Home » jalan-jalan » oi… malaysia bukan indonesia

oi… malaysia bukan indonesia

January 2009
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

nyang abis nyahi

  • 83,491 hits

anti kelaparan


Banner by Goenawan Lee

jurnal

nyang abis mampir

Banyak sekali yach orang indonesia dimalaysia, pikirku setelah membaca berita dan artikel mengenai orang indonesia di malaysia. Baik yang telah bermukim puluhan tahun, baru datang atau hanya sekedar melancong. Dari tenaga kasar sampai tenaga terdidik, dari buruh sampe dosen ada di malaysia. Sebenarnya apa sih yang mereka cari di malaysia? Yang jelas bukan rupiah atuh… bukan pula monas… tapi ringgit dan petronas. Saya sendiri belum pernah mengunjungi malaysia, apalagi tinggal bermukim disana, pandangan saya, negeri tsb sudah sangat maju ketimbang saudara tuanya, siapa lagi kalau bukan indonesia.

Tuhan memang menggilirkan “kejayaan” suatu kaum, kalau dilandasi dari segi etnis, dulu… dulu nich katanya, indonesia jauh lebih maju daripada malaysia, sempat bisa buat design kapal terbang, sampai bisa terbang, de… el.. el… Pernah sangat bangga sebagai pengirim tenaga terdidik pengganti dosen dan guru2 mereka yang sedang sekolah di luar negeri. Tapi setelah beberapa dasawarsa lupa diri, tak berbenah malah tenggelam akan sebutan macan asia. Tak disangka setelah puluhan tahun kemudian keadaan berbalik, dan kita lihat sekarang bagaimana malaysia jauh meninggalkan indonesia.

Dari sini, negeri michael ballack, mudah sekali mengenali budak2 malay, model jilbabnya yang “melayu” banget, dan sikap2 mereka yang rada2 “sepa`” (apa ya bahasa indonesianya, mirip dengan “berlagu”), ada memang yg respek sama kita, tapi itu anak2 dulu, anak2 yang belakangan datang ya gitu deh, tahu sendiri lah. Dari sini pula orang lain mudah sekali menebak diriku sebagai orang malaysia ketimbang indonesia, karena mereka banyak tahu ttg malaysia. Tanya kenapa?

Stigma masyarakat indonesia di malaysia sebagai pekerja kasar sangat melekat pada mereka jadi jangan heran kalo kita nanti berkunjung ke malaysia maka mereka akan men-jeneralisir dari ujung rambut sampai kaki, sampai kita dandan rapih, bersolek bagi yang wanita, pakai kacamata ala paris hilton dan jangan lupa berbahasa inggris, kemana2 selalu membawa paspor/identitas pribadi, karena malaysia bukan indonesia bos…


9 Comments

  1. whappis says:

    Click Here To view all event on Surabaya……..
    Whappis.Com

  2. ame says:

    aih…
    memang indo harus banyak2 berbenah diri.
    tp ttp aja sih, bagi gw, dandanan org indo masih lebih “cool” n’ modis daripada org malay…
    ntahlah, apa krn dikampus mrk cm make baju resmi yg bunga2 itu? trus diluar make yg lain??
    tp wkt gw ke malay, masih lebih enak indo ah…
    hehehe…
    mahap y tmn2 malay,
    thanx bwt jamuan klian slama gw disana.

  3. tutinonka says:

    Masyarakat Indonesia memang lebih heterogen dibanding masyarakat Malaysia. Jumlah suku/etnis di Indonesia ada puluhan, tersebar di ribuan pulau besar dan kecil. Kita juga lebih terbuka (atau justru kurang selektif?) menerima budaya asing.

    Btw, saya salut lho pada wanita-wanita Malaysia yang dengan konsisten mengenakan busana khas Malaysia (baju kurung kembang-kembang meriah) dimana pun mereka berada. Coba kebaya dan baju daerah lain bisa dimodifikasi, sehingga enak dipakai dan pantas dikenakan di setiap kesempatan, pasti ciri khas Indonesia itu akan muncul.

  4. nicefun_gna says:

    hoho
    @tutinonka,,
    ya, saya juga kaget ternyata awek2 (cewek2) disana tetep pake kerudung yg ga macem2, ga diikat2 sampe kaya mau dicekik!he
    saking konsistennya, jadinya lebih malu ga nutup kepala (pakai kerudung/jilbab) daripada nutupin lengan. Waktu saya kesana, banyak juga cewe2 yang pake kerudung sampai menutupi dada, tapi kaosnya berlengan pendek! atau, baju panjang2 menutupi hmpir semua aurat, TAPI leher kelihatan!hehe

  5. edratna says:

    Jadi…agar kita dihargai tentu harus meningkatkan kualitas SDM di Indonesia, sehingga suatu ketika jika ekspor tenaga kerja adalah ekspor tenaga kerja eksekutif…

  6. ame says:

    sama2…

    sy harus blajar banyak dari blog2 org.
    biar blogku lbh berwarna

  7. adhiguna says:

    Tergantung sih bro. Malaysia blagu saya kenal satu orang, tapi Malaysia baik saya kenal banyak di UK maupun Perancis.

    Kalau cewek-ceweknya, justru saya kasih value lebih tinggi daripada cewek-cewek Asia lain. Mereka tetap menjunjung tinggi budaya Melayu dan Islam, seperti halnya cewek-cewek Maroko, Pakistan dan Tunisia.

  8. Mapong says:

    mmmmmmmmmmm,,,,,, Malasia kah,,,? aku pernah ketemu sama orang malasia ketika di china dan di jpn sepertinya ga mau bersahabat dengan kita. kenepe yah padahal kita serumpun dan bersaudara.

  9. seli_usel says:

    . emng knpa gtu ..

    . emng bnr indonesia bkn malasya

    . malasya ,, iia malasya dong
    . jangan d sama in sama bangga indonesiia dong ..

    . parah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: