskin), menyebabkan mereka hengkang dari negara asalnya, biasanya mereka pergi ke eropa dengan tujuan studi agar mereka dapat merubah asadepan yang lebih baik. Aku berkata padanya bahwa diindo sekolah mahal, bahkan bisa dikatakan sekolah hanya untuk orang kaya saja. Lalu ku bertanya padanya, “di maroko gmn?”. Dia jawab, wah kita mah di maroko sekolah dari SD sampe kuliah GRATIS!, namun ya itu karena kurangnya investasi asing dan SDA yang ada menyebabkan negara ini kurang maju, ya tipikal negara2 arab yg gak punya minyak lah. Cuma ya itu salutnya, negara miskin gak punya minyak (sedikit) alamnya kering kerontang, kok bisa2nya sekolah gratis.. tis?. Lah indo gimana nih, yang katanya tongkat dilempar jadi pohon, saking suburnya, kok bisa2nya sekolah mahal? Yang jelas untuk negara miskin kyk maroko pemimpinnya punya kemauan, walaupun miskin yang penting sekolah gratis, shg bisa mencari peruntungan ke nagara lain.


13 Comments

  1. adhiguna says:

    Orang Maroko memang ada di semua negara Eropa, kalau di Perancis apalagi, di kota saya lebih sering ketemu orang Maroko daripada orang Perancis!!!

    Di Universitas, mungkin sekitar 40% dari Arab Francophone (Maroko, Tunisia dan Aljazair), sekitar 30% dari Afrika selebihnya baru orang Prancis asli!!

    Namunpun begitu, tidak banyak orang Maroko/Afrika yang saya temui bekerja di perusahaan-perusahaan (top).

    Kebanyakan dari mereka impiannya adalah menikahi wanita Perancis dan mendapatkan kewarganegaraan, setelah itu cerai, menikahi wanita Maroko yang sholeh dan baik lalu hidup selamanya di Perancis dan never come back …..

    Makasih bro adhiguna atas infonya, memang sudah menjadi hal yang manusiawi jika negara sendiri yang notabene miskin dan penuh korupsi, rakyatnya pasti terpinggirkan, hanya orang yang terpelajar dan elite saja yang bisa menikmati gula pembangunan. Sehingga rakyat berlomba2 mencari peruntungan ke LN entah sbg buruh, menlanjutkan studi lalu kerja disana dsb.
    Sedih memang kalo harus meninggalkan tanah air, tapi mau gimana lagi daripada anak cucu “kaga jadi orang” mending merantau walaupun harus disiksa abis2an, dan pulang tinggal nyawa, salah siapa????

  2. edratna says:

    Dulu…masih ingat zaman pak Harto, katanya wajib belajar 9 tahun…lha namanya wajib belajar 9 tahun, kalau nggak gratis ya percuma saja….

    Kalau udah ingat begitu, memang menyedihkan.
    Ario, kenapa saya jungkir balik tetap kerja, ya antara lain agar anak-anakku bisa punya pendidikan cukup, minimal sampai S1…Saya ingat ayah ibu alm, yang berjuang keras agar putra putrinya mendapat pendidikan cukup, walaupun beliau berdua hanya seorang guru.

    Iya tante, sedih dan saya salut dengan orang tua kita ynag sudah banting tulang agar anaknya sekolah tinggi2. Setelah tinggi2 kadang banyak anak bangsa yang kagak kepake ilmunya setiba di tanah air, doktor2 nganggur di PBBT (bangkai PhD) orang bilang. Ya gitu deh.. kudu kreative dan mandiri, soalnya sekolah udah tinggi.

  3. agoyyoga says:

    Kalau ingin sistem pendidikan di Indonesia bisa gratis, aku rasa kesadaran ini mesti bngkit dari kita yang masih muda-muda, dan kita-kita ini lah yang mesti mewujudkannya. Yuuuk.

    halo non, hayu…. capa tatyut😛

  4. Nug says:

    Setidaknya, kalaupun gak gratis, murah atau terjangkaulah, agar pembangunan bangsa kita tak melulu hanya masalah ekonomi dan fisik. Apalah arti semua itu juga ditumpukan pada anak2 bangsa yang tak terlatih moralitasnya..?

    Mari kita sama2 usahakan yaa Sahabatku..🙂

    *Kalo cuma ngarepin politisi, cape’ deh.. 😛

    Sewajarnya sih HARUS gratis dulu, karena itu modal, biarkan anak2 sekolah tinggi2. Nanti kalo generasi mereka sudah mampan baru anak cucunya dikenakan biaya pendidikan, seperti di EU gitu loh….
    Ya politisi khan bisanya ddagang doang, wong dagangannya janji dan omong kosong!

  5. ulan says:

    waks.. kalo aku kuliah di maroko gratis nggak ya??

    halo neng, tumben manpir, neng gratis lah… tapi ati2 neng ntar digaet “onta”

  6. elindasari says:

    Nah, itu dia Mas Ario yang beda dari Indo. Kalau negara lain seperti Maroko mikirin gimana anak bangsanya bisa pinter, kalau disini gimana caranya anak bangsa dipinterin (diakali / dibodohin). Kasihan dech nasib anak bangsa ini. Ingat cerita Laskar Pelangi-kan Mas Ario. Nah di Indo masih banyak sekali anak-anak seperti Laskar Pelangi itu samapi sekarang, sampai detik ini. Tapi yach itulah lagi-lagi, kepedulian itu seakan mati. Entah sampai kapan.

    Sekarang kalau di Indo lagi heboh masalah pemilihan caleg, slogannya sich heboh, janjinya masih sama…banyak yang ngombal, hehehe….

    Tetapi kita sebagai salah satu anak bangsa, harus tetap semangat, kita tetap mau peduli, mari bergandengan tangan utk mewujudkan Indonesia yang jauh lebih baik, terutama di dunia pendidikan 🙂 🙂 🙂

    Best regard,
    Bintang
    http://elindasari.wordpress.com

    begitulah nyonya kondisi tanah air, ya banyak berdoa saja supaya pemilu kali ini tertib dan jurdil. rakyat cuma bisa berdoa dan berusaha.

  7. Hilal Achmad says:

    ini bukan masalah mampu tidak mampu , bukan masalah bisa atau tidak bisa🙂 tapi masalah mau atau tidak mau, peduli atau tidak peduli

    yoi akhur aja brur, makasih udha mampir.

  8. petirangkasa says:

    🙂

    danke dah mampir

  9. Ria says:

    kapan ya indonesia kayak maroko…
    minimal sd-smu gratis
    ini malah nambah kuliah yg punya duit dapet tempat kuliah bagus…..negriku oh negriku!

    ya gitu deh… negara2 arab pada gratis lagi kuliahnya…

  10. ara says:

    Wah mimpi banget yak liat sekolah gratissss,,,,, tapiiiiii…..

    Kalo yang status sekolahnya negeri siiiy ga ada masalah,,, kalo swasta dengan kualitas pas-pasan alias ga ada nama buat ngejual gimana donk???? Bisa-bisa ga ada yang mau daftar di sekolah swata, karena bayar. Masak iya banyak sekolah gratis, tapi bapak-ibu guru yang ada di swasta jadi pengangguran.

    Boleh siiy bermimpi indah sekolah gratis, tapi untuk saat ini saya lihat belum bisa dilaksanakan. Yang ada pengangguran manusia yang berpendidikan meledak Dhuaaaarrrrr!!!! karena anak-anak yang sekolah gratis pada lulus di tambah bapak – ibu guru swasta yang di PHK.

    Adakah solusi untuk meraih mimpi tanpa mengorbankan hidup orang lai????

  11. lulu says:

    aku punya adik.bahasa arabnya bagus.aku berencana akan menyekolahkan s1nya di maroko.bagaimana prosedurnya?

  12. Seperti anda, Saya sangat tertarik dengan adat istiadat kita, oleh karena itu saya membahas tentang budaya pernikahan adat yang ada di Indonesia, mohon masukan dan dukungannya ya makasih🙂

  13. Dian M Sari says:

    Di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat..
    Pedidikan dari SD-SMA gratis..
    Baju seragam,buku pelajaran, sepatu, tas dan segala perlengkapan sekolah semuanya di beri..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: